Suara bising pagi ini sungguh mengganggu tidur lelap Queen. Kedua kelopak matanya bergerak-gerak dan dahinya berkerut dalam. Ia mencoba untuk membuka kedua matanya, tapi kepalanya terasa sangat pusing. Walaupun begitu, ia tetap memaksakan diri untuk bangun sembari memegang kepalanya dan menatap dirinya sendiri yang ternyata masih tidur dengan bathrobenya.
"Kalau tahu akan sakit seperti ini, semalam aku tidak akan minum banyak," gumam Queen.
Queen pun mengeluarkan kedua kakinya dari selimut. Kemudian, ia berjalan keluar dari kamar tidurnya menuju kamar tengah. Ternyata sudah ada Anitta yang entah kenapa terlihat gusar dan khawatir.
"Ada apa?" tanya Queen sembari berjalan menuju meja makan dan mengambil air mineral.
"Queen." Anitta terlihat menghampiri Queen dengan langkah lebarnya.
"Kenapa kau terlihat khawatir seperti itu?" tanya Queen sedikit heran.
Tiba-tiba saja Anitta berlutut di depan Queen dengan kedua tangan menyatu seperti sedang memohon. Tentu saja Queen terkejut tiba-tiba saja Anitta seperti itu.
"Kenapa kau—"
"Aku minta maaf! Aku minta maaf!" sela Anitta tiba-tiba saja yang membuat Queen semakin bingung.
"Anitta, kenapa—"
"Aku membuat kesalahan kemarin!"
"Apa maksudmu?"
"Kemarin... kemarin aku tidak sengaja mengambil kartu kamar hotel milik Kynan yang dibawa Darek. Aku tidak tahu itu dan aku tidak menyadarinya. Sampai kemudian aku memberikanmu kartu kamar yang ternyata adalah kartu kamar milik Kynan. Dan... Dan..."
"Tunggu dulu!" seru Queen tiba-tiba saja sembari mengangkat kedua tangannya di depan Anitta. "Jadi, maksudmu... semalam kau memberikanku kartu yang salah, kemudian aku masuk ke kamar Kynan, kemudian aku..."
Queen menggantung kalimatnya dan berpikir keras apa saja yang ia lakukan semalam dengan ketakutan sendiri. "Aku... mandi di kamar mandinya, aku menggunakan bathrobenya, kemudian aku minum, dan¾" Seketika, Queen tercekat sendiri dan membeku di tempatnya.
"Dan?" tanya Anitta dengan hati-hati.
Tiba-tiba saja kedua mata Queen melebar dan begitu pula dengan mulutnya. "Matilah aku!"
***
Kynan terlihat berjalan keluar kamarnya sembari melihat jam dindingnya. Sudah jam 10.26, waktu yang tepat untuk keluar mengelilingi Munich. Jadi, setelah baru saja ia bertukar kabar dengan Alice melalui telepon, kini ia hendak mengajak Queen untuk keluar bersamanya.
Suasana hati Kynan sedang sangat bagus sekarang. Terlebih setelah semalam.
Sebelum mengetuk pintu kamar hotel Queen, Kynan terlihat tengah menyisiri rambutnya dan membereskan pakaiannya supaya terlihat rapi. Setelah itu, ia tersenyum puas sembari mengetuk pintunya beberapa kali.
Tak perlu menunggu waktu lama, pintu pun terbuka. Tepat sekali, karena Queen yang membuka pintunya.
"Selamat pagi!" seru Kynan sembari tersenyum lebar dan cerah secerah cuaca hari ini.
Queen terlihat mengerjapkan mata beberapa kali dan berdeham kecil. "Apa yang kau lakukan disini?"
"Aku ingin mengajakmu pergi berkeliling Munich bersama," ujar Kynan to-the-point.
Queen terdiam dan terlihat mengedarkan pandangannya kesana kemari. "Well, untuk kau ketahui saja, kita masih ada sesi pemotretan nanti—"
"Masih nanti sore," sela Kynan dengan cepat. Sementara Queen jadi terdiam dan terlihat berusaha untuk menolak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romance(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
