Part 21#
2.7.2018
"Tan.... loe benaran ninggalin Andien... loe nggak sayang ma Andien.." tanya Arissa yang tangannya masih bergelut di leher Tristan, iapun turun dari gendongan Tristan.
"Namanya juga cinta ma loe" jawab Tristan yang kemudian memanyunkan bibir Arissa dengan dua belah tangannya yang menekan kedua pipi Arissa.
"ya... kin... loe..." delik Arissa yang bicaranya sedikit berat karena dekapan tangan Tristan yang menekan pipinya dengan sengaja.
"Yakin lah... walau loe banyak UTANG" sahut Tristan berhasil menjulingkan mata Arissa ke atas karena kata terakhir di ujung kalimatnya.
"Ca.. loe kok lucu banget sich..." gumam Tristan yang tidak tahan melihat betapa menggodanya bibir manyun Arissa.
Tristan sedikit memiringkan wajahnya dan mendekatkan wajahnya, hendak menabrakan bibirnya mengenai bibir tipis gadis di depannya. Namun telapak tangan Arissa yang lebih dulu menempel di bibir Tristan. Mencegah hal itu terjadi.
Kelopak mata Tristan terangkat ke atas, matanya terbuka lebar dan seakan bertanya, mengapa Arissa tidak memperbolehkannya. Arissa hanya menggelengkan kepalanya, menurunkankan tangan Tristan, dan menatap Tristan dengan wajah polosnya.
"Giliran elo belum Tan, kan harus sesuai urutan" goda Arissa dengan ekspresi selucu mungkin, iapun kemudian menendang air laut yang naik ke pantai mengenai wajah Tristan, dan ia berlari seperti anak kecil di pantai, sambil mengangkat ujung gaunnya.
" Awas lo yah..." gelak Tristan yang baru tersadar akan satu hal, bahwa Arissa itu gadis yang menyenangkan, dan ia tertegun seakan mengingat rasa yang tak pernah asing yang kembali terulang dengan dirinya. Ia pun segera mengelap wajahnya yang basah . Ia pun kemudian berlari mengejar Arrisa, dan menangkapnya.
Kaki mereka bermain main dengan ombak, bahkan angin yang bertiup kencang tidak terasa mengganggu, perasaan mereka serasa makin lekat. Arissa membiarkan tangan Tristan terus melingkar di perutnya, dan dagu Tristan menempel di pundaknya. Tristan memejamkan matanya, mengisap aroma tubuh Arissa yang terasa menggelamkan semua panca indranya. Entah ini karena ia sangat menyukai atau sekedar nafsunya.
Arissa merasakan kecupan Tristan di tekuknya, menghancurkan pertahananya. Ia hanya bisa diam dan meremas ujung gaunnya. Arissa tidak mengerti dirinya, mengapa ia menerima begitu saja kecupan yang kemudian mendarat di ufuk kepalanya . Ia tak kuasa menolak. Ia hanya ingin menggenggam Tristan dalam kepalan tangannya, memberikan sesuatu pada Tristan, agar ia menjauh dari Andien, dan membuat Andien terluka adalah tujuannya.
sretttttt...
Tiba - tiba saja
Tarikan tangan seseorang yang menarik tubuh Arissa terlepas dari Tristan, telah menghancurkan suasana romantis mereka, yang kemudian tangan kokoh tersebut menyeret Arissa pergi bersamanya.
"Dia cewek gue" cegah Tristan menghadang derap langkah Bastian yang membawa Arissa dengan kasarnya, sampai kaki Arissa pun harus terseok-seok mengikuti irama langkah pria bermata biru tersebut.
"Dia cewek kamu, tetapi dia masih mainanku.." Ucap Bastian ketus dengan mata garangnya dan tangannya tidak lepas sedikitpun untuk tidak mencengkram tangan Arissa.
"Hei aku tuh bukan mainan tau.." protes Arissa yang hendak menggigit tangan Bastian, namun Bastian lebih dulu mengangkat tangannya bersama tangan Arissa ke udara, agar gigi Arissa tidak dapat menggapainya.
"Loe nggak gentle, rebut milik orang lain" sulut Tristan
bukkk....
" Satu pukulan buat sadarin otak kamu, yang pernah merebut itu KAMU... " tuding Bastian emosi
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
