Part 64 # Singa dan Serigala

4K 323 286
                                        

Noted:
Silahkan  Spam Coment supaya meningkatkan populeritas ni part...

********
Part 64

"Arissa..." Pekik Pria itu terdengar muntah cemburu.

Baru saja terasa keluar dari kandang buaya, kini Arissa merasa dirinya sebentar lagi akan masuk kandang singa. Diam tak berkutik di tempatnya, Arissa tidak berani menoleh ke asal suara. Apalagi kaki panjang itu kini tengah berjalan mendekati punggungnya.

Dingin. Beku. Suram.

Ketika satu tangan kekar Bastian  menarik lengannya dan mencengkram pergelangannya.

Tapi kekuatan lainnya terasa tidak kalah mencekik pergelangan tangan Arissa.

Panas. Mendidih. Geram.

Sama kuat. Saling menarik. 

Bastian.Tristan.

"Stop, tangan gue mau putus" Rengek Arissa.

Bastian seakan tidak peduli dengan rengekan. Sedetikpun ia tampak egois dan tidak ingin melepas Arissa.

Tristan melirik ke pergelangan tangan Arissa, merah dan hampir lebam olehnya.

Mengalah.

Tristan melepas cengkramannya terlebih dahulu, seperti pegangan gas yang terlrpas, Arissa terjebak mendarat ke pelukan Bastian.

Mendongak sedikit ke atas.

Gunung Es belum mencair. Suram beku.

"Biarkan Arissa memutuskan dia ikut siapa. Okey" Runding Tristan.

"Nggak ada OPSI seperti itu" Potong Bastian ketus.

"Hey man, Arissa bukan barang. Dia punya hati" Keluh Tristan menatap lembut, di amini Arissa dalam hati.

Terjebak ke dalam kandang singa. Takutnya akan di makan segera. Jika lari ke Tristan, bak berteman dengan Serigala, suka ngakalin, tipu muslihatnya banyak, dan ujung-ujungnya akan kah mengantarkan dirinya pada kuali rebusan panas.

Menakutkan.

Singa Vs Serigala.

Pilihan sulit.

Dilema.

"Dia memang bukan barang, tapi dia wanita saya. Saya menjaganya, bukan anda yang perlu menjaganya. Terimakasih" Jawab Bastian kali ini membuat barometer ketakutan Arissa menjadi nol seketika.

Wanita saya.. So sweet banget....

Setidaknya Singa tidak akan makan calon istrinya.

Terharu mendengar sang singa berkata demikian, Arissa berbalik memberi anggukan-anggukan anjing kecil, sebagai persetujuan kalimat Bastian Barusan pada Tristan.

Tristan hampir menggigit lidahnya, dalam hatinya ia mengutuk betapa bodohnya Arissa, karena ia datang ingin membawa Arissa keluar dari kandang singa, tapi ia malah betah dalam pelukan sang singa.

"Arissa, loe jangan lupa. Pria yang loe pegang, pria brensek. Dia culik ANDIEN" Peringat Tristan membangunkan Arissa kembali pada sosok Singa yang pernah menculiknya dan hampir menjadikan dirinya mangsa orang lain. Sekejap mata Arissa memberikan sinyal minta pertolongan pada sang serigala yang kembali berhasil manipulatif dirinya.

Melihat keraguan itu. Membuat Bastian marah atas tuduhan itu padanya. Siapa yang menculik Andien? Yang pastinya bukan dirinya.

Buggghhhhh.....

Bastian melemparkan tinjunya, hinga Tristan jatuh ke tanah karena oleng. Pukulan ini untuk  mengakhiri mulut besar sang serigala.

"SIALAN, aku tidak ada hubungan dengan gadis itu. Kau yang tidak becus menjaganya, mengapa menuduh orang lain. Jangan sok baik di depan wanita orang lain. Okey " Peringat Bastian menepuk wajah Tristan.

Gadis Arisan (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang