Hari ini Anya pergi ke supermarket bersama Alea dan Dean, untuk belanja mingguan yang bahkan hampir jarang mereka lakukan.
Karena selalu bibi yang belanja, semenjak mereka disibukan dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Namun.
Semenjak kejadian kemarin, Alea dan Dean sesibuk apa pun mereka tetap meluangkan waktunya untuk Anya sesering mungkin.
Tentu saja Anya merasa senang.
Memang ini yang Anya inginkan, bukan dingin dan hampa yang selalu menemaninya.
Ditengah asiknya belanja tiba-tiba ponselnya bergetar, Anya melihatnya dan ternyata pesan dari Abian. Dengan cepat Anya membalas pesan itu, dan memberitahukan pada Abian jika dirinya sedang berbelanja bersama orang tua.
Merasa tidak ada tanda-tanda balasan dari Abian lagi, Anya menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku dan melanjutkan memilih camilan untuk stok satu minggunya.
Sudah dua troli penuh dengan camilan dan bahan pokok dapur, Dean yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya.
Hanya satu hari saja dompetnya terkuras banyak.
Tapi tak apa, asalkan anak dan istrinya merasa bahagia. Bahkan Dean sempat memikirkan untuk mengambil cuti dan mengajak keluarga kecilnya berlibur, kebetulan juga Anya selesai ujian dan libur panjang.
Dean mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sekertaris yang membantunya dirumah sakit,untuk mengosongkan jadwalnya selama lima hari terhitung dari lusa.
Karena besok Dean sudah memiliki janji dengan pasien.
Tinggal Dean membicarakan liburan ini dengan Alea dan Anya saat tiba di rumah nanti.
Tidak terasa hanya berbelanja saja menghabiskan waktu berjam-jam, Dean merasa lelah mengikuti dua wanitanya kesana kemari. Dan sekarang dirinya merasa lapar, Dean menghampiri Alea yang hendak mengambil barang yang berada di atas.
Alea berloncat kecil karena susah, Dean berdiri di belakang Alea. Membuat wanitanya terkejut dan membeku, Dean mengambil barang yang tadi tak sampai oleh Alea dan menyerahkan pada istrinya.
Dean tersenyum saat melihat wajah Alea yang memerah, meski usia sudah tak muda lagi. Mereka terlihat awet muda, dan terlihat seperti pasangan pengantin baru.
Baru apa nya? Baru punya anak satu yang berumur 17tahun -_-
"Sayang masih lama gak?" Tanya Dean yang terus mendorong satu troli, karena satunya di bawa Anya yang isi camilan anaknya itu.
"Kenapa?" Tanya Alea menghentikan langkahnya.
"Aku udah laper, kita makan dulu ya.." Ucap Dean, Alea berbalik dan merasa bersalah pada sang suami.
Alea mendekat lalu mengusap pelan pipi Dean dan mengangguk.
"Kamu langsung ke kasir, aku cari Anya dulu." Usul Alea yang di angguki Dean.
Dean langsung berjalan ke kasir dan Alea mencari Anya di tempat camilan, dan benar saja anak gadisnya itu tengah memilah-milah camilan di kedua tangannya.
"Sayang.." Panggil Alea setelah berada dekat dengan Anya.
"Eh, Ma.. Kenapa?" Tanya Anya yang akhirnya memilih camilan di tangan kanannya.
"Udah selesai? Papa laper katanya.. Ajak makan dulu." Lanjut Alea.
Anya mengangguk, "Boleh, Anya juga udah laper.. Segini dulu aja belanja jajan nya.. Hehhe.." Jawab Anya sambil cengengesan karena yang dia tunjuk isi troli ini sudah penuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anya Oktaviani (SLOW UP)
Teen FictionJangan lupa follow akun author yaa 🥰🥰 Cerita baru lagi nih.. Jangan lupa tambah ke cerita favorit kalian 😊 Typo bertebaran 🙏🙏 Semoga gak moodyan ya nulis nya 😁😁😁🙏🙏.. Mohon maaf bila ada kesamaan dalam Nama, tempat dllnya.. Ini real ceri...
