Salma mengambil jilbab nya pada gantungan baju yang berada di dalam kamar nya. setelah memakainya dia langsung keluar dari kamar.
Salma berjalan ke arah sumber suara yang dia dengar, ternyata suami nya sedang menerima tamu. dua orang laki laki kini sedang duduk berhadapan dengan Rony.
Edo, seorang dokter kandungan hebat yang berhasil melambungkan tinggi nama nya. banyak orang orang yang berhasil melakukan program kehamilan yang terbantu atas jasa nya.
dan Paul, seorang dokter spesialis jantung terkenal. dia tak kalah hebat nya dengan Edo. Paul pun berkali kali menyelamatkan orang orang yang tengah beraada di ujung nyawa.
mereka tidak hanya bertiga, ada satu perempuan yang menjadi teman karib nya semasa kuliah kedokteran dulu. nama nya Nabila, dia mengambil spesialis tht, karena Nabila senang sekali berbicara dengan orang budek, karena lucu menurut nya.
dan untuk Rony sendiri, dia adalah dokter bedah yang hebat. hidup nya selalu di isi oleh daging daging manusia yang di robek nya menggunakan alat alat steril dari stainless.
tak ayal, jika tengah malam Rony sering kali mendapat telfon karena ada operasi mendadak yang harus segera di lakukan. dan Salma harus ikhlas melepas suaminya yang kadang kala tengah asyik memeluk dan mendekap nya.
"Sal" sapa Edo dengan sekali anggukan.
"iya kak" jawab Salma "dari kapan?"
"barusan aja kok Sal" jawab Paul.
"sini sayang" Rony mengarahkan tangan nya pada Salma, meminta istri nya itu untuk duduk di sebelah nya.
Salma menerima uluran tangan itu, tapi Salma menolak ajakan suami nya "aku bikinin minum dulu ya mas. masa ngobrol ngga ada cemilan nya ya kan, pasti garing"
"bener banget Sal, tau aja kamu" Edo menunjuk Salma dengan semangat.
"lo kalo makanan aja cepet lo" ledek Paul.
"hahahha, yaudah sebentar ya"
Salma pun meninggalkan ketiganya ke dapur, mengambil beberapa cemilan yang tersedia, dan membuat minuman dingin sebagai pelengkap nya.
"habis nangis Ron?" tanya Paul. Rony yang mengerti akan maksud nya pun hanya menganggukkan kepala nya.
Paul adalah orang yang berjasa dalam hubungan Rony dan Salma. karena dialah yang mengenalkan kedua nya.
waktu itu, Paul sedang pergi ke acara kajian, di sana dia bertemu dengan Salma yang sedang menjadi host acara. karena Paul termasuk orang yang mendapat acsess vip, Paul pun bisa mengenal Salma lebih dekat. dan pada akhirnya, mengenalkan dia pada Rony sahabat nya.
gadis sholehah, yang sangat baik kepribadian nya. bahkan Salma pun juga membawa pengaruh baik pada Nabila. semenjak mengenal Paul, Salma jadi mengenal semua teman teman nya, yang memang dengan sengaja Paul bawa di setiap pengajian yang di bawa acara nya oleh Salma.
"masalah anak lagi?" sambung Edo.
"iya, tadi ada mama kesini. dia bawa Bunga, mereka terus ngedesak Salma buat gua mau menikah lagi supaya dapet anak" Rony menepukkan kedua telapak tangan nya di atas paha nya sendiri saat mengakhiri kalimat nya.
"lo ngga bilang sama tante Santi kalau lo berdua sehat?" Edo kembali mengintrogasi.
"udah" jawab Rony dengan gerakan kepala "tapi mama ngeyel banget, hhmhh. lama lama gua juga ngga tega lihat Salma. gua juga cape denger dia nangis, ngebujukin gua biar mau nikahin Bunga"
"Bunga perasaan ada cowo deh" celetuk Paul. membuat Rony dan Edo menatap nya.
"iya serius ada, dokter baru itulo, mereka sama sama jaga ugd kok" terang Paul pada kedua teman nya.
"tapi kan Bunga emang suka sama Rony dari dulu" ucap Edo.
"tapi kan gua sekalinya suka sama Salma" jelas Rony.
"ee yaudah sih ngga usah di perjelas" Edo sangat geli mendengar kebucinan Rony.
"kuatin Salma. buat dia merasa kalau lo ada di pihak nya, gua yakin, lo paham apa yang harus lo lakuin" Paul menepun pelan bahu Rony yang berada lebih dekat dengan nya.
"sesekali suruh healing kek, metime, atau keluar noh sama Nabila, belanja belanja, biar ngga penuh itu isi kepala nya si Salma" usul Edo.
"iya"
saat obrolan itu berakhir, bertepatan dengan Salma yang tiba dengan membawa senampan minuman. lalu kembali lagi mengambil beberapa cemilan yang tadi sudah di siapkan.
"kenapa ngga manggila aku sih, kan aku bisa bantuin" ucap Rony saat membantu Salma menurunkan piring nya.
"kan kamu lagi ngobrol mas" jawab Salma sembari mendudukkan diri nya di sebelah Rony.
"eh Sal, ada tempat senam baru loh, tempat nya sepi cuma ada cewe aja. di sana biasa di gunakan untuk merilexkan pikiran. biasanya, aku nyaranin pasien ku yang lagi promil ke sana, kalau aja kamu mau coba" tutur Edo.
Salam tersenyum, menatap pada suaminya. Rony pun membalas senyum itu, lalu merengkuh pinggang Salma posesif.
"maaf loh Sal. bukan niat nyinggung, aku cuma ngasih info aja" lanjut Edo yang tiba tiba merasa tak enak.
"dimana itu Do" tanya Rony.
"ada di jalan ubur ubur nomer 12"
"kamu mau?" Rony bertanya pada Salma, dan Salma pun tersenyum.
"boleh?"
"boleh dong" Rony beralih menatap Edo "tapi beneran cewe aja kan di sana Do?"
"bwenerwan Ron" jawab Edo dengan kondisi mulut penuh.
"kalau kamu mau, ntar aku kasih tau Nabila Sal, biar dia yang nemenin kamu" sambung Paul.
"boleh kak"
Rony menarik kepala nya Salma, lalu mencium nya samar. dia begitu tenang melihat senyum Salma, damai dalam hati nya. dari pada seperti tadi, Salma yang menangis, berlutut meminta nya untuk menikahi perempuan lain. itu terlihat sangat menyakitkan di mata Rony.
