Tak terasa, hari berganti dengan sangat cepat. Keesokannya, Queen terlihat sedang menggulung rambut basahnya dengan handuk kecil. Sembari bersenandung ria, ia membuat beberapa potong French Toast andalannya.
Tepat setelah beberapa detik Queen selesai memasak, ponselnya yang ada di samping piring berdering. Senyumnya melebar saat melihat nama Kynan di layarnya. Laki-laki itu meneleponnya pagi-pagi melalui video call.
"Guten tag!" sapa Queen dengan senyumnya.
"Selamat pagi!" sapa Kynan balik dan tersenyum penuh arti pada Queen. "Rasanya hangat sekali disapa dengan senyum manismu," ujar Kynan lagi yang membuat Queen tersenyum geli.
"Tunggu, kau benar-benar Queen, kan? Ini bukan ponsel orang lain, kan?" tanya Kynan tiba-tiba.
Queen terkekeh mendengarnya sembari menggelengkan kepalanya geli. "Apa kau ingin menyulut api perselisihan lagi?" tanyanya sembari bergurau dan Kynan hanya terkekeh.
"Tunggu, apa kau masih di atas ranjangmu?" tanya Queen lagi yang dapat melihat Kynan masih berada di balik selimutnya.
"Yap, aku baru saja bangun. Kurasa aku tidur sangat lelap semalam," sahut Kynan sembari terkekeh kecil dengan suara khas bangun tidurnya yang Queen pikir itu seksi.
"Kau harus bangun sekarang, Pemalas!" seru Queen dengan geli.
"Lima menit lagi," sahut Kynan yang terlihat sedang meregangkan kedua tangannya ke atas. "Apa tidurmu semalam nyenyak?" tanyanya kemudian.
"Ya, kurasa," sahut Queen sembari memasukkan satu potong French Toast ke mulutnya.
"Apa kau sudah lebih baikan sekarang?" tanya Kynan penuh perhatian.
"Aku sudah bisa berlari mengelilingi apartemenku tiga kali, kurasa," sahut Queen sembari mengendikkan bahunya santai.
Kynan terkekeh. "Senang mendengarnya."
Di tengah-tengah Kynan dan Queen yang sedang berbincang melalui telepon, tiba-tiba saja bel pintu apartemen Queen berbunyi. "Tunggu sebentar, ada yang datang," ujarnya pada Kynan sembari membawa ponselnya bersamanya.
"Siapa?" tanya Kynan.
Queen berjalan dan melihat siapa yang datang melalui interkomnya. Ia pun tersenyum kecil dan menatap Kynan untuk berkata, "Tetanggaku, Evelyne. Sepertinya dia datang dengan membawa kue-kuenya lagi."
"Tunggu, jangan!" seru Kynan tiba-tiba dan langsung beranjak dari ranjangnya.
"Apa? Apanya yang jangan?" tanya Queen tak mengerti.
"Jangan dibuka pintunya! Tunggu aku, aku akan datang!" seru Kynan yang terlihat gusar sendiri. Ia seperti terlihat sedang hendak mandi.
"Tapi, kenapa?" tanya Queen yang justru merasa aneh.
"Pokoknya tunggu aku datang dulu!"
***
Queen tidak mengerti kenapa Kynan melarangnya untuk mempersilakan Evelyne masuk ke apartemennya. Evelyne adalah tetangga barunya dan itu adalah haknya untuk mempersilakan masuk. Lagipula, Evelyne adalah perempuan baik yang selalu mendatanginya sembari memberikan beberapa kue buatannya.
"Enak sekali kue cokelat ini. Terima kasih banyak," ujar Queen sembari mencicipi kue cokelat buatan Evelyne.
"Terima kasih kembali," sahut Evelyne sambil tersenyum lebar pada Queen yang duduk di sampingnya.
"Dari kemarin aku tidak melihatmu. Apa kau sedang bepergian?" tanya Queen pada Evelyne sembari mengunyah kue cokelat.
"Ya, aku harus kembali ke Sydney selama beberapa hari untuk mengurus beberapa hal," sahut Evelyne. "Aku baru kembali semalam..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romance(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
