Melihatnya lajunya genk motor menakut-nakuti Andien, bahkan ada yang dengan sengaja mengetok kaca mobilnya sambil berjalan dengan mengejutkannya secara mengerikan.
Andien meraih ponselnya, mengutuk baterai telephone yang sekarat. Ia memanggil Tristan, bertindak meminta pertolongan. Namun jawaban di ujung seberang sana, membuat dirinya terkejut lebih dulu.
"Hallo"
"Loe siapa? Megang hape pacar gue"
"Oooh lo pacarnya, gue bininya..ha ha ha ha"
Andien mengakhiri teleponya. Ia tertawa tak yakin awalnya, ketika samar-samar ia mendengar suara yang lain. Ia pikir ia menekan nama yang salah, tapi ia lirik itu adalah nomor yang tepat. Nama "Hubby" terpampang jelas di layar ponselnya.
Sialan siapa lagi cewek itu....
Suara seorang wanita itu terdengar tak asing....
Andien merasa geli dan kemudian terkikik menagis, matanya mulai memerah.
Siapa dia? Siapa dia?
Suaranya terdengar seperti Andra..
Andien melempar ponselnya ke belakang, memukul setirnya.
Nggak mungkin, Andra tersisa tulang ..mencari Tristan lagi..
Namun suara arogan dan renyah gadis itu kembali berulang seakan membisiki Andien.
Andra..Andra..bagaimana mungkin.. gue bakal nyiapin kuburan loe segera..cewek sialan itu..
Kecepatan mobil Andien melamban sejenak oleh pikirannya yang terendam mengingat suara yang tak asing di telinganya.
Genk motor mulai mengelilingi mobilnya bertindak brutal menakut nakuti dengan suara lolongan yang meminta ia keluar dari mobilnya.
"Sialan" teriaknya frustasi menaikan gasnya, membuang suara mobil meraung membelah sunyi malam, emosinya makin memuncak kala memikirkan seorang wanita yang kini berada di dekat Tristan, lagi dan lagi dan wanita yang mana lagi.
Rasa cemburu dan muak membuat ia menekan pedal gas dan impuls saraf keberanian mendadak muncul. Kini mobilnya lah yang menguasai jalan dan bergerak menakuti nakuti genk motor dengan kecepatan yang mengerikan, bahkan ia tak segan-segan menjatuhkan dan menabrak motor-motor yang menghalangi jalan.
"Loe-loe semua halangi jalan gue, sama aja minta mati" teriak Andien Frustasi. Genk motorpun mendadak takjub atas nyali gadis ini, ia tidak segan menyenggol siapa saja yang memepetnya.
*******
Tristan merampas kembali ponselnya dari seorang gadis yang terlihat ramping dan menawan, ia bertindak geram kala gadis tersebut dengan berani berbicara di teleponya.
Ia mendengus melewati gadis tersebut, ketika ia kembali memeriksa telepon, bahwa sang pemanggil adalah Andien. Rasa frustasi meliputinya segera, bagaimana jika Andien kembali salah paham? Ia segera menekan dial menelepon kembali, namun telepon tersebut sedang tidak aktif. Ia berpikir lebih baik segera pulang dan menuju rumah Andien.
Ia mengangkat tentengan belanjanya, dan memasukan telepon ke saku kemejanya, dan tangannya merogoh masuk mengambil kunci motor.
"Wajah loe kaya muram gitu?" Sela gadis itu dari belakang punggunganya. Gadis itu mengembungkan pipinya dan membuang nafas, sedikit kecewa mengetahui pria ini benar-benar terlihat tidak peduli, apalagi ia sudah memiliki kekasih.
Tristan tetap bersikap acuh, mengabaikan gadis tersebut. Gadis di depannya ini memang mengesalkan, namun ia cukup sabar dan hanya memilih menghindar untuk berdebat dengan seorang wanita, apalagi bergerak memukulnya. Sekesal apapun dirinya saat ini, ia tetap bergerak merendam emosinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
