97

5.9K 513 41
                                    

Langit sudah berganti menjadi malam. Seluruh keluarga, kecuali Christy. saat ini sedang berkumpul duduk memutari api unggun setelah melaksanakan makan malam. Mereka sedang bercerita dengan diiringi candaan. Ditengah-tengah itu, salah satu dari mereka mendengar suara rengekan

"Bun, dedek bangun" beritahu Tian pada Chika,  saat samar-samar mendengar suara rengekan

Chika segera bangkit dari duduknya, langsung berjalan terburu menuju glamping

"Bunda disini sayang..." ucap Chika saat mendengar Christy memanggil-manggil dirinya

"Uhuk..uhuk.. heuk.. heuu.." rengek Christy yang melihat Chika berjalan menghampirinya

Saat sudah berdiri di sisian kasur, Chika membungkukkan tubuhnya untuk mencium lembut wajah Christy

"Bunda tinggalin dedeekk" Rajuk anak itu dengan nada rengekan

"Cup iyaa maaf yaa" ucapnya setelah mengecup sudut bibir Christy "Gendong mau?" Lanjutnya bertanya

Christy melingkarkan kedua tangannya di leher Chika. Chika pun menegakkan tubuhnya bersamaan dengan Christy yang ia bawa ke gendongannya

Chika mendudukkan dirinya ditepian kasur, lalu memakaikan Christy jaket. Setelahnya, ia mengambil tisu yang ia simpan di atas kasur

"Buang dulu ingusnya" ucap Chika yang sudah mengapit hidung Christy dengan tangannya yang memegangi tisu. Setelahnya, ia membuang tisunya ke tempat sampah

"Emmam yaa?" Tanya Chika yang sudah berjalan menuju keluar glamping

Christy menggeleng pelan dengan kepala yang sudah disandarkan di bahu Chika

"Kok ga mau mam telus sih. Kapan sembuhnya kalo dedeknya ga mau mam sama minum obat mah" ucap Chika dengan nada yang dibuat seperti anak kecil

Chika mendudukkan dirinya di kursi yang sebelumnya ia duduki, bersama Christy dipangkuannya

"Dedek makan dulu sayang. Belum makan apa-apa loh kamu nak" ucap Veranda

"Ga mau makan nih oma" jawab Chika seolah mengadu pada Veranda

Veranda beranjak mendekati Chika

"Emangnya ga laper hum? Dedek seharian ini belum makan loh" ucap Veranda sambil mengusap kepala Christy

"Hu um, dedek ngga keren nih. Zee aja mau makan, masa dedek ga mau" timpal Keynal

"Nelen nya sakit bunda" adunya mendongak menatap Chika dengan wajah melasnya

"Harus banyak minum air, dedeknya" ucap Chika menunduk menatap Christy

Tanpa mengucap apapun, Veranda berjalan ke meja khusus tempat makanan berada. Ia mengambil semangkuk bubur yang sengaja ia buat untuk makan malam Christy dan Zee

"Huu jam segini baru bangun, nanti malem pasti ga bobo nih" sorak Alran yang duduk di samping kursi Chika, sambil tangannya bergerak mengacak rambut Christy

"Dieemmm" rengeknya dengan menduselkan wajahnya di dada Chika

Chika menjauhkan tangan Alran dari kepala Christy

"Diem ah, jangan digodain terus anaknya" omel Chika

"Ayok sini maem dulu" ucap Veranda yang sudah kembali dengan semangkuk bubur ditangan kanan nya, dan segelas air hangat di tangan kiri nya

"Ngga" cicit Christy lalu membenamkan wajahnya di dada Chika

Chika mengambil gelas berisi air hangat di tangan Veranda

"Sini minum dulu, biar ga kering tenggorokan nya"

"Hiks.. ngga bunda"

"Nurut dulu sama bunda yuk. Kalo gini terus, mau kapan sembuhnya hm?"

Kesayangan BundaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang