Abian menghampiri Anya yang masih duduk di kursi tempatnya saat masih benjabat sebagai ketua osis.
"Kala kenapa??" Tanya Abian mengusap lembut kepala Anya.
Mungkin hal kecil ini sudah menjadi hobi Abian, mengusap kepala sang pacar.
"Aku juga gak tau ada apa.." Setelah Anya menjawab, lalu Daniel masuk.
"Gue duluan ya.. Gue di suruh cepet balik sama bokap." Ucap Daniel membawa satu dus kecil terakhir miliknya.
"Oke, Hati-hati bro.." Jawab Abian dan Anya hanya menganggukan kepala.
Daniel merespon dengan mengangkat jempol tangan kanannya, lalu keluar dari ruangan.
"Kayanya mereka ada sesuatu deh.." Ucap Anya pada Abian yang juga sudah selesai merapihkan barangnya.
"Aku juga kurang tau, Daniel sekarang terlalu tertutup.. Meskipun dulu sama tapi semenjak sesuatu terjadi, Daniel jadi seperti sekarang." Jawab Abian membawa barangnya, dan Anya mengikuti Abian.
Mereka keluar dari ruangan, tak lupa Abian mengunci pintunya. Kunci ruang OSIS ini ada tiga, satu ada padanya, satu lagi di ketua osis yang baru, dan satu nya di ruang guru.
Abian memastikan kuncinya ke dalam tas.
"Sesuatu terjadi? Apaan?" Tanya Anya yang cukup membuatnya penasaran.
Mereka berdua berjalan dipotong kelas menuju parkiran.
"Hmm, maaf sayang. Aku gak bisa jelasin apa yang terjadi, sampai Daniel sendiri yang mau membicarakan ini." Jawab Abian.
Anya menoleh pada Abian, lalu mengangguk.
"Oke gak papa, mungkin itu masalah serius sampai kamu gak bisa jelasin." Ucap Anya yang di angguki Abian.
"Maaf ya.. Kita harap mereka baik-baik saja." Lanjut Abian yang sekarang di angguki Anya.
Mereka berdua tiba di parkiran siswa.
Abian menyimpan barang-barangnya di jok belakang, setelah itu duduk di balik kemudi dan Anya di sampingnya.
Tujuannya sekarang menuju kosan Abian, menyimpan semua kotak ini juga merapihkannya kembali.
Anya sengaja tidak pulang ke rumah terlebih dulu, untuk apa?
Rumah mewah yang selalu sepi, bahkan Anya mendapatkan kabar lagi beberapa jam lalu dari sang Bunda yang memberitahukan bahwa beliu akan terbang ke negara Jepang untuk urusan bisnisnya.
Anya hanya bisa menghela nafas, dan mendo'akan semoga bundanya baik-baik saja disana.
"Oh iya, kita jadi kan kerumah ibu kamu?" Tanya Anya.
Abian menoleh disaat fokus mengemudi, "Kamu serius mau ikut? Aku takut Kak Galang nyakitin kamu lagi." Jawab Abian mengusap lembut pipi sebelah kanan Anya, dengan satu tangan kirinya.
"Aku gak apa-apa, disana juga kamu, ayah dan ibu juga kan??" Lanjut Anya.
Abian menghela nafas, "ya sudah.. Besok pagi aku ke rumah kamu.."
Anya menganggukan kepalanya.
Tak lama kemudian mereka tiba di tempat Abian, Abian memarkirkan mobil milik Anya bersebelahan dengan motor miliknya.
Anya membantu membawa barang yang ringan saja, agar Abian tidak keteteran.
Setelah selesai membawa barang kini mereka duduk lesehan dan bersandar di samping ranjang.
"Maaf ya aku ngerepotin kamu.. Dan makasih sudah bantu aku." Ucap Abian menggenggam tangan kanan Anya.
Anya menoleh dengan posisi yang sama, "Sama-sama.. Dan itu tidak merepotkan, aku senang apa pun itu asal sama kamu.. Hehe.." Anya geli sendiri mendengar ucapan terakhirnya.
Abian juga ikut geli mendengarnya, "kamu gombalin aku?" Abian gemas dan muncubit pipi Anya.
"Aaa.. Sakit tau, main cubit aja.. Aku gak gombalin ya.." Jawab Anya sambil mengusap kedua pipinya yang terasa panas.
"Hehe maaf.." Abian juga ikut mengusap lembut pipi Anya, "Mau makan disini?" Tanya Abian.
"Hmmm..." Anya tampak berpikir, "Kayaknya.. Aku makan di rumah deh, sekarang belum laper cuma haus aja.. Beli yang seger-seger yukk.." Jawab Anya.
Abian lagi-lagi terkekeh, dan menganggukan kepalanya.
Abian mengambil kunci motornya, "Kamu ganti pake celana olahraga aku dulu sana.." Abian menyuruh Anya untuk mengganti roknya.
Anya mengangguk dan mengambil celana olahraga yang diulurkan Abian, lalu masuk ke kamar mandi.
Abian menyuruh seperti itu, agar Anya merasa aman dan nyaman saat motoran.
"Yukk.. Aku udah selesai." Anya melipat rok putih Abu-Abu nya dan memasukannya kedalam tas miliknya.
"Pake jaket ya sayang.." Anya mengangguk saat Abian kembali mengulurkan jaket milik Abian.
Dengan senang Anya memakainya, lalu mereka berdua keluar dan berjalan menuju parkiran.
Mereka berdua pun motoran keliling sekitar tempat kos saja, untuk mencari camilan dan minuman segar.
Karena terlalu sering jajan, Abian sampai hapal apa kesukaan Anya. Dan benar motor Abian berhenti di kedai-kedai yang memang Anya mau.
Selatan cukup dengan jajan dan motorannya, mereka berdua kembali ke tempat kos. Makan jajanan yang tadi mereka beli, dan berbincang dengan segala hal mereka bahas.
Berbeda di tempat lain.
Daniel, setelah pulang dari sekolah dirinya kembali ke apartemen. Dan membereskan semua berkas-berkasnya saat menjabat di osis, memang tidak banyak.
Sebenarnya tidak ada alasan untuknua harus pulang cepat, bahkan tidak ada yang harus di urus dengan sang Ayah.
Daniel terdiam, duduk di kursi belajarnya. Menatap keluar jendela, melihat banyaknya gedung-gedung yang tak kalah tingginya.
Dengan langit yang terlihat jingga.
Daniel mengingat kejadian saat di ruang osis, yang membuat jantungnya berdegup kencang.
Perasaan asing yang dulu pernah Daniel alami kini kembali muncul lagi, sudah tiga tahun perasaan seperti itu padam. Dan kini kembali menyala, entah kenapa ini bisa terjadi.
Bahkan perasaan yang tiga tahun padam itu pun masih belum selesai.
Daniel memejamkan matanya, menghela nafas berat.
Daniel merasa menyesal dengan tiga tahun yang membuat nya merasa membuang waktu yang sia-sia.
Tiga tahun lalu, perasaan yang muncul meski hanya cukup tiga bulan. Hanya butuh tiga bulan jantungnya berdebar bahkan merasakan cinta yang luar biasa.
Namun tidak lama setelah melayang di angkasa, Daniel harus jatuh ke dasar kekecewaan, dan rasa sakit yang membuatnya sulit melepas jeratan ini hingga tiga tahun lamanya.
Dan dari kejadian itu Daniel menjadi semakin tertutup, bahkan sulit untuk di dekati oleh siapapun. Kecuali Abian, itu pun tidak sedekat atau seterbuka dulu.
Ini rumit.
Daniel harus menyelesaikan perasaannya yang belum pulih ini.
Setelah ujian nanti, Daniel akan menyelesaikannya satu persatu.
Siapa?
Siapa sebenarnya yang membuat Daniel seperti ini?
.
.
.
. TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Anya Oktaviani (SLOW UP)
Teen FictionJangan lupa follow akun author yaa 🥰🥰 Cerita baru lagi nih.. Jangan lupa tambah ke cerita favorit kalian 😊 Typo bertebaran 🙏🙏 Semoga gak moodyan ya nulis nya 😁😁😁🙏🙏.. Mohon maaf bila ada kesamaan dalam Nama, tempat dllnya.. Ini real ceri...
