(COMPLETED) 🔞
Third series of Handsome Brotherhood
Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
Dua minggu kemudian, keadaan sudah mulai normal untuk Queen. Ia sudah keluar dari rumah sakit sekitar seminggu yang lalu. Namun, seperti apa kata Tina terakhir kali, ia belum ada proyek kerja. Jadi, sekarang ia hanya tengah menunggu Kynan yang sedang melakukan pemotretan di studio.
Tentu saja Queen merasa bosan. Ini pertama kalinya ia hanya menunggu orang lain melakukan pemotretan selama bertahun-tahun karirnya. Rasanya aneh dan ia belum terbiasa akan hal itu. Tapi, mau bagaimana lagi?
"Butuh minuman?" tanya Darek yang datang entah dari mana.
Queen mendongak dan mengangguk pada Darek sembari tersenyum. Detik berikutnya, Darek memberikan sebotol cola pada Queen. Setelah menerimanya, ia pun langsung meminumnya. Seketika, rasa segar langsung mengalir di tenggorokannya sampai ke perutnya.
"Kau tahu? Orang-orang lainnya yang melihatmu dari kejauhan mungkin bergosip kalau kau bosan menunggu kekasihmu disini," celetuk Darek asal.
Queen terkekeh. "Sebenarnya kau benar," sahutnya. "Aku memang bosan. Tapi, bukan secara negatif."
"Lalu?"
"Kau pastinya tahu kalau aku sudah terlalu biasa dengan berbagai macam proyek dan tidak ada waktu libur lebih dari seminggu. Tapi..." Queen menggantung kalimatnya dan menunduk sembari terkekeh kecil. "Aku benar-benar belum terbiasa dengan perubahan seperti ini. Rasanya masih sedikit aneh."
Darek mengangguk mengerti. "Sepertinya aku paham maksudmu," sahutnya. "Hanya menunggu dengan diam selama dua jam bukanlah hal yang terlalu menyenangkan."
"Kau benar," sambung Queen terkekeh.
"Tapi, sepertinya waktu dua jammu menunggu Kynan tidak akan sia-sia," ujar Darek.
"Hm? Apa maksudmu?" Queen menatap Darek dengan dahi berkerut tak mengerti.
"Kurasa Kynan sedang menyiapkan sesuatu."
"Apa?"
"Entahlah. Aku hanya melihat sebelum pemotretan tadi dia seperti menjelajah website untuk melihat tempat-tempat di Berlin."
"Untuk apa?" tanya Queen lagi masih belum mengerti.
"Sedang berbicara apa?" Tiba-tiba saja, Kynan datang menginterupsi pembicaraan Queen dan Darek.
"Kapan kau selesai?" tanya Queen berbalik tersenyum lebar pada Kynan. Laki-laki itu terlihat sudah berganti pakaian dengan yang lebih santai.
"Bagus apanya?" Dahi Queen lagi-lagi berkerut tak mengerti.
"Aku akan menghilangkan rasa bosan itu," sahut Kynan sambil tersenyum penuh arti. Detik berikutnya, ia pun menggandeng tangan Queen dan menariknya pelan sembari berpamitan pada Darek.
Darek hanya terkekeh geli sambil menggelengkan kepalanya dan berseru, "Selamat menikmati kencan kalian hari ini!"
***
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.