"Gue suka sama lo Kak."
Ungkapan cinta yang di ungkapkan oleh remaja labil begitu duduk di kelas satu SMA tentu bukanlah perkataan yang bisa dianggap serius. Karena cinta monyet kerap hadir mengisi masa remaja yang menyenangkan.
Sudah cukup sepuluh...
Hai ketemu lagi sama author di part yang baru tapi di cerita yang sama.
Sama-sama Tahu By Hivi
Kalian udah vote dan komen belum, kalo belum vote dan komen dulu yuk.
Kamu & Kenangan
Lontaran kalimat-kalimat bernada candaan itu terus terdengar di antara para pengunjung yang mulai kembali menikmati makanan mereka, setelah tadi sempat terdistraksi atas acara lamaran mendadak yang terjadi di warung nasi bebek yang sangat sederhana ini.
Hanna dan Gio baru mendapatkan fokus mereka setelah mendengar instruksi dari pelayan yang mengantarkan makanan mereka.
"Siapa yang nyangka sih. Tujuan kita untuk makan nasi bebek ternyata malah dapat tontonan orang yang lamaran," ungkap Hanna sambil mencuci tangan dengan air kobokan yang tersedia.
"Nggak nyangka banget ya Han," kata Gio.
"Banget Kak." Setuju Hanna. "Ishh," desisnya pelan begitu merasakan rasa panas pada jari-jemarinya setelah menyuwir sedikit bebek goreng untuk di santapnya.
Gio tertawa kecil begitu melihat Hanna meniup jari-jarinya. Sebelum bergerak menganti piring mereka yang sudah selesai menyuwir kecil-kecil daging bebek.
"Kak," ungkap Hanna pelan, begitu melihat Gio kembali menyuwir bebek goreng di piring yang lain.
"Panas. Jadi lo makan yang udah gue suwir aja," ungkap Gio.
"Gue bisa sendiri kok Kak, kasihan tangan lo kepanasan juga suwir punya gue."
"Siapa bilang gue suwir punya lo. Toh ini udah jadi punya gue. Punya lo kan udah siap." Gio menyahut tenang. Kembali asik menyuwir bebek yang berada pada piringnya yang sudah tertukar.
Hanna menatap lelaki itu yang sepertinya tidak memperlihatkan raut kesakitan akibat uap panas dari menyuwir bebek. "Makasih Kak," ucap Hanna tulus.
Gio mengangguk. "Selama ada gue lo nggak boleh sendiri. Gue ada di sini masa nggak di manfaatkan kan? Selain jadi supri lo kemanapun lo mau, gue juga ada di sisi lo buat lo nggak sendirian lagi. Jadi gue harap mulai saat ini tolong libatkan gue di semua tujuan hidup lo ya Silsila Hanna."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perkataan tenang dari Gio tanpa nada menuntut nyatanya sanggup membuat Hanna terdiam selama beberapa saat. Kedekatan yang terjadi antara dirinya dan lelaki itu tentu saja sudah lebih dari teman. HTS lebih cocok di sematkan pada hubungan mereka. Bagaimana tidak, tidak ada satu hari pun yang di lewatkan tanpa bertukar pesan melalui chat jika pekerjaan membuat mereka tak bisa bertemu.