Bab 41

38 2 0
                                        

Udara dingin menyeruak terasa menusuk pada kulit, Anya yang masih di atas kasur mengeratkan selimutnya. Suara rintihan hujan di luar rumah masuk ke telinga Anya, keningnya mengerut namun matanya masih terpejam.

Hujan?

Serius?

Malas sekali jika pagi-pagi di sambut oleh hujan, males bangun, males sekolah, pengen tidur lagi.

Tapi sayang, Anya terpaksa membuka matanya dan duduk. Rambut yang terlihat seperti permen gulali dan sesekali masih menguap.

Jika bukan ujian, Anya mending memilih untuk tidur lagi.

Tapi tidak bisa, dirinya harus bangun supaya tidak ikut ujian susulan yang sendirian. Males banget.

Anya beranjak dari kasur, tak lupa membereskan tempat tidur nya. Lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, setelah selesai Anya bersiap tak lupa memakai jaket.

Pagi ini benar-benar dingin.

Hujan juga sepertinya tidak ingin berhenti dulu, nyatanya hujan masih terus mengguyur bumi ini dengan berangin.

Anya keluar kamar dan menuruni tangga menuju dapur, ternyata Alea sudah ada. Bisa Anya lihat, ibu anak satu ini terlihat masih mengantuk.

"Pagi ma.." Sapa Anya.

"Pagi sayang.." Alea membalas sapaan anaknya, Alea membantu menyajikan sarapan untuk Anya.

"Mama pulang jam berapa?" Tanya Anya sambil menyuapi sarapan yang di sajikan Alea.

"Jam sebelas lebih deh kayanya.. Kantor baru kakek ada sedikit masalah, pusing mama tuh.." Tutur Alea yang membuat Anya mengangguk.

"Ya udah, kalau mama gak ada kerjaan sekarang mending lanjut tidur aja.. Gak tega Anya liat mama kecapean gini." Alea tersenyum, senyum yang bisa mengalihkan dunia ini di tampilkan untuk Anya.

Alea senang.

Alea mengangguk, "ya, mama nanti tidur lagi dan melanjutkan pekerjaan siang nanti saja." Lanjut Alea.

Sarapan Anya sudah habis tak lupa menghabiskan susunya juga, Anya berdiri dan berjalan ke samping Alea.

Cup.

Anya mengecup pipi Alea, "Anya berangkat ya ma.." Pamit Anya menyalami punggung tangan Alea.

"Hati-hati bawa mobilnya.. Jalanan pasti licin sayang.. " Anya mengangguk mendengarkan nasihat Alea.

Setelah itu Anya pergi meninggalkan dapur dan Alea yang masih sarapan sambil mengantuk.

Anya memakaikan sepatunya tak lupa membawa kunci mobil, untung mobilnya didalam garasi jadi tidak kehujanan.

Anya masuk kedalam mobil tak lupa menghangatkan mesinnya beberapa menit, lalu melakukan mobilnya menuju sekolah.

Padahal Anya didalam mobil, tapi udara dingin ini benar-benar terasa. Anya juga sudah memakai jaket.

Arah pandang Anya cukup terganggu karena hujan dan juga hari yang masih pagi, membuat mobil yang dia kendarai melaju dengan kecepatan sedang.

Ah.

Anya baru ingat, dia melupakan menghapal mata pelajaran yang menjadi jadwal ujian hari ini.

Anya menepuk keningnya, saat mobilnya berhenti di lampu merah.

Anya membuka tasnya dan membaca sedikit beberapa kalimat di bukunya, sambil menunggu lampu rambu lalu lintas berubah.

Lumayan kan.

Anya Oktaviani (SLOW UP) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang