Meski cuaca panas, tapi udara disini sejuk. Pemandangan sawah yang masih hijau, membuat rasa nyaman dan tenang muncul.
Anya merentangkan tangannya, menikmati angin yang menerpa dirinya. Abian tersenyum, saat sesekali menoleh untuk melihat Anya.
Abian senang jika Anya senang.
Abian bahagia jika Anya bahagia.
Abian sakit jika Anya terluka.
Kala yang memimpin jalan juga ikut menikmatinya, Kala yang juga sesekali melepas satu tangannya, merasakan hembusan angin.
Tak jauh dari sana terlihat seperti pasar yang menjual pakaian pantai, aksesoris kerang, dan lainnya.
"Abian, kesana yuk.." Ajak Anya sambil menunjuk keramaian disana.
"Boleh." Jawab Abian dibarengi anggukan.
"Kala.. Kita kesana ya..!!" Teriak Anya karena Kala yang masih di depan mereka.
Kala menoleh lalu mengacungkan jempolnya.
Mereka pun berbelok, memasuki pasar yang memang bisa dilewati oleh motor atau sepeda. Tapi kebanyakan orang berjalan kaki.
Banyak stand di sisi kiri dan kanan, Abian memberhentikan motor listriknya di stand aksesoris.
Anya turun lalu melihat-lihat banyak sekali karya penjual ini yang lucu-lucu.
"Bagus gak?" Tanya Anya yang memakai gelang.
"Bagus kok, kamu mau?"
Anya kembali menyimpan gelang tadi, lalu matanya terus menyisir stand ini. Ada cermin yang di penuhi kerang setiap sisinya, membuat Anya tertarik.
"Aku mau ini.." Ucap Anya.
Lalu penjual pun menghampiri mereka.
"Boleh, mau yang mana?" Tanyanya.
"Yang ini." Tunjuk Anya, karena jatuh cinta pandangan pertama melihat karya sebagus ini.
"Saya bungkus dulu." Ucap penjual.
"Biar aku aja yang bayar." Sahut Abian, membuat Anya berbalik.
"Gak usah, gak papa kok.. "Jawab Anya sambil tersenyum dan memegang tangan Abian, agar tidak merasa tersinggung.
Abian menghela nafas saat Anya membayar, lalu Anya pun berjalan untuk ke stand lainnya.
Sebelum Abian pergi, matanya tertuju pada gelang yang sangat cocok untuk Anya.
Gelang berwarna putih yang berpadu biru laut ini mencuri perhatiannya.
Abian pun diam-diam membelinya, dan akan memberikannya nanti pada Anya.
Lalu Abian mendorong motor listriknya, menyusul Anya yang sudah berjalan lagi.
Mereka memilih untuk berjalan kaki, agar lebih fokus melihat-lihat.
Kala juga membeli satu topi yang cocok dengannya, dan membeli tas buatan tangan langsung dari sini.
Tidak terlalu besar, ukuran tas yang Kala beli bisa masuk dompet dan ponselnya saja.
Anya juga membeli baju pantai couple dengan Abian, dan beberapa baju lagi untuknya dan juga untuk orang tuanya.
Abian yang melihat tangan Anya penuh dengan belanjaannya, dan bingung harus di simpang dimana.
Meski ada keranjang di bagian depan motor listrik mereka, itu tidak akan muat.
Lalu Abian membeli tas belanja ukuran sedang, dan memasukan semua belanjaan mereka disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anya Oktaviani (SLOW UP)
Teen FictionJangan lupa follow akun author yaa 🥰🥰 Cerita baru lagi nih.. Jangan lupa tambah ke cerita favorit kalian 😊 Typo bertebaran 🙏🙏 Semoga gak moodyan ya nulis nya 😁😁😁🙏🙏.. Mohon maaf bila ada kesamaan dalam Nama, tempat dllnya.. Ini real ceri...
