"Baru saja Darek memberitahuku kalau Kynan menghilang! Dia pergi menghilang!"
"Kynan pernah memberikan hatinya pada perempuan itu, tapi bagaimana bisa dihancurkan seperti itu?"
"Aku tidak percaya Kynan dapat jatuh cinta pada penyihir sepertimu!"
Queen memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Dahinya berkerut dan ia menutup mulutnya rapat-rapat untuk menahan tangisnya supaya tidak bersuara. Sementara Anitta yang duduk di sampingnya kini tengah tertidur, karena mereka kini sedang di dalam pesawat perjalanan menuju Orlando.
Sudah lebih dari enam jam pagi ini Queen mengudara dari Berlin. Tapi, ia tidak bisa beristirahat dengan santai. Ia masih terngiang-ngiang dengan perkataan Kin semalam yang menusuk hatinya, bahkan sampai membuatnya menangis semalaman.
Di lain sisi, Queen tidak merasa semua perkataan Kin salah. Bahkan, ia seperti mempersilakannya.
Pasalnya, Queen sangat tahu bagaimana persahabatan Kynan dengan teman-temannya yang sangat dekat. Ia baru saja menghancurkan hati Kynan sampai membuat Kynan memutuskan untuk pergi. Jadi, ia tahu teman-teman Kynan pasti akan membencinya.
Sambil menyandarkan kepala ke tepi jendela pesawat, Queen membuka ponselnya perlahan. Ia membuka galerinya dan menuju foto-foto yang ia sembunyikan tiga hari yang lalu, dimana mereka semua adalah foto-foto dirinya dengan Kynan saat mereka masih berkencan bersama.
Satu persatu foto Queen lihat dengan pelan. Ini pertama kalinya ia melihat foto mereka setelah mereka berpisah beberapa hari yang lalu.
Saat itu, ia merasa tidak sanggup untuk melihat foto ini, karena ia takut ia akan semakin sakit. Tapi, ternyata ia salah. Justru melihat foto mereka sekarang, entah kenapa ia dapat menjadi lebih tenang daripada sebelumnya.
Queen tidak akan menyangkal kalau ia merindukan Kynan. Sangat merindukan Kynan.
Terlebih, Queen sangat merindukan momen-momen yang sudah mereka habiskan bersama dan mengingat sekarang tidak akan pernah lagi sama. Hal yang membuat ia semakin sedih adalah karena sekarang ia tidak akan bisa mendapatkan kembali momen itu, dan itu karena ia sendiri.
"Kalau dengan membenciku bisa membuatmu melupakanku, maka aku tidak keberatan dengan itu. Lupakan saja aku."
***
Hessen, Germany.
Di rumah megah keluarga Richard Manfredo, Astryd terlihat sedang mengarahkan seorang kurir yang sedang memindahkan beberapa perabotan rumah yang baru saja ia beli. Di tengah-tengah itu semua, kepala asisten rumah menghampiri Astryd dan mengatakan kalau dr. Irmina datang. Astryd pun meminta asisten rumahnya itu untuk meminta dr. Irmina menunggunya di ruang tamu.
Tak lama kemudian, Astryd menyelesaikan bersih-bersih rumahnya. Ia pun kemudian berjalan menghampiri dr. Irmina yang sudah menunggu di ruang tamu.
"Cukup terkejut kau jauh-jauh datang kemari menemuiku," ujar Astryd dengan ramah.
"Hari ini aku sedang libur," sahut dr. Irmina sembari terkekeh kecil. "Lagipula, hari ini aku datang kemari bukan sebagai dokter," ujarnya lagi dan Astryd menaikkan satu alisnya penasaran mendengarnya. "Aku datang sebagai orang yang dekat dengan Paula."
Astryd terdiam selama beberapa saat setelah mendengarnya. Kalau dr. Irmina sudah berkata seperti itu, Astryd tentu tahu apa maksudnya.
"Apa Paula baik-baik saja?" tanya Astryd dengan serius.
dr. Irmina sedikit menunduk dan kembali menatap Astryd sembari tersenyum kecil. "Aku tidak ingin terlalu khawatir padanya. Tapi, entah kenapa ini tetap menggangguku, walaupun sedikit."
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romance(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
