Last Chapter :
Namun langkah Arrisa terhenti di ambang pintu, kala matanya bertemu dengan mata Biru milik Bastian. Ia duduk di meja yang sama dengan There dan Kenzo. Bastianpun balik menatapya tak berkedip. Arrisa terlihat berbeda.There pun mengikuti arah pandang Bastian ke ambang pintu, ia cukup terkejut dengan penampilan Arrisa malam ini, dan Kenzo pacar There yang sedang mengangkat gelas berisikan beer tersebut berkali-kali meneguk air liurnya karena kemolekan tubuh Arrisa yang berbalut dress merahnmuda tersebut.
Arrisa, kamu cantik...
Gumam Bastian dalam hatinya, yang kemudian menunduk segera.
Gila, ni anak dapat dress, sepatu dari mana...udah dapat teman tidur secakep ini... Ya Tuhan, Arrisa bikin gue ngiriiiii
Gumam There yang kemudian hanya bisa mengoyang-goyangkan air dalam gelas panjangnya.
Lihat teman There gini, pengen gue sikat...gimanapun caraya...
Desak hati Kenzo dengan licik.
*******************************
Arrisa berbalik, ia segera mengambil ponselnya dan mengetik cepat untuk Tristan. Tidak mungkinlah Arissa gandengan ma dua cowok di satu meja makan. Dengan berat hati memilih membatalkannya dengan Tristan.
------------------------
Tristan : Gapapa sayag, nanti aku aja Andien aja ke situ, biar nggak ada yang curiga. OTWWWWWW
------------------------
Arissa mengerutkan keningnya, berpikir sejenak, namun matanya kembali melotot pada satu nama yang diketik oleh Tristan. ANDIEN. Si gadis sosialita yang lagaknya sebelas duabelas sama rentenir, ngak segan-segan bakal nagih hutang depan umum, dan bikin malu, parahnya lagi bisa mejambak!!! sampai hari ini Arissa masih ingat rasanya jambakan Andien di kantor polisi, karena masalah hutang. Syukurlah Pak Polisi , menjadi penengah dengan membuat surat perjanjian tempo bayar untuk Arisa pada Andien, sebagai solusinya.
"Masuk ah!!! kenapa lu diri gitu aja ? " tanya There yang mencubit kerah dress sabrina di punggungnya Arrisa. Arrissa memiringkan wajahnya ke belakang menatap There. Kini bukan karena Bastiaan, tapi karena akan kedatangan ANDIEN.
"There, gue mau balik ke kamar!!! Gue nggak enak badan..." alas Arrisa dengan nada terdengar berbisik.
"Lu kenapa? Habis datang mau kabur gitu aja... lu takut Bastian lirik gue gituh...? makanya lu mau balik ke kamar cepat-cepat, biar Bastian cepat balik ngamar ma lu lagi yah!!!! Tau nggak sih, gue mati-matian ngajak Bastian duduk di meja sini... dan lu mau bawa dia pergi gitu aja" lotot There berbisik, ia menyeret Arrisa ke luar pondok, agar jangan menggagalkan rencana dinnernya begitu aja. There dan Kenzo sudah memiliki rencana dan pembagian tugas, kala tau Bastian adalah teman tidur Arrisa, hal ini tentu saja menggiurkan There, dan juga menguntungkan untuk Kenzo karena satu kebebasan yang diberikan There untuk mendekati Arrisa.
Bastian mengangkat sedikit kelopak matanya melihat kepergian There dan Arisa yang menjauh, kemudian ia membuang nafasnya jauh-jauh, jika bukan karena Arrisa, ia tak ingin berlama-lama pula di sini.
"Cewek lu cantik yah bro..." singgung Kenzo pada bastian seraa mengisi kembali Beer kembali dalam gelassnya yang kosong.
"Biasa aja!!! Banyak yang lebih cantik dari dia" gumam Bastian.
"Masa yang kaya Arissa dibilang BIASA aja.... gue aja sampai ketar-ketir lihat mukanya doank, apalagi liat bagian dalamnya. Buka dalamannya cuy!!! Gilaaaaa netes duluan nih air liur guae " terang Kenzo penuh fantasi liar, dan kembali meneguk air liurnya, Bastian menatap tajam pada Kenzo, tiga kata Kenzo tiba-tiba membuat hatinya terbakar, namun ia harus menahan, karena baginya ia juga bukan siapa-siapa yang bisa melarang pria manapun yang berfantasi mengenai tubuh Arissa, lagipula Arrisa Gadis Arisan, tida lebih statusnya dari perempuan murahan. Namun tiga kata terakhir: Liat bagian dalamnya, tetap saja mendominasi isi otak Bastian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
