Konten dewasa, silahkan di skip
****
Andien tidak akan pernah marah untuk waktu yang lama...
Cukup Tristan datang memohon sekali, ia akan langsung memaafkan..
Sebesar apapun Dosa Tristan,Andien anggap wanitanya lah yang pergi menggoda kekasihnya.
Andra...
Kepalan tangan Andien meninju bulat, jika mengingat masalalu. Bagaimana liciknya Andra merayu Tristan agar ia bisa naik tempat tidur kekasihnya.
Sakit...
Jika Andien kembali melihat seorang gadis di kamar yang sama tanpa busana melakukan hal seperti itu di depan matanya.
Miris...
Sejak itu ia menyusun skenario untuk Andra.
"Sayang" suara bass terdengar meniup di belakang telinga Andien, menghapus pikiran Andien saat ini dengan cepat.
Tangan besar itu kemudian mengelus perut rata dan bergumam.
"Apa anak kita nggak marah, dikunjungi ayahnya mulu"
Andien menggeleng. Wajahnya bersemu merah muda. Gumaman Tristan terdengar manis menggoda, bagaimana ia bisa menolak sentuhan Tristan. Ia sangat menyukai Tristan, bahkan ia lebih rela mengorbankan anaknya di perut daripada menolak melayani Tristan.
Jika itu Baskoro yang datang, ia selalu beralasan jika selalu mengajaknya melakukan hal tersebut, hal itu akan membuatnya anaknya celaka.
Ia jijik sentuhan Baskoro.
Sangat jijik..
"Sayang, apa kita perlu perlengkapan bayi sekarang.." tanya Tristan yang berbalik menarik Andien jatuh terlentang di atas ranjang.
Dengan begini, ia bisa mencium anaknya di balik perut. Ia mencium perut rata tersebut dengan kasih sayang seorang ayah.
"Tan...gue mau nanya, cewek itu yang angkat telepon loe..kenapa suaranya mirip banget ama Andra" selidik Andien, ini adalah kesekian kalinya ia bertanya. Seakan ia tidak pernah puas akan jawaban Tristan beberapa hari yang lalu.
"Tan, siapa cewek itu?"
Tristan enggan menjawab, ia mengalihkan perhatian Andien, dengan memijat payudara Andien yang terlihat polos di depan matanya.
"Tan, jawab gue"
Bentak Andien, namun Ttistan kembali mengalih perhatian ketika bibir Tristan maju mengisap payudara Andien.
"Tan..." Seru Andien yang awalnya akan membentak, namun berakhir mendesis dan mengerang ketika Tristan dengan curangnya memasukan miliknya dengan cepat dan membenamkan naik turun..cepat dan penuh.
"Tan, argg....arhh...." Erang Andien mencengkram selimut.
Dring....
Suara lembut telepon Andien berdering. Dalam kenikmatan Andien mengerjap-ngerjap mengambil telepon miliknya.
Di layar telepone miliknya...
Tertampil *Mami Sayang*
"Pelanin sayang, mami telepon" kode Andien, tempo Tristan melambat namun tetap penuh tekanan ketika jatuh, membuat Andien harus sekuat mungkin menahan erangan nyaman di ujung tenggorokannya, dan mengangkat telephone mimi Fha-Fha.
"Mimi ...hmmmm ada apa" sapa Andien ketika dengan sengaja Tristan mengisap-ngisap bagian payudaranya, membuat erangan hampir lolos mudah begitu saja.
"Anak sialan kau...yu bitchy ...apa yang kau lakukan , kau pernah bercinta dengan suamiku... Anjing kau" maki Mimi Fha-Fha di seberang sana, wajahnya hitam pekat meremas video durasi sepuluh menit, yang menampilkan video hubungan badan anak angkatnya dengan suaminya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
