16. By Her Side

64 6 0
                                        

Tak terasa hari sudah siang saat Queen tengah berada di kamarnya sedari tadi berbincang dengan Morgan setelah berbincang beberapa hal dengan Anitta tadi paginya. Sementara itu, Kynan masih terlihat berada di apartemen Queen dan kini tengah berbincang dengan Alice melalui teleponnya.

"Mom, kau tidak akan percaya semalam," ujar Kynan dengan senyum lebarnya.

"Kenapa? Apa pertemuan kalian sangat mengesankan?" tanya Alice penuh antusias.

"Sebenarnya, semalam bukan pertemuan pertama kami dan kami sudah saling kenal sebelum semalam," jawab Kynan sembari tersenyum lebar penuh arti.

"Oh, ya? Bagaimana bisa? Ceritakan pada Mom!" seru Alice dari seberang dan Kynan terkekeh kecil.

"Well, semalam cukup mengesankan untukku. Sebenarnya, aku pertama kali bertemu dengannya saat aku pertama kali datang ke Berlin, tapi kurasa dia belum menyadari itu sampai sekarang. Dia adalah salah satu model terkenal se-Jerman. Apa Mom tahu Queen?"

"Apa?! Teman Mom tidak memberitahu apapun tentang pekerjaan anaknya. Mom tidak tahu kalau dia adalah seorang model!" seru Alice yang menjadi sedikit lebih heboh dari sebelumnya. Kynan terkekeh lembut.

"Yah, sebenarnya juga Queen tidak pernah memberitahu identitas aslinya, termasuk tentang keluarganya, ke orang lain selain manajernya. Dan kurasa aku jadi orang luar kedua yang tahu sendiri tentang Queen, walaupun belum semuanya." Kynan mengendikkan bahunya ringan sembari menyandarkan kepalanya ke sofa.

"Kenapa dia menyembunyikan identitasnya? Apa karena dia melakukan sesuatu yang buruk?" tanya Alice yang tiba-tiba jadi penuh curiga.

Kynan terkekeh. "Bukan begitu, Mom," sahutnya gemas. "Sekarang bayangkan saja. Queen adalah orang terkenal di Jerman. Otomatis, semua hal tentang Queen akan disorot media. Mungkin, itu yang membuat Queen benar-benar menutup semua hal tentang kehidupan privasinya."

"Kau ada benarnya," sambung Alice.

"Lagipula, aku juga masuk ke dunia yang sama dengan Queen, jadi aku bisa memahaminya. Dia sudah memberiku cukup banyak inspirasi." Kynan tersenyum tulus.

Seketika, terdengar Alice yang berseru, "Hoooooooo!"

"Kenapa, Mom?" Dahi Kynan berkerut keheranan.

"Rupanya kau sudah jatuh hati pada dia, ya?" Alice mulai menggoda Kynan.

Sedetik setelah mendengarnya, dua mata Kynan langsung melebar. "Apa yang—" Tiba-tiba, Kynan tercekat saat mendengar suara pintu kamar yang ditutup di lantai atas. Queen tengah berjalan turun.

"Mom, kita bicara lagi di lain waktu, ya. Dah!" Setelah berpamitan, Kynan langsung mengakhiri panggilannya dan berdiri tepat saat Queen sampai di anak tangga terakhir dan menatapnya.

"Kau masih disini?" tanya Queen aneh.

"Aku hanya sedang bosan kalau harus di penthouseku sendirian," jawab Kynan seadanya.

Queen yang mendengarnya justru merasa keheranan sendiri. Namun, dia tak menanggapinya. Ia pun berjalan ke dapur untuk mengambil beberapa cemilan.

"Anitta baru saja mengirim pesan, dia dan Darek akan kemari. Dia berkata kita harus bersiap-siap untuk acara penghargaan nanti malam," ujar Queen tanpa menatap Kynan.

"Aku ikut?" tanya Kynan terkejut dan Queen mengangguk.

"Dan karena kau ada disini, aku akan beri pesan pada mereka supaya tim riasmu mempersiapkanmu disini," ujar Queen lagi sambil mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Anitta.

Kynan yang mendengarnya tersenyum penuh arti. "Itu ide yang bagus."

Ya, tentu saja itu ide yang bagus, karena Kynan tidak perlu pergi dari sisi Queen sampai nanti. Keberuntungan pasti sedang memihaknya hari ini.

Partner for Life - HBS #3Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang