Part 62 # Last Edition

8.1K 505 152
                                        

Makanan datang, namun Thom tidak berani muncul. Alih-alih mendapatkan lontong, makanan yang di beli There jauh dari persamaan lontong.

Melihat There membuka kemasan kotak makanan yang di buka di atas meja, membuat Bastian harus mengurut keningnya sendiri. Bukankah ini semua di luar pesanannya. Ia akan memastikan memecat Thom setelah ini, jika Arissa kembali jatuh pingsan ,dan kemudian menendang There keluar dari rumahnya.

"Mari kita makan ca..." Seru There setelah menata rapi hidangan makanan Perancis di atas meja.

Arissa turun dari ranjangnya dengan bantuan Bastian menghampiri meja makan, Arissa menelan ludahnya pahit, melihat segala sesuatu makanan di atas meja terlihat tidak menarik di matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Arissa turun dari ranjangnya dengan bantuan Bastian menghampiri meja makan, Arissa menelan ludahnya pahit, melihat segala sesuatu makanan di atas meja terlihat tidak menarik di matanya. Terlihat asing.

"Gue nggak mood makanan yang gini. Semuanya kok kaya ngirit bahan semua. Gue kan lapar, perlu yang berat-berat" Keluh Arissa.

"Sudah saya bilang, pesanannya lontong.... Tetapi..." Terang Bastian yang hanya bisa mengelus perut Arissa. Kasian anak dan ibunya pasti tengah kelaparan, setelah ini ia akan membuat perhitungan dengan Thom dan There.

"Sayang, minta beliin lontong"

There bangkit dari kursinya, melihat mimik Bastian terlihat akan murka. Dalam hatinya ia mengumpat minat Arissa. Malam-malam gini dia masih minta lontong.

"Bawa pergi semua" Perintah Bastian. Arissa mengangguk-ngangguk setuju.  There benar akan mengumpat kali ini, namun buru-buru ia menyeret Arissa lebih dulu.

"Ca, yang benar aja buang makanan edisi terbatas, ini makanan Perancis. Edisi terbatas, gue musti ngantri dulu. Kebetulan Chef nya pernah jadi mantan gue, gue dapat antrian di awal....sayang loe buat nggak di makan..." Bujuk There.

"Edisi terbatas...." Tekan There. Arissa melirik kembali menu di atas meja, dan mendongak setengah percaya pada There.

"Edisi Terbatas, kaya tas branded limited edition gitu... Jadi ini benar-benar makanan limited edition. Cuma ada satu di Indonesia" Komentar Arissa yang kini selera makannya mulai bangkit kembali.

There mengerut, namun cukup lega karena Arissa menarik kursinya dan bersiap makan.

"Benar-benar edisi terbatas kan There..."

There mengunyah pikirannya sendiri, bagaimanapun Bastian pasti telah tahu kebohongannya kali ini. Jadi ia tidak bisa membodohi Arissa di depan pria ini, jika ia harus membodohi Arissa, seharusnya Pria bermata biru ini harus menghilang cepat dulu.

"Bahkan bisa jadi Last Edition, makanan stok terakhir Ca!!!"

Arissa mendongakan wajahnya pada There. Makanan Last Edition. Stok terakhir.

"Bearti makanan legendaris donk sisa satu-satunya."

"Iya Ca, klo kokinya mati hari ini gara-gara loe sakit perut. Jamin, last edition" Jawab There melirik Bastian, memastikan apakah pria bermata biru itu memasang wajah prihatin untuk Arissa. Ternyata tidak, wajahnya tetap sebeku es.

Gadis Arisan (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang