Part 49 # Dira

15.2K 606 114
                                        

Gundukan tanah basah itu mulai di tabur satu demi satu oleh kerabat ataupun teman dekat Andra sebelum mereka berpamitan pergi meninggalkan kemudian.

Kini hanya sisa mereka berempat..

Arissa, Bastian, berdiri dindekat pusara baru itu.

Basdier ayah Bastian bersama Thom yang berdiri agak jauh, mereka lebih menepi di bawah pohon rindang.

Basdier menurunkan kacamatanya, melihat sosok pasangan itu.

Arissa jongkok di belakang punggung Bastian yang tengah menaburkan bunga melati di atas tanah basah tersebut. Mereka mengenakan pakaian pasangan bewarna hitam dan kacamata hitam pun yang seriesnya pasangan.

Basdier menengok pada Thom yang tengah memegang payung untuknya.

"Apa mereka terlihat mesra akhir-akhir ini?" Tanya Basdier.

Thom hampir tersedak mendengar pertanyaan boss besar ini. Ia melihat langit, seakan akan berharap ada jawaban jatuh seketika.

"Apa ia terlihat wanita baik-baik?"

"Sejak kapan mereka bersama?"

"Sudah tiga bulan lebih semenjak pertemuan di Singapore, apa sudah ada hasilnya.."

"Apa ia mandul? Apakah mereka tidak sering melakukannya?"

"Apa ada kabar bahagia? Apa ada sesuatu dalam perutnya?"

Sederet pertanyaan keluar begitu cepat, tidak menunggu jawaban Thom.

Thom melepas kacamatanya, ketika ayah Bastian berputar menghadapnya seakan menuntut jawabam yang sejujurnya segera.

Thom menggelengkan kepala awalnya dan kemudian menjawab acak kemudian.

"Saya rasa ada sesuatu dalam perut non Arissa, tuan"

Basdier tersenyum bahagia, wajah keriputnya terlihat cemerlang, matanya berbinar.

"Benarkah? Ia hamil"

Thom menggeleng, dan menjawab dengan wajah masa bodoh.

"Saya kurang yakin tuan..."

"?????" Wajah Basdier melipat-lipat seakan-akan tidak senang.

"Antara janin atau cacing tuan"

Basdier melotot.

Thom cepat memukul mulutnya kemudian, dan berkata selanjutnya.

"Nafsu makan non Arissa besar sekali, tetapi ia tidak mengeluh mual atau muntah seperti orang hamil biasanya" terang Thom.

"Jadi..."

"Kemungkinan ia tidak hamil Tuan, jika ia merasa dirinya hamil. Bukankah ia sudah berteriak seperti wanita gila minta di nikahi dengan Tuan Bastian yang kaya raya, bukankah itu senjata yang di gunakan gadis-gadis biasanya .." simpul Thom dalam satu sinopsis yang mampu menyakinkan Pria tua di depannya.

Basdier mengering seketika.

"Sayang sekali, walau dia cantik sopan santun dan jenaka. Sepertinya saya harus eliminasi segera. Percuma mandul" Basdier menggelengkan kepalanya sebentar, ia terlihat frustasi ingin memiliki cucu segera.

Ia mengambil handphone miliknya, dan memberikan telephonenya.

"Saya ketinggalan kacamata"

"Terus" Thom segera mengambil telephone.

"Buka aplikasi Whatsapp. Ketikan pesan untuk gadis cantik di daftar whatsapp saya itu"

Thom membuka aplikasi whatsapp, namun di dalam daftar kontak whatsapp boss besarnya semuanya merupakan gadis cantik-cantik. Ia terlihat bingung memilih.

Gadis Arisan (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang