11.

5.3K 325 11
                                        

dering telfon membangunkan Nabila dari tidur nya. setalah dua jam girls time bareng Salma, akhir nya Nabila bisa mengistirahatkan diri nya dan memejamkan mata nya meski hanya sebentar.

~hallo Nab~ sapa Paul diujung sana.

"ya, ada apa Powl?" tanya Nabila dengan suara khas bangun tidur nya.

~kamu nanti dateng ngaji kan Nab? atau mau absen?~

"enggalah, masa absen. aku dateng kok, makasih ya udah bangunin" ucap Nabila sembari membangunkan diri nya dari kasur, lalu berjalan ke arah meja rias dan bersiap untuk mandi.

~oh, jadi kamu baru bangun?~

"iya, ini mau mandi" Nabila membersihkan wajah nya menggunakan kapas dan prodak kepercayaan nya.

~yauda gih, keburu abis ashar nya~

"iyaaa"

~oke, ntar aku jemput ya~

"iya Pauuuulll"

setelah sambungan telfon nya terputus, Nabila oun segera masuk ke dalam kamar mandi dan bersiap untuk sholat ashar yang waktu nya tidak lama lagi akan segera habis.

*^*****^*^***^*^*^*^*^*^*^*^*^*^****

jika malam di ujung minggu banyak di gunakan oleh orang orang untuk berkencan, maka hal itu juga di lakukan oleh Salma dan Rony. namun tempat untuk bermalam mingguan mereka berbeda.

Salma dan Rony lebih memilih untuk datang ke tempat yang menyimpan miliaran ilmu agama. mereka berdua selalu menghadirkan diri bersama dengan ketiga teman nya, Nabila, Paul dan juga Edo.

jika ada kalimat 'sahabat til jannah' maka mereka berlima layak mendapatkan gelarnya. bukan hanya dalam mengejar dunia, tapi mereka juga bersama saama mengejar akhirat nya.

"mas kak Paul udah sampe?" Tanya Salma ketika mereka berdua sudah tiba di parkiran.

"belum sayang, yang udah dateng cuma Edo" Rony merapikan beberapa barang nya, kemudian memasukkan ke dalam tas selempang kecil yang selalu menemani nya.

"oh, yaudah yok"

mereka berdua pun turun dari mobil, menghampiri Edo yang sedang menunggunya sembari berdiri di depan mobil nya sendiri.

"kak, udah lama?" pertanyaan Salma mengejutkan Edo.

"eh kaget gua" Edo mengusap ucap dada nya "engga kok Sal, baru aja gua sampe" lanjut nya.

"alai lo, gitu aja kaget" celetuk Rony.

"biarin aja"

dua menit kemudian mobil Paul datang, Nabila turun, dan segera menghampiri Salma. perempuan itu terlihat sangat cantik, gamis berwarna hijau pastel yang memberikan kesan anggun pada diri nya.

gamis itu adalab pilihan Salma untuk sahabat nya tadi saat pergi ke mall, meski tidak di cuci terlebih dahulu, Nabila sangat pd menggunakan nya.

"hmm, baju nya masih bau baru nih" goda Rony.

"diem lo" sarkas Nabila.

"hahahah, nggak usah di cuci Ron, ngga perlu, kan dia ngga ada riwayat keringet buntet" celetukan Edo membuat semua orang tertawa, termasuk Paul.

"sialan lo" umpat Nabila "udah yok Sal, kita masuk" Nabila menggeret tangan Salma. mamun sebelum pergi, Salma berpamitan lebih dulu pada suaminya.

"mas, aku masuk duluan ya" pamit Salma dengan sopan.

"ya ayo barengan aja Sal" jawab Rony yang juga mengait jemari Salma.

"berasa bayi lagi nyebrang deh kalau gini" Salma mengangkat kedua tangan nya, menunjukkan pada Paul dan juga Edo kalau dia sedang di genggam kanan kiri oleh Rony dan Nabila.

Muhasabah CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang