Tidak terasa sekarang ini adalah hari dimana Anya akan berkunjung ke rumah orang tua Abian, tentu saja Anya pergi bersama Abian.
Yang awalnya Abian tidak ingin melibatkan Anya lagi tentang keluarganya, tapi. Tidak mungkin juga terus menerus seperti ini, jika suatu saat nanti Abian ingin bersama Anya selamanya.
Pagi ini Abian sudah tiba di rumah Anya, yang seperti biasa hanya ada bibi yang menyambutnya saat pintu rumah ini terbuka.
"Assalamu'alaikum bi.." Sapa Abian.
"Walaikumsalam, den Abian.. Ayo masuk.." Bibi mempersilahkan Abian masuk dan menyuruh duduk disofa ruang tengah.
"Sebentar ya, non Anya bentar lagi turun." Lanjut bibi.
"Iya bi.." Jawab Abian ramah.
"Kalau gitu bibi ke dapur dulu ya.." Abian hanya mengangguk ucapan bibi, dan bibi pergi ke dapur.
Tak lama kemudian, Anya terlihat menuruni tangga. Abian menatap Anya penuh senyum, Cantik.
Ya, sudah sangat jelas Anya memang cantik sejak lahir.
Hanya saja saat di sekolah, kesan pertama karena kelakuan Anya yang tidak baik itu terkadang menghalangi kecantikan yang alami ini.
Namun, sekarang Anya sudah berhenti.
Anya sudah berubah, dan itu pun karena Abian yang membuatnya jatuh cinta dan menjadi Anya yang seperti sekarang ini.
"Pagiiii...." Dengan langkah cepat setelah menuruni tangga terakhir, Anya menyapa Abian dan memeluk Abian.
"Pagii.." Jawab Abian dengan senang membalas pelukan Anya, tak lupa mengecup pelan kepala Anya.
"Maaf, nunggu lama ya?" Anya melepas pelukan mereka, namun tangannya melingkar di pinggang Abian.
"Enggak kok, aku juga baru sampai." Jawab Abian sedikit menunduk untuk menatap jelas mata Anya.
"Sarapan dulu yuk.." Ajak Anya yang di angguki Abian.
Ya, kemarin Anya mengajak Abian sarapan bersama pagi ini sebelum berangkat.
Mereka berdua berjalan menuju dapur, sudah ada beberapa lauk pauk yang disiapkan bibi.
Bibi tersenyum melihat Anya dan Abian duduk di kursi meja makan, bibi merasa bahagia melihat Anya yang sekarang. Selalu menunjukan banyak ekspresi, terutama saat bersama Abian. Anya selalu banyak tersenyum ceria, ini yang ingin bibi lihat sejak lama.
Bibi berharap Anya nya ini bisa terus tersenyum bahagia.
Abian dan Anya menikmati sarapan mereka, sederhana. Namun disela-sela itu selalu ada tawa kecil, moment yang jarang sekali.
Abian selesai lebih dulu dan menyimpan piring kotornya ke wastafel.
"Gak usah di cuci.. Nanti aja." Ucap Anya dan membuat Abian menoleh.
"Gak papa sekalian aja.." Jawab Abian sambil tersenyum.
Anya bangun dari duduknya, menahan kedua tangan Abian yang hendak mencuci piring kotor.
Anya menggelengkan kepalanya, sambil cemberut. Abian gemas melihat Anya seperti ini, dengan iseng Abian menciptakan sedikit air ke wajah Anya.
"Aaa... Abiaann.." Anya di buat terkejut, lalu tak mau kalah dan membalas mencipratkan air pada Abian.
Namun tidak kena, karena Abian langsung berlari.
"Ihh, curang." Kesal Anya.
Anya kembali ke meja makan dan membereskan piring kotor bekas makannya, tak lupa juga menghabiskan air putihnya lalu menyusul Abian yang berjalan cepat menuju ruang tamu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anya Oktaviani (SLOW UP)
Novela JuvenilJangan lupa follow akun author yaa 🥰🥰 Cerita baru lagi nih.. Jangan lupa tambah ke cerita favorit kalian 😊 Typo bertebaran 🙏🙏 Semoga gak moodyan ya nulis nya 😁😁😁🙏🙏.. Mohon maaf bila ada kesamaan dalam Nama, tempat dllnya.. Ini real ceri...
