"Abang dimana Sayang?" Tanya Azwin begitu melihat meja makan kosong. Tadi pagi saat sarapan bersama, bapak dua anak itu tak juga melihat batang hidung anak Sella tersebut.
Pembicaraan mereka yang terkesan berat dari yang sudah-sudah mungkin menjadi salah satu alasan Arion menghindari Azwin hari. Yang tak Arion tahu, daddy nya itu sengaja mengosongkan jadwal prakteknya hari ini guna mengantarkan laki-laki yang sudah dianggap anaknya kandungnya sendiri ke bandara untuk ibadah umroh.
Pergantian tahun ini, Arion ingin menyendiri. Tak berkumpul dengan keluarga mereka. Dan kota haram lah yang menjadi destinasi nya.
Pilihan yang jarang di pilih oleh seorang laki-laki singel untuk menyongsong tahun yang baru. Biasanya, di luar sana, para laki-laki memilih untuk berkumpul bersama teman-teman seusianya dan mengadakan party untuk merayakan bergantinya tahun itu.
Namun, Arion, laki-laki yang tak banyak memiliki teman itu mencoba kembali ke track awal untuk menanggulangi rasa sakitnya dengan mengunjungi pusat dunia agama Islam tersebut. Meski tujuannya tak melulu untuk ibadah, lebih kepada pelarian semata, Arion percaya mengadukan perasaannya di tanah haram itu lebih efektif ketimbang pergi menghadiri pesta tahun baru yang banyak koleganya buat.
"Belum turun kayaknya. Kamu gak terlalu keras sama Rion kan Bang?" Tanya istri Azwin pada suaminya.
Azwin yang mendapat pertanyaan seperti itu, mengerutkan keningnya "jangan anggap anak itu anak kecil terus Sayang" Protes Azwin pada sang istri. Pasalnya, tak istrinya, tak Maya, tak juga Zara sepertinya selalu menganggap Arion masih kanak-kanak, yang berperasaan halus dan tak bisa diberi pelajaran sedikit keras.
"Bukan cuma aku yang nganggap Rion anak kecil Bang. Kamu gak sadar, kamu sama Adit pun juga masih nganggap Rion anak kecil loh. Apa perlu aku jabarkan?"
Dengan susah payah Azwin mencoba menelan ludahnya sendiri. Setelah ia pikir-pikir, memang adakalanya Arion tak ia diijinkan untuk melakukan yang berpotensi menyakiti dirinya sendiri. Sebagai anak tertua dan anak dengan penuh luka, keluarga besarnya tentu tak ingin semakin menorehkan luka pada diri anak itu. Akan tetapi, para orang tua lupa bahwa itu bisa membunuh karakternya dan membuatnya menjadi seperti saat ini.
Terlalu berlarut pada rasa sakit yang harusnya belum sepenuhnya tergores. Ia hanya di tolak sebelum jatuh cinta pada pesona Manda sedalam-dalamnya, akan tetapi yang keluarganya lihat Arion seakan sudah terjebak dengan perasannya sendiri dan kesakitan akan hal itu.
"Aku hanya mau dia lebih dewasa. Di dunia perempuan tak hanya satu, Sayang. Lagian Rion juga gak terlalu mengenal Manda, hanya beberapa kali pergi bersama, itupun dengan Hawa dan Alif, jadi kalau anak itu terlalu patah hati sepertinya gak wajar deh" Kilah Azwin.
Bunda Aisyah hanya bisa mendengus kasar mendengar pembelaan yang Azwin katakan untuk menyadarkan Arion bahwa dunia tak hanya selebar daun kelor "ini poinnya bukan tentang dia kenal Manda atau gak, Bang. Ini poinnya tentang Rion yang baru pertama membuka hati. Kamu paham gak sih rasanya, pertama kali jatuh cinta lalu nembak si ceweknya eh gak taunya di tolak? Kan sakit Bang. Ngerti kan maksud ku?"
Azwin hanya memanggut-manggutkan kepalanya. Pemikiran nya yang berbeda dengan pemikiran sang istri sedikit ia benarkan. Kalau para laki-laki menilik masalah memakai logo kan, lain halnya dengan perempuan yang menilai masalah dengan perasaan. Dan mungkin benar apa kata bunda Aishah tersebut, bahwa dirinya terlalu ingin Arion cepat move on tanpa memikir bagaimana perasaan Arion setelah di tolak padahal lelaki itu sudah sekuat hati mencoba.
"Trus sekarang gimana?"
"Biarin dulu Bang. Biar dia sadar sendiri. Toh, setelah ini dia umroh, aku yakin sih Rion gak akan diam aja disana. Pasti ada doa-doa khusus yang nantinya akan dia minta juga. Kamu cukup do'akan, agar sepulang dari Mekkah, dia gak menutup diri lagi dan mau membuka hati untuk perempuan lain"
"Jodohin aja deh. Kayaknya di rumah sakit ada tuh dokter perempuan yang masih jomblo" Ucap Azwin santai.
Bunda Aisyah yang mendengar itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Suaminya itu sepertinya tidak belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Seakan lupa, bahwa Maya pernah melakukan hal itu untuk membuat Arion menarik kata-katanya untuk tak ingin menikah sampai tua. Dan bisa di tebak hasilnya, tentu tak ada yang berhasil, yang ada Arion malah membuat nama keluarga mereka terancam karena caranya menolak sungguh di luar nalar.
"Boleh tu Dad, nanti tolong carikan perempuan yang paling cantik ya, yang seksi juga" Arion yang tiba-tiba sudah berdiri di anak tangga terakhir, menanggapi ocehan Azwin dengan cemoohan.
"Oke, mau yang pakai rok cuma 5 senti gak? Ada tuh kayaknya koas di rumah sakit" Balas Azwin tak kalah sarkas.
Arion yang merasa ditantang, Buku-buku duduk di meja makan sambil menatap Azwin dengan sok antusias "boleh tuh, asal masih perawan sih oke aja. Soalnya sayang nanti kalau gak perawan, perjaka ku sia-sia dong" Jawab Arion semakin menjadi.
Pletak!
Tangan bunda Aisyah yang tertahan sejak tadi akhirnya beraksi. Perempuan itu mengeluarkan laser dari matanya untuk dua laki-laki di hadapannya ini. Pembahasan yang bersifat gurauan itu, tak disukai oleh istri Azwin karena dianggap sudah melecehkan kaum wanita. Padahal tidak semua yang berpakaian terbuka, tak bisa menjaga keperawanannya. Mereka hanya di nilai berdasarkan banyaknya oknum yang berkelakuan buruk.
"Ngomong lagi kayak gitu, Bunda do'ain jodoh sama Manda loh" Ejek istri Azwin.
Ejekan istri Azwin itu seketika membuat Arion kicep dan mengkerut. Bukan tak ingin diberikan doa yang baik, namun ia sadar diri bahwa sudah tak ada harapan apapun bagi nya untuk bisa mendapatkan perempuan bercadar itu. Hari pernikahan mereka bahkan kurang dari sepuluh hari dari saat ini.
"Jangan ngasih angin surga deh Bun, sama anak sendiri gitu banget" Protes yang Arion lakukan membuat Azwin dan istrinya terbahak-bahak.
"Makanya, biar di cariin Daddy, dokter-dokter muda di rumah sakit sana loh, kan sama tuh sama Manda"
"Kalau kayak gitu gak usah jauh-jauh lah Bun, orang Mami sama Hawa punya stok yang deket-deket rumah. Lagian Manda mah bukan dokter kali Bun"
"Loh bukan dokter? Kok bisa? Kan dia temen Hawa"
"Terus kalau temen Adik emang harus seprofesi gitu? Kan enggak Bun"
"Serius Bang, Bunda baru tahu loh Manda itu bukan dokter. Terus, terus kerjaan dia apa? Kan tiap pagi dia pergi kerja kan, kayak Hawa?"
"Guru Tk"
"Serius? Ya Allah pantes kamu kejar-kejar ternyata sesuai ya sama keinginan kamu dulu"
"Masak iya Bun?"
"Dulu kamu itu suka bilang, mau punya istri guru aja yang kerjanya cuma dari pagi sampai siang. Gak kayak Daddy atau Mami yang kadang-kadang di telepon pasien gawat darurat sewaktu-waktu"
"Harusnya berarti Manda nikahnya sama aku ya Bun?"
.
.
.
21012024
Borahe 💙
KAMU SEDANG MEMBACA
KARUNA
RomanceAwal nya tak pernah kenal sebelumnya, tak pula di jodohkan, keinginan menikah pun tak pernah terbesit, namun tiba-tiba hati Arion tergerak untuk menikahi sahabat adiknya itu.. Sayangnya, rencana untuk menikahnya tidak sesuai dengan kemauannya. Detik...
