No# 2 Romance 14 Mei 2019
Dilarang Copas
Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu...
Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!!
Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca.
************
"Lu harus Cariiii duitttt buat n...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rank#1 *26/4/19
Bastian membawakan mangkuk sup bergizi sore nya ke kamar apartemen mereka, Arissa baru saja mandi setelah sekian lama ia menyelesaikan tidur yang panjang.
Jam dinding sekarang menunjukan pukul 16.00 Wib.
Mata biru itu meletakan mangkok sup yang telah menghangat di atas meja, ia memindai teman tidurnya semalam, ia terlihat letih karena semalam begadang sampai fajar.
Gadis itu tergerai dengan rambut basahnya yang terlihat lebih menggoda dirinya. Ia keluar hanya mengenakan dress putih yang memiliki kerah yang menutup lehernya.
Menutup jejak-jejak semalam. Arissa sengaja memilih dress, ia malu sendiri akan jejak itu.
Arissa yang awalnya malu, akhirnya menelan sup ayam. Bibirnya mengerucut merasakan campuran obat di dalamnya.
Bibirnya maju hendak protes, namun mata biru yang duduk memandangnya membuat dirinya jatuh tertunduk tidak bisa mengatakan satu katapun lagi.
Melihat bibir tipis puding itu mengelap basah bagian bibirnya, membuat seketika Bastian kehilangan nafsu makannya, meletakan rotinya begitu saja, dan ia ingin memakan hal lain.
Bibir itu tampak nyaman di makan. Bastian menelan ludahnya.
"Makan habis sup nya" bangun Bastian yang perlahan menggeser kursi ke samping Arissa.
"Rasanya sangat aneh, agak pahit gitu" keluh Arissa yang kemudian mengambil satu sendok sup, namun sendok sup itu jatuh begitu saja ketika tangan Bastian melingkar di atas perutnya di bawah dadanya, bibir pria itu berhembus di belakang telinganya.
"Itu sup energi, biar energi kamu makin tambah banyak. Biar nggak kelelahan lagi seperti kemaren"
Arissa malu.
"Biarkan aku makan dulu. Okey" jawab Arissa geli dan memerah dan menelan habis sup nya dengan cepat, dan kemudian wajahnya perlahan memutar melihat pria di belakang tubuhnya.
Ia berkata.
"Apa aku cuma di kasih Sup?"
Bastian tertawa kecil mendengar nada protes di kalimat itu.
" Aku masih lapar"
" Aku mau nasi dan ikan" protes Arissa.
Bastian mengambil roti ke dalam jangkaun tangannya, dan memasukan ke dalam mulut Arissa.
Arissa mengunyah ujungnya sedikit, dan kembali meletakan di atas meja.
"Aku orang indonesia, suka nasi. Okey"
Bastian terkencang tengah menahan tawanya.
"Thom belum datang membawanya, tiga puluh menit lagi pasti ia sudah datang" jawab Bastian kemudian.