Keesokan harinya
Pagi ini, Chika sudah berkutat dengan alat masaknya.
Dari arah tangga, seorang gadis muda yang baru bangun berjalan menghampiri Chika
"Pagi bunda" sapanya
"Eh kaka.. udah bangun. Pagi juga ka" balasnya
"Kaka mau bantuin bunda"
"Eum.. cuciin sayurnya tuh ka" titah Chika
Dira mengangguk patuh dan langsung mengerjakannya
"Dedek bobonya rewel ga ka?" Tanya Chika ditengah kegiatan masaknya
"Ngga kok. Malah ngoceh terus pas sebelum tidur tuh. Apa aja diceritain sama dedek bun" jawabnya diakhiri dengan kekehan
"Emang gitu kalo lagi happy atau emang lagi moodnya ngomong. Ga bakal berhenti ngoceh kalo belum cape. Tau-tau udah berhenti, matanya udah merem aja"
"Hahaa iya bener bun. Semalem juga ngoceh terus tuh ngejelasin tentang kartun tontonannya ke kaka. Terus tiba-tiba udah ga kedengeran lagi ocehannya, pas kaka cek ternyata udah merem. Lucu tau bun, untung aja aku bisa tahan diri buat ga gigitin dedek"
Chika terkekeh pelan
"Apalagi bunda kak. Bunda setiap ngeliat pergerakan dedek aja suka ngerasa gemes sama dia. Kalo bunda ga bisa tahan diri bunda, mungkin saat ini kondisi tubuh dedek udah banyak bekas gigitan"
Dira yang mendengar itu tertawa
"Tapi, kalo lagi di mode bandel, kesabaran bunda bener-bener di uji sih" lanjut Chika membuat Dira lagi-lagi tertawa
"Oiya, semalem bobonya jam berapa dedek?" Tanya Chika
"Jam 11 an lebih bun" jawab Dira
"Kirain pas bunda tinggal langsung bobo lagi dedeknya"
Yap, Dira semalem nginep dirumah Mahendra. Karena...
Flashback
Setelah melaksanakan kegiatan makan malam, Dira langsung izin pamit pulang kepada Alran dan Chika
"Iihhh ga boleehhh" tahan Christy menggenggam lengan Dira dengan kedua tangannya, saat Dira sudah bangkit dari duduknya
"Besok kaka kesini lagi yaa, main sama dedek" tangan bebas Dira bergerak mengusap kepala Christy
Christy menggeleng cepat dengan bibir yang ia majukan
"Kakanya mau pulang dulu, nanti kan kaka kesini lagi, main ya ka?" Ucap Chika
"Iyaa. Besok kaka kesini lagi kok" jawab Dira
"Gendong heukk" rengeknya
Christy sudah melepas genggaman tangannya dari lengan Dira, beralih memeluk pinggang Dira dengan dagu yang menempel di perut Dira, kepalanya mendongak menatap Dira
"Awas ah" Tian melepas tangan Christy yang melingkar di pinggang Dira. Ia hanya iseng saja
"Ga boleh!" Kesalnya kembali memeluk Dira dengan lebih erat
Alran, Chika, Tian, maupun Dira tak ada yang berhasil membujuk Christy
Justru, saat ini anak itu sudah menangis histeris
Chika yang sudah berdiri di samping Dira berbisik "pulangnya tunggu dedek tidur dulu ya, gapapa?"
Dira mengangguk cepat "gapapa bun" jawabnya
"Maaf ya ka"
"Apa sih bun, jangan minta maaf ah. Gapapa loh"
Chika mengangguk pelan, lalu tersenyum
