Hai, Inem datang lagi nih. Maaf ya dah lama menunggu. Kemarin kondisi lagi nggak fit, jadinya nggak mood untuk ngelanjutin lagi ceritanya. Sebetulnya belum ingin nulis dulu sih, takut feelnya nggak dapat. Tapi, gimana lagi yah namanya juga Inem orang banyak bakat jadinya langganannya banyak yang nyari. Puas kali dengan pelayanannya. Wkwkwkwkwk....
Kalau ada yang salah dalam keterangan ataupun kata-kata dalam cerita ini mohon dimaklumi ya karena aku juga baru belajar. Terima kasih. Maaf kalau ada typo.
====================0000====================
Buku-buku yang terhampar di depannya tidak bisa membuat Jodha konsentrasi. Berulangkali dia berusaha untuk memusatkan semua perhatiannya kepada tugas-tugas kuliahnya namun baru sebentar fokus kembali lagi pikirannya melayang menjauh dari kegiatan belajarnya.
Kali ini Jodha membiarkan saja pikirannya melayang. Kepada siapa lagi selain kepada tuan mudanya itu. Seharian ini sikapnya membuat Jodha bingung. Apa iya sih tuan mudanya itu memang menyukai dirinya? Bukankah selama ini mereka berdua selalu saja bertengkar, jarang bisa akur dengan masalah pendapat.
Flashback.
"Kamu ini pintar tapi bodoh Jo. Orang biasa juga tahu kalau dia itu naksir kamu. Nggak lihat pandangannya nggak pernah lepas dari kamu sejak tadi." Jodha terdiam mendengar ucapan Nadia.
"Masa sih? Tapi katanya dia punya calon pacar, makanya aku cuek saja."
"Dasar kamu ini, jadi perempuan emang nggak peka. Emang dia bilang siapa calon pacarnya?" Jodha menggeleng, "dasar bodoh, bisa saja itu kamu Jo. Aku berani jamin."
Flashback end.
Masih terngiang kata-kata Nadia tadi siang. "Apa memang segitu tidak pekanya ya aku ini? Emang pandangan orang jatuh cinta itu gimana sih? Apa dia bengong terus menatapku dan dari sudut bibirnya ngiler kayak pengen banget sama sesuatu atau gimana? Hahahaha...." Jodha tertawa sendiri jadinya dan menepuk dahinya, "ya ampun, kenapa pikiranku jadi aneh begini? Ck." Jodha menggeleng kepala sambil mengerjap-ngerjapkan matanya, "kalau diperhatikan benar-benar sih, Tuan muda itu emang ganteng seperti yang Nadia bilang. Lagian kenapa baru sekarang aku nyadar kalau dia ganteng ya? Apa karena sikapnya akhir-akhir ini manis? Dan dulu tidak kelihatan ganteng karena tertutup oleh kelakuannya yang menyebalkan itu. Haah..." Jodha menghela nafas, "Tuan, Tuan. Emang benar ya Tuan suka sama saya? Atau saya saja yang terlalu kegeeran? tapi kalau memang Tuan suka sama saya, apa membuat Tuan suka? Hayoo... saya aja bingung kalau Tuan benar-benar suka sama saya. Yang dilihat apanya ya? Sayakan nggak cantik, pake bedak aja kalau ingat apalagi pake make up yang lain untung nggak lupa pake deodorant, nggak seksi juga, rasanya badanku tulang semua deh, nggak ada daging berlebih yang bisa memikat mata laki-laki. Nggak kaya juga, ya iyalah kalau kaya kan aku nggak kerja disini dan nggak ketemu sama Tuan, saya juga orangnya nggak bisa berbicara manis apalagi romantis, dan saya juga preman yang nggak ada lembut-lembutnya. Emang Tuan mau sama saya?" ucap Jodha berbicara sendiri di hadapan tembok meja belajarnya.
Jodha berusaha mencari sikap tuan mudanya yang menurutnya bisa membuatnya dirinya yakin kalau tuan mudanya itu memang menyukai dirinya. Dengan menopang kepalanya dengan sebelah tangannya Jodha dan sebelahnya lagi memegang pensil yang di ketuk-ketukkan di meja berulang-ulang. Matanya menatap dinding kosong di depannya itu.
Ucapan Nadia begitu melekat dalam benaknya. Majikannya itu menyukai dirinya? Tapi kenapa dia tidak menyadarinya? Selama ini tuan mudanya itu tidak pernah berbuat dan bertingkah yang aneh-aneh, kecuali saat dia mabuk itu dan juga hari ini. Ah, Jodha pusing sendiri jadinya.
Tetapi ketika membayangkan tuan mudanya itu, tanpa sadar pipinya bersemu merah. Jodha akui memang tuan mudanya itu walaupun agak manja namun pesonanya mampu meruntuhkan iman perempuan mana saja. Termasuk dirinya. Jodha tersenyum membayangkannya, namun sesaat kemudian dia menggeleng. Tidak! Jangan mengharapkan sesuatu yang diluar kemampuanmu Jodha. Biarlah kalau memang apa yang Nadia katakan itu benar, nanti juga akan ketahuan. Jodha hanya tidak ingin membuang waktunya memikirkan sesuatu yang tidak perlu.

KAMU SEDANG MEMBACA
BIARKAN AKU JATUH CINTA
FanfictionAku bukan ingin mencintai karena nama dan kekayaan. Aku hanya ingin cinta yang sederhana, tidak rumit dan nyaman. Karena itu aku jaga hatiku agar tidak mudah luruh terhadap segala rayuan. Aku hanya ingin mencari yang benar-benar tulus, bukan hanya c...