105

6K 601 17
                                        


Keesokan paginya

Chika yang sudah bangun lebih dulu, menjauhkan dengan hati-hati lengan Tian yang sedang memeluknya

Chika mendudukkan tubuhnya. Ia menatap ketiga orang yang masih tertidur lelap. Tersenyum tipis, saat mengingat kedua anaknya yang dulu tubuhnya masih mungil selalu tertidur ditengah-tengah antara dirinya dan suami.

Sekarang, moment ini hanya sesekali terjadi. Karena Tian yang sudah jarang tidur bersama dikamar kedua orangtuanya ini

"Dulu abang sama dedek masih pada mungil, cepet banget waktu berlalu" gumamnya

Chika menghela nafasnya pelan, lalu bangkit dari kasur memasuki kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya. Setelahnya, ia pergi ke dapur untuk membuat sarapan.

Singkat cerita, Chika yang sudah selesai membuat sarapan untuk suami dan kedua anaknya kembali memasuki kamar berniat untuk membangunkan suami dan anak gadisnya

Saat sudah duduk diujung kasur, tangannya bergerak mengelus kepala Alran dengan lembut. Ia membungkukkan tubuhnya untuk memberi kecupan di pipi Alran

"Sayang..." Panggilnya membangunkan Alran dengan suara yang terdengar begitu lembut
"Ayah.. bangun..." Lanjutnya sambil menepuk-nepuk pelan pipi Alran

Alran membuka sedikit matanya. Menyipitkan matanya menatap Chika yang sedang tersenyum padanya

"Bangun. Udah pagi"

"Hem" dehem Alran lalu kembali memejamkan matanya, semakin mendekap tubuh Christy dengan begitu nyaman 

Chika baru membuka mulutnya akan mengomel, namun itu belum terjadi karena Alran lebih dulu berucap "aku ke kantornya agak siangan" dengan mata terpejam "nanti kamu ikut yaa" lanjutnya

"Ada acara apa?" Tanya Chika

Alran membuka matanya, melepas pelukannya pada Christy dengan mengubah posisi tidurnya menjadi telentang. Namun, lengan yang dijadikan bantalan oleh Christy, masih memeluk tubuh anak itu

"Ga ada. Cuman kangen aja ditemenin kerja sama istri aku" jawabnya "masih mau ga? Temenin suaminya kerja?" Lanjutnya bertanya

Chika mengangguk sambil menjawab "iyaa mau"
"Hari ini aku temenin kamu" lanjutnya sambil mengelus pipi Alran dengan punggung tangannya. Membuat Alran menampilkan senyumannya

"Makasih bunda"

Chika mengangguk, lalu membungkukkan tubuhnya mengecup bibir Alran. Tangan bebas Alran menahan tengkuk Chika, saat Chika akan menjauhkan wajahnya darinya

Alran melumat lembut bibir Chika, yang langsung dibalas oleh Chika.

"Jadi kamu mau lanjut tidur lagi aja?" Tanyanya setelah menyudahinya

"Iyaa. Nanti kalo mau sarapan, bangunin aja yaa" jawabnya

"iyaa" angguk Chika

Alran pun kembali memeluk Christy, mengecup puncak kepala anak itu dengan sayang

"Jangan di peluk lagi dong anaknya" pinta Chika
"Sekolah. Mau aku bangunin" lanjutnya

"Jarang-jarang tau, ini anak cantik manja sama aku"

"Makanya jangan suka dibikin kesel terus anaknya, kalo mau di manjain"

"Candu soalnya ngeliat dedek kesel tuh" jawab Alran diiringi dengan kekehan

Chika memutar bola matanya malas "sebelas dua belas sama abang" cibirnya

Lalu Chika membangunkan Christy

Kesayangan BundaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang