Udah berusaha nahan buat up, tapi gak bisa.. Padahal masih di kecewain votenya dikit banget😞😞
Tapi tetep pengen up lagi aja..
Sedih sebenarnya mah😞😞😞
Gak susah kok, cuma vote aja, gak komen juga gpp..
Thanks buat yang masih baca..
☘️☘️☘️
"Ughh.." Anya melenguh, kepalanya sangat pusing. Bahkan tengkuk nya terasa sakit.
Mata Anya menggercap dengan perlahan, membuka matanya. Silau. Anya menyipitkan matanya karena menerima cahaya yang mendadak, lalu berusaha untuk sadar sepenuhnya.
Anya ingat sekarang, apa yang terjadi pada dirinya. Saat Anya bergerak, dirinya sadar tangan dan kaki nya di ikat.
Sangat kencang membuat Anya kesakitan.
"Halo cantik.. Udah bangun lo?" Suara seseorang membuat Anya menoleh.
Siapa?
Batin Anya.
Anya mengerutkan keningnya, dia merasa tidak pernah bertemu dengan orang yang duduk di depannya ini.
"Pasti lo bingung ya kenapa bisa di sini?? Sama gue juga.. Hahahha.." Tawa yang menggelegar membuat Anya takut dan merinding.
Orang gila.
Batin Anya.
Anya masih diam tidak berminat untuk menjawab orang di depannya. Dan orang itu juga hanya diam sambil menatap Anya, namun Anya di buat merinding lagi karena tatapan orang itu menakutkan. Seolah akan melahapnya.
Bisa Anya lihat, tempat yang gelap seperti gudang yang tidak terpakai. Kotor dan tercium bau tidak sedap, juga banyak barang-barang yang rusak di sekitar dirinya.
Juga ada kotak-kotak besar didekat pintu, tempat yang benar-benar mengerikan. Hanya ada satu penerangan dari ujung sana yang menyoroti tempat dirinya, tidak tau ini ada dimana.
Anya kembali menatap kedepan, terlihat orang itu tengah melihat jam yang ada di pergelangan tangannya, juga sesekali mengecek ponsel nya. Anya juga mendengar gumaman kecil, namun tidak tau apa yang di gumamkannya.
Lalu Anya menoleh ke arah pintu yang tiba-tiba terbuka, ada dua pria asing lagi yang tidak tau siapa mereka.
"Gimana?" Tanya orang yang duduk di depan Anya pada dua orang itu.
"Mereka terkecoh, bahkan sampai keluar kota." Jawab salah satu pria yang berjaket kulit hitam.
Anya bisa menebak, mungkin mereka satu kelompok.
Namun Anya dibuat bingung lagi, apa yang mereka bicarakan ini? Lalu apa urusannya dengannya? Setau Anya, dirinya tidak memiliki musuh seperti ini.
"Wihh.. Cantik juga nih cewek." Dan yang ngomong ini cowok yang cuma pake kaos oblong warna navy dan celana levis panjang sobek-sobek.
Mata Anya membulat saat mendengar perkataan itu, juga cowok yang berkaos oblong ini mulai mendekati dirinya.
"Stop! Gak usah deket-deket!!" Bentak Anya yang mulai panik.
"Wihh, cantik kok galak sih.. Haha.." Anya tidak tau harus bagaimana karena diikat, Anya hanya berharap ada seseorang yang menolongnya saat ini.
"Hahaha..." Lagi Anya merinding saat mendengar tawa orang yang duduk di depannya.
Jika Anya boleh jujur, orang di depannya ini tidak terlihat seperti gangster. Bahkan setelan yang dia pakai pun terlihat seperti orang pada umumnya, berbeda dengan dua orang tadi yang terlihat seperti preman.
"Lo mau denger cerita gak?" Tiba-tiba saja ucapan orang ini membuat Anya semakin bingung.
Anya tidak menjawab dan hanya menatap tajam pada orang ini.
"Percuma, lo tatap gue kaya gitu.. Gue gak takut, malah gue pengen cicip lo." Anya terkejut dengan ucapannya, Anya semakin takut sekarang.
Pergelangan tangan dan kaki nya terasa perih, akibat ikatan tali yang terlalu kuat.
"Nahh, gini aja kan keliatan tambah cantik kalau lo kalem." Lanjut orang itu.
Jantung Anya berdegup kencang, sebenarnya Anya punya salah sama siapa? Sampi bisa-bisa di culik dan di ikat seperti ini.
"Lo percaya gak kalau seseorang bisa berubah dan berpura-pura?" Tanya orang itu, yang lagi bikin Anya bingung.
Namun Anya tidak menjawabnya.
"Ya pasti sih.. Karena hampir semua orang selalu berpura-pura.. Di mulut bilang A dan di hati bilang B.. Munafik." Perkataan orang ini membuat Anya tertohok.
Anya juga sadar akan dirinya yang sering berpura-pura baik-baik saja padahal tidak sama sekali.
"Lo tau? Sebenarnya lo gak ada urusannya sama gue.. Cuma gara-gara lo dia jadi lelet." Kening Anya mengerut, bahkan Anya ingin sekali memaki orang di depannya ini. Sedari tadi berbicara yang bahkan tidak ada satupun yang Anya pahami.
"Tapi tenang aja, selagi lo anteng kaya gini gue gak bakal macem-macem sama lo ko." Lanjut orang itu.
Lalu Anya melihat dua orang tadi bawa meja yang di atasnya ada leptop dan beberapa lembar kertas, yang Anya tidak tau apaan itu.
"Sebenarnya gue juga udah cari tau tentang hidup lo.. Kasian kalau gue inget-inget.. Lo gak pernah punya temen yang ngertiin lo, bahkan ortu lo jarang ada waktu." Tertampar dengan kenyataan, fakta yang di ucapkan orang itu membuat mata Anya memanas.
Rasa sesak di dalam hatinya meluap.
Memang tidak ada yang salah, lalu kenapa? Bukannya orang ini bilang tidak ada urusan dengannya, tapi ternyata dia mencari tau tentang dirinya.
Sebenarnya apa mau orang ini?
Satu tetes cairan bening berhasil keluar dari matanya, cowok yang didepannya Anya tersenyum.
Bukan senyum ramah, tapi senyum menakutkan.
Cowok itu menggeser kursinya agar semakin mendekat pada Anya.
Tangan cowok itu terulur mengusap lelehan air mata di pipi Anya, Anya memalingkan wajahnya untuk menghindar. Namun sayang, disini Anya tidak bisa melakukan apapun.
"Ssttt.. Jangan nangis, lo cantik jadi gak usah nangis.." Ucap cowok itu yang sekarang mengusap kepala Anya.
Anya memejamkan matanya, takut.
Anya sangat takut sekarang.
Orang ini benar-benar gila.
Orang itu melihat setiap perubahan ekspresi diwajah Anya, bahkan kening Anya mengeluarkan keringan. Dengan telaten dia mengusap keringat di kening Anya, dan sesekali tersenyum miring.
Pipi Anya di tepuk berkali kali meski pelan.
"Lo pasti gerah ya? Disini gak ada Ac.. Gue bantu bukain kancing seragam lo ya.."
"STOP.. JANGAN SENTUH GUE!!!" Teriak Anya panik, namun cowok itu seolah tuli karena kedua tangan itu sudah membuka dua kancing atas seragamnya.
"Nah.. Adem kan?" Ucap cowok itu dengan santai.
Anya memejamkan matanya lagi, berusaha untuk kuat dan tenang. Agar orang ini tidak melakukan hal lebih pada dirinya.
Mata Anya terbuka lagi dan memandang orang ini dengan tatapan dingin, namun cowok itu lagi-lagi malah tersenyum.
Gila.. Bener-bener cowok gila..
☘️☘️☘️
KAMU SEDANG MEMBACA
Anya Oktaviani (SLOW UP)
Teen FictionJangan lupa follow akun author yaa 🥰🥰 Cerita baru lagi nih.. Jangan lupa tambah ke cerita favorit kalian 😊 Typo bertebaran 🙏🙏 Semoga gak moodyan ya nulis nya 😁😁😁🙏🙏.. Mohon maaf bila ada kesamaan dalam Nama, tempat dllnya.. Ini real ceri...
