44. New Year Eve

46 5 0
                                        

🔞

Setelah menghabiskan waktu berjam-jam untuk latihan menari, akhirnya selesai juga jadwal Kynan hari ini. Selesai pula waktu Queen untuk menunggu jadwal Kynan.

Setelah jadwal Kynan selesai, ia langsung mengajak Queen untuk kencan makan berdua. Sehabis makan siang bersama, kini keduanya tengah berbelanja bahan makanan untuk acara malam tahun baru mereka nanti.

"Queen, ada kentang rebus!" seru Kynan tiba-tiba sembari menunjuk ke sebuah stan makanan di luar mall perbelanjaan.

Namun, Queen hanya menyahut dengan seadanya dan mengikuti Kynan saja. Ia duduk menunggu di kursi yang kosong dan diam termenung. Entah kenapa pikirannya hari ini sedang sedikit kacau daripada biasanya. Bahkan, rasanya sedari tadi ia lebih banyak melamun saat sedang pergi bersama Kynan.

Tak lama kemudian, Kynan datang sembari membawa satu piring dengan tiga kentang rebus. Kynan memotong milik Queen dan memberikannya pada Queen. Sementara Queen menerimanya sambil tersenyum, tanpa mengatakan sepatah kata apapun.

"Queen," panggil Kynan menatap Queen lurus-lurus. Namun, Queen terlihat hanya memilah-milah potongan kentang rebus di depannya dengan tatapan kosong.

Karena tidak direspon Queen, lagi-lagi Kynan berseru, "Queen!"

Sontak, Queen seperti sadar dari lamunannya dan mendongak menatap Kynan dengan sedikit linglung. "Hm? Ada apa?" tanyanya bingung.

"Ada apa denganmu hari ini?" tanya Kynan keheranan. "Kau terlihat sangat berbeda dari tadi, kau tahu?"

Queen tersenyum kecil sembari menggeleng dan tertunduk. "Tidak ada apa-apa," sahutnya berbohong.

"Kau tidak bisa membohongiku, Queen. Dari tadi kita bersama dan aku sadar kau sedikit berbeda hari ini," ujar Kynan menatap Queen lurus-lurus.

Queen terdiam tak langsung menjawab. Tatapannya tertuju pada beberapa potong kentang rebus di dalam piring kecil. Tapi, pikirannya mengelana jauh ke tempat lain dimana ada banyak hal yang mengganjal hari ini.

"Queen?" panggil Kynan lagi dengan pelan.

"Kynan," ujar Queen seketika sembari mendongak menatap Kynan lurus-lurus.

"Apa?" sahut Kynan dengan lembut.

"Apa menurutmu aku berubah?" tanya Queen.

"Berubah seperti apa maksudmu?" Kynan balas bertanya, karena masih bingung.

"Anitta... dia berkata padaku kalau aku sekarang berubah," sahut Queen jujur.

"Oh, sepertinya aku paham kenapa Anitta berkata seperti itu padamu!" seru Kynan tiba-tiba dan Queen masih diam mendengarkan.

"Sebagai teman dekatmu, kurasa dia bisa mengerti kenapa sekarang kau berubah. Itu pasti karena sekarang kau sudah berstatus memiliki kekasih. Jadi, mungkin dia pikir ada perubahan dalam dirimu. Tapi, jangan khawatir. Hal seperti itu wajar."

"Benarkah?" tanya Queen lirih.

"Ya." Kynan mengangguk sembari memakan kentang rebusnya. "Aku juga pernah merasakan itu saat Kin dan Gavin sudah mulai memiliki pasangan. Jadi, jangan khawatir."

Setelah mendengarnya, Queen terdiam mengangguk mengerti. Ia rasa Kynan ada benarnya.

"Apa hanya itu yang mengganggu pikiranmu dari tadi?" tanya Kynan.

Mendengar pertanyaan Kynan barusan, Queen jadi teringat kejadian tadi pagi di lift. "Sebenarnya, aku merasa seperti bertemu dengan laki-laki yang menusukku dua minggu yang lalu."

"Apa?!" Seketika, kedua mata Kynan langsung melebar karena terkejut.

"Aku hafal wewangiannya. Aku sedang di lift dari apartemenku, kemudian ada laki-laki masuk. Kupikir dia adalah orangnya. Jadi, aku langsung bertindak untuk turun lebih dulu di lantai yang berbeda," terang Queen yang masih merasa takut saat menceritakan kejadian tadi pagi.

Partner for Life - HBS #3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang