Menjelang siang, kantor agensi terlihat sedikit lebih ribut daripada biasanya. Bagaimana tidak? Itu terjadi karena Anitta yang heboh tidak bisa menemukan Queen sedari tadi, padahal terakhir kali ia berbicara pada Queen, Queen ada di agensi.
Bahkan, semua kini tidak bisa menghubungi Queen. Itu pun semakin membuat semua orang ribut karena khawatir tak menemukan Queen dimanapun. Terlebih, mengingat Queen yang sudah berkali-kali mengalami kejadian penculikan dan yang lainnya.
"Apa kau benar-benar tak bertemu dengan Queen tadi pagi?" tanya Tina pada Anitta untuk yang kesekian kalinya.
"Aku masih ada di rumah ibuku dan bersiap-siap untuk kemari. Tapi, setelah itu aku tidak bisa menghubungi Queen lagi," sahut Anitta yang tampak sangat khawatir.
Tina menghela napas panjang. "Bahkan, ruangannya berantakan. Apa dia sedang marah pada seseorang?"
"Apa? Tidak." Seketika, Anitta menggeleng dengan cepat. "Semarah-marahnya Queen, dia tidak akan pernah membuat berantakan barang-barangnya. Ia hanya akan diam mengurung diri."
Selama beberapa saat, Anitta dan Tina saling terdiam dengan pemikiran mereka masing-masing. Anitta menghela napas panjang dan kemudian mengambil ponselnya untuk langsung menghubungi Kynan.
"Halo, Kynan!" seru Anitta sesaat setelah Queen mengangkatnya.
"Ada apa?" tanya Kynan yang baru saja sampai di penthousenya dan berjalan dengan wajah tertekuk ke sofanya.
"Apa Queen sedang bersamamu hari ini?" tanya Anitta yang terdengar gusar.
Mendengar nama Queen, Kynan terdiam sejenak sembari tertunduk kecil dan menghela napasnya. "Tidak. Kenapa?"
"Apa kau bertemu dengannya hari ini?" tanyanya Anitta lagi.
Kynan terdiam teringat perselisihannya dengan Queen tadi pagi. "Ya, kami berbincang sebentar. Kemudian, aku pergi," sahut Kynan dengan rasa jengah sekaligus gugup.
"Setelah itu ada apa?" tanya Anitta menuntut jawaban.
"Tak ada apapun," sahut Kynan dengan cepat. "Ada apa? Kenapa dari tadi kau terdengar gusar?" tanya Kynan pada akhirnya.
Anitta berdecak. "Kurasa Queen menghilang atau diculik atau semacamnya. Kami tidak bisa menemukannya dimanapun. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi!"
Sedetik setelah mendengarnya, kedua mata Kynan langsung terbuka lebar dan ia langsung beranjak dari sofanya. "Apa? Queen diculik?"
"Aku tidak tahu yang pasti," ujar Anitta dengan gusar. "Kynan, bisakah kau membantu? Kami minta tolong, please?"
"Oke, Anitta. Tenanglah dulu dan coba untuk beritahu yang lainnya untuk jangan panik. Aku akan membantu sebisaku dulu," ujar Kynan mencoba menenangkan Anitta.
"Terima kasih, Kynan." Setelah saling berpamitan, Kynan menutup ponselnya dengan hati yang gusar.
Kynan dilema. Ia tahu ia memiliki perasaan pada Queen. Tapi, baru tadi pagi mereka berselisih dan Kynan juga masih sakit hati. Akan aneh rasanya bagi mereka untuk bertemu seperti ini. Mau tak mau, dia harus menggunakan cara lain, minta bantuan Ansell.
***
Suara bising kendaraan yang berlalu lalang terdengar samar-samar oleh Queen. Kedua matanya mencoba untuk dibuka. Namun, seketika kepalanya terasa sangat pusing.
Saat Queen hendak menyentuh kepalanya, ia tak bisa menggerakkan kedua tangannya. Ia pun menoleh dengan susah payah dan mendapati ternyata kedua tangannya diikat dengan tali yang kencang.
Queen berusaha untuk melepaskan kedua tangannya dari ikatan itu, karena mobil yang membawanya sedang berhenti di suatu tempat. Ia harus segera keluar dari sini. Tapi, apa daya. Ikatan di kedua tangannya sangat kencang membuatnya merasakan kedua tangannya yang sakit karena terlalu dipaksa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romantik(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
