Minho terusik dari tidurnya saat merasakan perutnya melilit, dan isi di dalamnya serasa di aduk-aduk.
Dengan satu sentakan, Minho terduduk di atas ranjang. Ia sibak selimut, lalu lari dari kamar tamu menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
Saking buru-burunya, ia bahkan hampir menabrak tembok, karena nyawanya masih mengawang-ngawang tapi sudah dipaksa lari. Telapak tangannya membekap mulut dengan erat, saat rasa mual itu tak tertahankan lagi.
Brak!
Ketika pintu kamar mandi berhasil dibuka, Minho langsung jongkok di depan lubang wc duduk yang masih bersih karena belum ada yang pakai, lalu ia memuntahkan isi perutnya disana.
"Huek... huek!"
Rasa panas menyengat tenggorokannya, ketika isi perutnya dipaksa keluar sepenuhnya hingga tinggal cairan bening saja.
Sementara itu, Hyunjin dan Changbin yang baru keluar kamar menuju dapur, mendengar suara Minho dari dalam kamar mandi. Keduanya saling tatap, lalu Changbin dengan ke-asbunannya berceletuk.
"Anjir! Yongbok mau punya adek pfffthh... "
Hyunjin tak mau kalah, ia pun berteriak saat melihat sosok adik ke tiganya jalan menuruni tangga "SEUNGMIN! BINI LO NIH LAGI MUNTAH. BUKANNYA DITEMENIN, MALAH TIDUR! SUAMI MACAM APA LO?!"
Seungmin yang mendengar itu menatap datar kedua abangnya "Pagi-pagi udah stres, miris banget hidup kalian"
Namun, saat langkah kakinya berhenti di hadapan kedua abangnya, Seungmin malah ikut bergabung dengan drama dadakan ChangJin. "Gak yakin kalo itu anak gue. Siapa tau anak si Bur-Han kan? Soalnya gue sama Lina mau cerai, ya kali nambah anak"
"Anjir! Iya juga ya ahahahah"--Changbin
"Gini nih, kalo kurang asupan skz family" Hyunjin geleng-geleng tak habis pikir.
Chan yang mendengar kerusuhan adik-adiknya memutuskan untuk turun ke lantai bawah. Ia hanya menggunakan kaos oblong putih dengan celana kolor selutut berwarna hitam. Karena sehabis shalat subuh tadi, ia langsung nge-gym. Berbeda dengan Minho dan adik-adiknya yang lanjut tidur. Kecuali Seungmin, yang memilih membaca buku-buku tebal tentang medis.
"Lagi pada ngapain sih? Pagi-pagi udah rusuh aja.."
Hyunjin dan Changbin melirik, sedangkan Seungmin berlalu untuk mengambil minum di dalam kulkas.
"Itu bang, bang Minho lagi muntah-muntah tuh di kamar mandi"
Meskipun masih merasa kesal dengan Minho karena kejadian semalam. Chan tetap berjalan ke arah kamar mandi, mengecek keadaan adiknya.
"Ho... " Panggilnya sembari membuka pintu kamar mandi yang terbuka sedikit. Saat itu juga, Chan melihat Minho terduduk lemas di lantai kamar mandi. Wajah pemuda itu pucat pasi, matanya memerah, dan pipinya terlihat basah karena lelehan air mata.
"Bang.... hiks.. hiks.. " Melihat kedatangan kakaknya, entah kenapa Minho malah ingin menangis. Jadi ia menangis saja meskipun tidak tau alasannya apa.
Chan menghela nafas, lalu jongkok. "Kenapa bisa muntah-muntah gini? Masuk angin? Salah makan? Atau maag lo kambuh?"
Minho menggeleng lesu, "Gak tau bang, tadi pas bangun tiba-tiba aja gue mual parah, mana kepala gue pusing lagi"
"Oh. Inget album kita tahun lalu?" Tanya Chan dengan nada datar.
"Apa?"
"KARMA"
Deg!
"Kemarin lo gak ngakuin calon anak lo kan? Nah sekarang, morning sickness Sakura pindah ke elo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Tetangga?!
FanfictionGimana jadinya kalo keluarga Abah Sihyuk dan 7 buntutnya yang minus akhlak tetanggaan sama keluarga Babeh Jinyoung yang punya 8 bocah prik? (S1&S2) S1=End S2=......
