Tik...tik...tik..
Suara detik jam seakan mengusik Arissa, keram perut makin melilit ketika ia bangun.
Dengkur halus pria yang merangkulnya, membuat Arissa tidak nyaman bergerak mengusiknya.
Arissa menarik pelan pergelangan tangan Bastian, dan melihat angka jam di jarum tangannya.
Jam 02.00 Wib
Masih terlalu gelap. Namun ia merasa butuh air hangat untuk menenangkan perutnya.
Ia keluar perlahan dari kukungan Bastian. Bergerak layak siput, baru saja ia bangun, namun harus kembali duduk ke sisi ranjang.
Sakit perut bagian bawah.
"Aduh.."ringisnya menggigit bibir, namun ia tidak merasakan sesuatu yang merembes sekaligus banyak seperti biasanya. Penasaran, ia perlahan menuju kamar mandi, memeriksa sesuatu di balik celana dalamnya.
"Fleknya dikit banget !!! Pantasan sakit banget...musti minum jamu lancar datang bulan nih" keluh Arissa, namun jam segini ia tidak tega membangunkan Bastian membelikan jamu untuknya.
Ia perlu sesuatu yang hangat.
Langkah kaki siput, Arissa keluar kamar. Berjalan menuju dapur.
Sosok gaun linggrie merah terlihat di dapur sedang terlihat menikmati cake tart.
"Dira" gumam Arissa tidak yakin, walaupun penerangan dapur samar. Namun wajah gadis itu terlihat sangat berbeda dari biasanya.
"Uwek.." Dira memuntahkan kuenya ke lantai, ekspresinya jatuh sangat terkejut, dan segera mengambil tangan menutup sebagian wajahnya. Ia telah melepaskan make up nya, tentu saja wajahnya akan sangat berbeda dari Andra.
Takut Arissa menyadari. Ia segera bangkit berdiri meninggalkan dapur, dan segera cepat merias wajahnya.
Dira meletakan tangannya di dadanya. Tiba saja ia merasa sangat takut dan gugup. Bagaimana jika Arissa mengetahui penyamaranya?
Ia perlahan turun akan mengintip dari tangga, namun sosok pria bermata biru yang terlihat baru bangun, keluar dengan wajah cemas, membuat dirinya segera bersembunyi kembali masuk kamarnya.
Deg..
Dira memegang dadanya. Mendadak ia sangat gelisah. Ia takut Arissa membongkar tentang dirinya . Ia berharap Arissa menjadi lupa ingatan seketika. Ia keluar turun menginjak tangga dengan langkah senyap, ia pun mulai mengintip kembali.
Arissa yang awalnya ingin mengejar, namun minat makan cake tart sangat menggoda. Cake tart dengan penampilan super hero.
"Dia ulang tahun? Hi hi kok tulisannya heppy bdays Badman" Gumam Arissa seraya memotong satu potongan untuk dirinya, namun kembali mengabaikan rasa curiganya.
Satu potongan masuk dengan lahap. Sekejap rasa perut sakit melilit hilang.
"Apa gue kelaparan yah? Ha ha ha" geli Arissa.
Makan satu potong lagi.
Nyam...nyam..nyam...
Memotong satu lagi. Ketika satu potongan akan masuk ke mulutnya.
"Arissa"sebut Bastian yang kemudian mengerut bibirnya, menahan geli dengan sisi bibir Arissa yang telah berlepotan dengan krim cake tart, namun rasa cuka menyiram kepalanya ketika melihat nama seseorang di atas kue.
Badman..? Siapa dia ..
"Bastian" sambutnya kembali dengan segera membawa satu potongan kue ke mulut Bastian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
