~pyar~
Anita membanting beberapa barang yang ada di kamar hotel nya. dia menangis dan mengamuk setelah mendapatkan dan membaca isi pesan yang di kirim oleh Nabila.
"bajingan kamu mas hiks hiks hisk" Anita terisak di lantai. rambut nya terurai kedepan menutupi wajahnya yang kini berlimbah air mata.
"aku nggak nyangkah kamu sebejhat inih mashh hengh hengh hiks"
hampir dua jam lama nya Anita meratapi nasip nya, terkadang juga menyalahkan takdir karena suami nya yang menghianati nya.
"sayang, kamu kenapa?" Zulfikar yang baru saja tiba di hotel langsung menghampiri Anita yang tengah duduk di lantai.
keadaan kamar sangat kacau, barang tengah berserakan di mana mana. bahkan ada beberapa yang pecah dan rusak.
"sayang, anak kita kenapa? ada apa sama Arhan?" raut wajah Zulfikar terlihat sangat khawatir dan panik. dia memegang tangan Anita dan menggoncangkannya pelan.
Anita menatap tajam kepada suaminya, tatapan bengis seolah mengibarkan bendera peperangan.
"nggak usah sok peduli" Anita mengibaskan tangan Zulfikar.
"sayang, ada apa ini ma? kamu kenapa?"
"ini semu gara gara kamu"
"aku? aku kenapa? apa karena aku telat dateng kesini nya? hufftt maafin papa ma, papa nggak dapet tiket pesawat yang terbang semalem"
"bohong"
"ma, percaya sama papa" Zulfikar maish terus berusaha meyakinkan Anita.
"aku udah nggak peecaya sama kamu mas. AKU UDAH NGGAK PERCAYA" anita semakin histeris.
"KAMU UDAH SELINGKUHIN AKU MAS" Anita menarik kerah Zulfikar dan berteriak di depan wajah nya "kenapa mashh hiks hiks kenapa?? apa karena anak kita mas? apa karena dia nggak terlahir dengan sempurna? aku ini kurang apa mas? KURANG APA?"
~sialan, siapa yang kasih tau Anita?~ batin Zulfikar dalam hati nya.
"Anita, kamu denger aku dulu"
"untuk apa kamu biayain sekolah Bunga secara pribadi mas? tanpa sepengetahuan aku hah? KENAPA MAS?"
Zulfikar tak bergeming, dia hanya diam menatap Anita yang sangat kacau di depan nya "itu bukan biaya yang sedikit mas. kamu inget nggak? hah? kamu inget nggak kalau kamu itu bukan siapa siapa di cita raya?"
Anita beridri, dia menatap serta menunjuk wajah Zulfikar "kamu ngapain pake segala ancam dokter Diman kalau kamu juga mengirim Rony ke bandung?"
"apa jangan jangan anak yang di kandung Bunga itu anak kamu mas?" Anita menolehkan pandangannya pada Zulfikar.
"JAWAB"
Zulfikar pun berdiri dari lantai, dia mendekat pada Anita. namun anita terus mundur untuk menghindari nya.
"sayang dengerin aku dulu"
"apa hiks henghs apa yang aku dengerin mash? aku mati matian berjuang buat arhan agar dia bisa sembuh. agar dia bisa normal dan bahagia seperti anak yang lain nya. tapi apa? KAMU YANG BAPAK NYA NGGAK MAU TERIMA DIA"
"sayang enggak, nggak gitu. aku sayang sama Arhan, aku juga sayang sama kamu"
"bohong hiks hiks hiks"
"enggak Anita. aku membiayai Bunga itu memang benar. tapi semua itu tidak semata mata aku mau biayain gitu aja. dia bilang ini sistim hutang sayang. dan dia nanti bakaln mengembalikan uang ini"
Anita menatap pada Zulfikar "dan kalau aku yang mengancam Edo itu karena aku mau melindungi Rony sebenernya" Anita semkain mengernyitkan dahi nya.
"aku sudah tau lebih dulu jika Rony menghamili Bunga sebelum dia ke bandung sayang. dia cerita di ruangan aku, dan minta bantuan agar Salma mau menerima anak yang ada dalam kandungan Bunga. tapi dia bingung gimana cara nya buat bilang sama Salma. Rony itu sudah sangat ingin sekali punya anak ma. aku kasian sama dia"
"aku nggak mungkin selingkuhin kamu, aku nggak mungkin sayang sama anak kita. aku di sana juga mati matian kerja supaya aku yang aja yang biayain pengobatan Arhan ma. aku mau di pandangan sebagai ayah yang bertanggung jawab. makanya aku jarang sekali pulang, karena aku tahu jika aku bukan siapa siapa di cita raya. aku berusaha agar aku ada dalam perjalanan hidup anak ku. itu aja, aku nggak macem macem sama kalian"
"kamu jangan mudah terpancing dengan berita yang belum jelas kenyataan nya dong. aku juga nggak mungkin mau biayain anak orang mahal mahal, mending aku pake buat Arhan yang jelas jelas anak aku"
"hiks hiks henghs"
"Anita, kamu itu satu satu nya wanita yang ada di dalam hati ku. yang aku cintai sampai kapan pun. kamu itu ibu dari anak ku. nggak mungkin aku selingkuhi kamu. apalagi sama Bunga yang nggak sebanding dengan kamu"
Zulfikar mengambil tangan Anita "percaya sama aku, aku mengirim Rony kebandung untuk menolong dia, membuat cerita seolah oalh dia terjebak, karena Diman tau, jadi aku ancam ancam dia"
"dan nanti jika Bunga sudah selesai kuliah, Rony dan Bunga janji bakalan ganti semua biaya yang sudah aku keluarkan. percaya sama aku"
Anita terus terisak, dia mentap Zulfikar dengan. badan gemetar "beneran mas?"
"iya sayang, aku nggak mungkin bohongin kamu. nggak mungkin aku selingkuh. apalagi sampai nyentuh wanita lain selain kamu"
Anita memajukan tubuh nya, dia memeluk suami nya dengan sangat erat.
"maafin aku mas, aku udah nuduh kamu yang enggak enggak"
"its okei nggak papa sayang, aku tau perasaan kamu"
"aku sayang sama kamu mas"
"aku juga jauh lebih sayang sama kamu san Arhan ma" Zulfikar menciun kepala Anita bertubi tubi.
~kalian semua sudah mulai berani main main dengan saya. kalian semua salah, sayalah yang lebih mengenal Anita~
~tunggu saja balasan nya~
Zulfikat tersenyum miring, tangan nya mengepal kuat saat memeluk Anita.
"aku cinta sama kamu ma, bukan yang lain" Anita pun mengangguk dalam dekapan Zulfikar.
ramein lah, biar makin semangat..
vote
komen
follow
bolehlaahj wkw
