Media played: Mamma mia! ost - One of Us
——————————————————————————
Di ruangan Tina, Queen tengah membaca dengan teliti surat kontrak proyek selanjutnya. Setelah merasa tak ada masalah, ia pun meletakkan kertas itu di meja dan kemudian menandatanganinya.
Terdengar Tina yang menghela napas panjang. "Sayang sekali Kynan memutuskan kontrak dan pergi dari sini," ujarnya dengan penuh sesal. "Kontrak proyeknya yang bernilai besar justru jadi terbengkalai."
"Bukankah Kynan keluar itu adalah hal yang bagus?" ujar Queen dengan angkuh. "Dari awal tempatnya bukanlah disini."
Tina yang mendengarnya justru langsung tercengang. Rasanya seperti dia tidak tahu apa yang sedang terjadi sekarang dan itu membuatnya seperti orang yang sedikit bodoh dan linglung.
"Apa kalian baik-baik saja? Kalian bertengkar?" tanya Tina dengan wajah polosnya.
Queen beranjak berdiri sembari sedikit mengeraskan rahangnya dan sedikit mendongak dengan angkuh. "Kami berpisah," ujarnya kemudian dengan tenang.
Seketika, kedua mata Tina melebar dan cepat-cepat, ia menutup mulutnya yang baru saja terbuka karena saking terkejutnya dengan apa yang ia dengar barusan. Ia sempat berpikir kalau Queen bercanda dengannya. Pasalnya, ia sendiri tahu bagaimana dulu lekatnya Queen dan Kynan saat berdua. Bahkan, saat pemotretan sekalipun.
"Tapi... kenapa tiba-tiba kalian berpisah?" tanya Tina penasaran.
"Aku sudah tidak mencintainya lagi," ujar Queen dengan tegas, tapi ia tahu kalimat itu seperti pisau tajam untuknya sendiri. "Di samping itu, aku tidak bisa fokus pada karirku sendiri saat aku berkencan. Kencan membuatku muak, tapi karir adalah nomor satu, bukan?"
Tina yang mendengarnya entah harus berkomentar apa. Ia hanya saling pandang dengan Anitta dan sama-sama mengendikkan bahu mereka.
"Apa masih ada hal yang lainnya lagi sekarang?" tanya Queen menatap Tina lurus-lurus dari balik kacamata hitamnya.
"Tidak ada." Tina menggeleng. "Eh, tapi nanti siang akan ada konferensi pers tentang masalah kemarin siang. Apakah aku juga harus menjelaskan situasimu dengan Kynan juga?"
Queen terdiam sejenak dan menghela napas panjang. "Aku serahkan itu padamu," ujarnya dengan santai dan langsung beranjak keluar. Sementara Anitta juga turut mengikutinya setelah berpamitan dengan Tina.
"Queen, apa kau serius dengan perkataanmu di kantor Tina tadi?" tanya Anitta tiba-tiba saat mereka sedang berjalan menuju lift.
Langkah Queen berhenti tepat di depan lift. Ia rasa, ia tahu apa maksud Anitta barusan.
"Aku sudah tidak mencintainya lagi. Di samping itu, aku tidak bisa fokus pada karirku sendiri saat aku berkencan. Kencan membuatku muak, tapi karir adalah nomor satu, bukan?"
"Anitta, boleh aku minta sesuatu padamu?" tanya Queen sambil masih menatap lurus ke depan dan kemudian masuk ke lift saat pintu lift sudah terbuka.
"Apa?" tanya Anitta balik sembari menatap Queen penasaran.
"Kedepannya, tolong jangan bahas tentang Kynan atau hubungan kami dulu," ujar Queen dengan tegas. "Juga jangan tanyakan keadaanku bagaimana sekarang," ujarnya lagi sembari menghela napas panjang.
Queen menoleh menatap Anitta dan tersenyum. "Karena aku tidak apa-apa."
Anitta tidak tahu Queen berbohong padanya atau tidak. Tapi, ia tahu Queen pasti sedang menahan rasa sakitnya di dalam dengan diam-diam. Anitta tahu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romance(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
