Last Chapter :
#Part 3
"TRISTANNNNN....TRISTAAAN...
TRISTAANNN..." teriak Arrisa malah menyebut nama pria berdarah Arab tersebut. Tapi hal itu terasa sia-sia juga. Pria itu tidak akan pernah datang menolongnya.
"Mimi Fha-Fha ....FHA-FHA.....MIMI ......MIMI......GUE DAFTAR MIMI......AMPYUN MIMI...." teriak Arrisa bergema di sepanjang lorong yang gelap tersebut.
Ia berharap mimpi buruknya akan berakhir segera. Ia ingin bangun secepatnya.
*************
Arrisa duduk meringkuk dalam sel, merasakan lantai yang begitu dingin, menunggu kedatangan mimi Fha-Fha. Karena mimi Fha-Fha yang akan menentukan bilik neraka mana yang cocok untuk dirinya.
"Tolongin gue" ringis seseorang yang mengarahkan permintaannya pada Arrisa.
Arrisa menoleh ke asal suara. Ia pikir hanya dirinya yang berada dalam sel yang gelap begini. Ternyata masih ada satu gadis lainnya yang menghuni sel ini. Arrisa ngesot mendekati gadis itu, gadis itu tersungkur di lantai, tak berdaya. Buru-buru Laura membantunya duduk dan menyenderkan punggung gadis itu ke dinding. Sungguh naas nasibnya. Mungkin dulu ia sangat cantik, terlihat sekali dari pahatan wajahnya, tapi sekarang ia kurus kering, berwajah pucat, dan tak bernyawa.
"Gue bentar lagi mau mati.." ucap gadis itu lemah.
"Iya, gue tau" sahut Arrisa yang kemudian membekap mulutnya sendiri. Mengutuki kalimat barusan yang lolos begitu aja dari mulutnya.
"Gue mau titip pesan" ucap gadis itu, menggenggam tangan Arrisa. Tangannya sangat dingin, dan pupil matanya pun sudah terlihat sangat redup.
Mendadak Arrisa menjadi sangat iba, apalagi dress yang dikenakan gadis ini terlihat sangat kotor dan banyak noda bercak darahnya. Jahat sekali, pasti ia mengalami penyiksaan yang sangat hebat.
"Apa yang bisa gue bantu,sis? " tanya Arissa iba.
"Gue cuma minta tolong, supaya pacar gue, stop nungguin gue. Kasian dia nungguin gue mulu"
"Belum tentu juga doi nungguin lu, sis" sahut Arrisa.
"Dia setia ma gue!!! Gue tau dia sering kesini, buat cariin gue ..Gue udah gini. Lu lihat sendiri, gue kaya gimana? Mati nggak, hidup juga nggak .."
"Tapi lu tau darimana, dia sering kesini buat cariin lu, nggak sebaliknya sis, dia kesini buat dapat gitu-gituan " ungkap Arrisa mematahkan pendapat gadis itu. Gadis itu terisak, menggelengkan kepalanya.
"Gue tau dia, dia nggak gampang move on!!! Gue tau dia sering kesini dari beberapa barbie-barbie yang di campakkan mimi Fha-Fha ke sini. Percaya ma gue, sis"
Arrisa menganggukan kepalanya, apa salahnya untuk percaya.
"Lalu gue harus apa, sis? Gue aja belum tentu keluar dari sini, sis?"
"Lu bisa keluar, sis"
"Nah, klo lu dah tau caranya, kenapa lu nggak keluar dari dulu aja" Arrisa mengerutkan keningnya, ia takut nasibnya akan berakhir sama dengan gadis ini.
"Syaratnya, lu harus masih virgin." Lanjut gadis itu. Arrisa menarik nafas lega, karena dia memang masih perawan.
"Kalo lu dah nggak virgin, selamanya lu nggak akan bisa lihat matahari lagi. Lu bakal disini seumur hidup, jadi budak nafsu monster-monster Hiksss...hiksss....hikss" isaknya.
Arrisa bergindik ngeri, matanyapun ikut basah membayangkan penderitaan yang di alami gadis ini. Jadi inilah alasan gadis ini tetap disini. She's not Virgin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
