Enam hari sudah berlalu sejak Queen harus dirawat di rumah sakit. Hari ini ia sudah diperbolehkan pulang dan dia baru sampai di penthouse Kynan tadi pagi.
Sebelum Queen pulang, Kynan sendiri yang meminta Anitta mengantar Queen ke penthousenya. Tapi, saat mereka sampai, penthouse justru terasa sangat sepi, karena Kynan juga masih pergi untuk jadwalnya yang lain. Semenjak beberapa hari yang lalu Kynan pergi ke Dresden, Kynan juga selalu saja sibuk.
"Pulanglah, Anitta. Dari kemarin kau belum pulang, kan?" ujar Queen yang duduk di sofa ruang tengah, sementara Anitta baru saja meletakkan tas pakaian Queen di kamar.
"Apa kau tidak apa-apa kalau aku tinggal sekarang?" tanya Anitta khawatir.
"Apa kau pikir aku anak kecil?" tanya Queen balik dengan sedikit sinis. "Aku tidak apa-apa. Lagipula, kau juga perlu istirahat," lanjutnya sembari menyandarkan kepalanya ke belakang.
Anitta menghela napas panjang dan terdiam menatap Queen yang beberapa hari ini menjadi lebih pendiam daripada biasanya. Tapi, ia juga tahu kalau Queen tidak suka ada yang keras kepala di sekitarnya. Mau tak mau, ia pun berpamitan dan pulang.
Seketika, suasana menjadi sepi di penthouse. Tak ada suara apapun selain suara napas Queen yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Sekarang hanya ada ia sendiri di sini, entah sampai kapan.
***
Di penthouse Kynan yang masih sepi, jam sudah menunjukkan tepat pukul 12 siang. Queen terlihat sedang duduk sendirian di sofa yang ada di teras penthouse.
Tidak ada yang Queen lakukan selama dua jam ia duduk. Ia hanya duduk menatap ke salju-salju yang turun dengan tatapan yang kosong. Entah ia sedang memikirkan apa, karena semuanya tercampur menjadi satu.
Di tengah-tengah kesendirian Queen, tiba-tiba saja ponselnya yang ada di sampingnya berbunyi. Queen menoleh kecil untuk melihatnya. Namun, tak disangka ternyata Astryd yang meneleponnya.
Queen tak ingin mengangkatnya. Jadi, ia kembali berbalik dan menikmati kesendiriannya.
Dering ponselnya sudah berhenti berbunyi. Tapi, kemudian ponselnya berdenting tanda ada pesan masuk. Ketika dilihat, ternyata Astryd yang mengirimnya.
Mama : Aku ada di depan pintu penthouse Kynan. Apa kau ada di dalam?
Queen menghela napasnya setelah membacanya. Ia tak menyangka kalau ada Astryd di luar sana. Mau tak mau, ia harus beranjak membukakan pintu untuk Astryd.
"Kukira kau tidak ada di sini," ujar Astryd dengan nada angkuhnya berjalan masuk sendirian, tanpa bodyguardnya.
"Apa yang Mama lakukan disini? Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk jangan menemuiku dulu?" ujar Queen sedikit ketus menatap Astryd duduk di sofa ruang tengah dengan santai.
"Dimana Kynan?" tanya Astryd menatap Queen tanpa menjawab pertanyaan Queen sebelumnya.
Queen duduk di kursi lainnya sembari menghela napasnya. "Dia sedang pergi, karena ada jadwal lain," jawabnya tanpa menatap Astryd. "Kenapa Mama datang kemari?"
"Bagaimana kondisimu?" tanya Astryd balik dengan cepat.
Namun, Queen justru menatap Astryd dengan terkejut setelah mendengarnya. Setelah sekian lama, ini pertama kalinya Astryd bertanya seperti itu pada Queen. Tentu saja ia tak menduganya.
"Sudah lebih baik," jawab Queen kemudian sembari menatap sedikit ke bawah.
"Apa pelakunya sudah ditemukan?" tanya Astryd tanpa menatap Queen.
"Aku tidak tahu," jawab Queen yang sama-sama tak menatap Astryd.
"Kalau kau meminta tolong padaku, sudah pasti kutemukan pelakunya," ujar Astryd dengan angkuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Partner for Life - HBS #3
Romansa(COMPLETED) 🔞 Third series of Handsome Brotherhood Seorang Kynan Roderick percaya bahwa ia tidak perlu memiliki banyak hubungan, namun cukup hanya dengan satu perempuan dalam hidupnya. Prinsip hidupnya adalah berhubungan dengan perempuan sekali seu...
