99

8.8K 591 63
                                        

"Bunda. Abang mau peluk" pinta Tian menatap Chika, tanpa menghiraukan Alran

"Mau peluk? Sini" Chika yang sudah melepas genggaman tangannya dengan Alran, merentangkan tangannya agar Tian masuk kedalam pelukannya

"Ngga bunda, mau sambil bobo" ucapnya dengan nada manjanya

Alran yang mendengar itu meraup wajah Tian

"Manja banget, manja" cibir Alran

"Ck!" Tian menatap kesal Alran

"Makan dulu yuk. Nanti habis makan, bunda peluk sambil bobo" ucap Chika yang saat ini satu tangannya sudah berada di pipi Tian, memberikan elusan lembut di pipinya

"Abang ga laper buun. Mau bobo aja, tapi sambil peluk bunda"

"Makan dulu, dikit aja juga gapapa" bujuk Chika

"Ck! yaudah kalo emang ga mau peluk abang, tinggal bilang aja ga mau!" Rajuk Tian yang akan melangkahkan kakinya kembali ke kamarnya. Namun, Chika segera menggenggam pergelangan tangan Tian

"Iya, iya ayok sekarang. Jangan ngambek"

Chika menatap Alran

"Kamu makan sendiri aja gapapa?" Tanya Chika

Alran menganggukkan kepalanya "iyaa gapapa. Tar kalo anaknya ngambek lagi kan berabe urusannya" jawab Alran diakhiri dengan kekehan

Tian mendelikkan matanya menatap Alran

Saat ini, Tian dan Chika sudah berbaring dikasur dengan Tian yang sudah memeluk manja sang bunda

Tangan bebas Chika yang tak dijadikan bantalan oleh Tian, bergerak memberikan elusan lembut di kepala Tian

Tian pun sudah mulai memejamkan matanya, namun ia kembali membuka matanya dan mendongak menatap Chika

"Bunda, pulangnya kapan?" Tanya Tian

"Kenapa? Abang ga betah disini?" Tanya Chika balik

"Abang kangen cafe" jawabnya

"Kangen cafe atau kangen Dira?" Tanya Chika sambil menoel hidung Tian dengan telunjuknya

"Iyaa itu" jawab Tian sambil tersenyum malu, membuat Chika yang melihatnya terkekeh

Chika memegangi kedua pipi Tian dengan satu tangannya. Ia tekan gemas pipinya membuat bibirnya sedikit maju

"Tahan dulu kangennya yaa. Belum beli-beli oleh-oleh soalnya. Belum lagi beresin yang lainnya. Mungkin lusa kita pulangnya" beritahu Chika

"Hem" angguk Tian

"Oiya, udah ditanyain belum ke Dira nya, dia mau oleh-oleh apa?" Tanya Chika

"Terserah katanya Dira, bun" jawab Tian
"Pusing abang tuh, Dira kalo ditanyain sama abang pasti selalu jawab terserah, terserah, terserah. Suka bikin kesel tau jawaban yang gitu tuh" lanjutnya mengadu

Chika kembali terkekeh

"Mungkin karena Dira nya bingung, jadi jawabnya terserah. Nanti biar bunda yang tentuin yaa, mau kasih oleh-oleh apa buat Dira"

"Humm" angguk Tian
"Elus-elus lagi bun" lanjutnya menuntun tangan Chika agar mengelus kepalanya lagi

Chika pun menggerakkan tangannya mengelus lembut kepala Tian

Setelah beberapa menit, Tian sudah memejamkan matanya. Chika pun ikut memejamkan matanya

Ceklek

Pintu kamar terbuka, dan masuklah Alran yang sudah selesai makan siang

Kesayangan BundaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang