Di rumah There
Arissa bolak-bolak menatap aplikasi gadis Arisan miliknya, sedari tadi ia berharap ada pemberitahuan klaim uang Bastian untuknya, sudah akan ia terima. Iapun mulai berpikir mencurigai Ms. Vava menyelundupkan uangnya. Ia menggatuk-garuk frustasi kepalanya yang tidak gatal.
Lelah menggaruk kepalanya, ia pun menjatuhkan dirinya ke sofa, di raihnya di atas meja daftar hutang miliknya.
"Rencana cicilan gue, buyar..." Robek Arissa galau, dan ingin mulai menangisi dirinya sendiri. Keperawanan sudah ia jual, namun uang belum ia dapatkan sama sekali.
" Helllloooo espada....eam...comenggg" seru There yang celingak-celinguk lebih dulu sebelum masuk rumahnya sendiri.
"Kenapa lu...kaya takut salah alamat.." komentar Arissa. There yang menenteng dua kresek belanjaan, mnyeruak masuk dan langsung mengunci pintunya.
Ia bersandar pada daun pintu, dan mengelus dadanya naik turun, setelah membuang nafasnya sejauh mungkin, ia pun duduk menjatuhkan dirinya di samping Arissa yang masih bergelung handuk, baru selesai mandi.
"Kenapa There?" tanya Arissa ikut gelisah dan panik.
"Gue ngerasa ada yang terus nguntitin gue deh ..." jawab There seraya membuka satu demi satu kresek belanjaannya.
Ada mangga matang, menarik perhatian Arissa diantara tumpukan belanja There.
"Kok loe tau..." ujar Arissa harap cemas, ia pun mengambil pisau di atas nakas dan mulai mengupas mangga matang warna oranye tua tersebut.
"Bisa jadi tuh Andien ngintai dan ngirim pembunuh bayaran" telak There menyindir.
Arissa meletakkan pisau dan buah mangganya begitu saja di atas meja, nafsu makannya hilang seketika. Ketakutan mendadak menggrogoti hatinya saat ini. Ia mulai menggoyangkan ponselnya mengharapkan koin-koin uangnya jatuh. Namun kembali ia menatap layar ponselnya, belum ada satu pesan notifikasi kejelasan uang transaksi arisannya.
"Huh..gue juga mau cepat-cepat selesaian, tapi kok uangnya belum ada masuk-masuk, gimana gue ngambilnya... Setidaknya gue udah niat nyicil, udah dua. Minggu sejak malam terkoyak itu, nggak ada kabar...." Keluh Arissa meratapi dirinya.
"Mana gue lihatttt..."
Arissa memyodorkan ponsel miliknya. There dengan jari telunjuknya berpindah-pindah mencari menu yang ia maksud.
Your Schedule...
"Kan dua hari lagi katanya ni ca...dasar gagap teknologi yaw" umpat There dengan nafas berat dan terlihat menggeleng sesaat, dan kembali menyodorkan ponsel Arissa.
Arissa melongo pada layar ponselnya.
"Kaya anak kuliahan aja pakai jadwal segala" gumam Arissa yang kemudian matanya tertuju pada tanggal pembayaran honoriumnya.
"Kok lama banget duitnya.."
"Karena bayarnya nggak lewat rekening yah emang gitu, ribet karena pelanggan zaman now...banyak suami takut ketahuan bini, atau pejabat takut di sadap"
"Emang mereka lewat apa bayarnya?"
There menggindikan bahunya, dan mulai menggigit buah anggur satu persatu yang ia ambil dari kresek.
"Emang duit loe sudah habis..?bukannya cek dari si setengah bule itu isinya banyak"tanya There, yang kemudian melongo tak percaya karena Arissa mengiyakan jika uangnya begitu cepat habis.
"Buat apa loe?"
"Buat bayar utanglah... " Sahut Arissa dengan raut sedihnya.
"Hah???sekarang utang loe sisaa berapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
UmorismoNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
