Jam 12.00 Wib
Dira tiba di kantor Leo. Baru saja ia akan memasuki lift, aroma parfum yang sangat ia kenal. Mendahuluinya masuk.
Gadis itu melirik dengan menurunkan sedikit kacamata hitamnya.
Dira menjulingkan matanya segera. Mengapa dunia ini, harus mempertemukan dirinya dengan Andien dalam lift kecil seperti ini.
Ia mengutuk pertemuan ini. Bencana. Mereka bertemu hanya untuk menjadi bencana.
Ting...
Pintu lift tertutup. Melihat angka lantai tujuan yang sama. Dira tidak perlu menekan salah satu angka kembali.
Ia bersandar di dalam lift, tidak lupa memandang remeh Andien yang terlihat berkelas dengan pakaian mewahnya.
Mungkin dulu ia sangat minder, tapi Tn.Basdier cukup royal memberikan barang-barang tak kalah mewahnya. Sayangnya Dira hanya di berikan waktu tiga bulan untuk menyelesaikan misinya.
Membuat Bastian naik ke ranjangnya, dan hamil. Ternyata itu cukup sulit. Pria itu menempel ketat dengan Arissa.
Hening. Hanya keheningan.Selain mata yang yang melempar jijik ke lawannya.
Ting..
Lift terbuka.
Andien dan Dira terlihat bersaman keluar dari lift. Saling memukul bahu dan melangkah lebih cepat menuju ke ruang Leo, melewati meja sekretarisnya begitu saja.
Di saat itu Leo tengah membuka pintu, mempersilahkan klien untuk mengunjungi lain kali.
Melihat Andien dan Dira.
Leo dihadapkan dengan kebingungan. Melihat dua wanita yang sama menarik di depan pintu.
"Gue udah janjian" pecah Dira membuyarkan lamunan Leo yang mematung kebingungan. Dira terlihat berjalan akan memasuki pintu. Melewati Andien.
Andien kesal.
Ia memang tidak memiliki janji bersama Leo. Namun kebutuhannya mendesak kali ini, ia harus mendapatkan hak ahli waris dari mimi Fha-Fha, bagaimana mungkin ahli waris malah di serahkan untuk anak Yatim Piatu. Apa Surga tiba-tiba terlihat di mata Mimi Fha-Fha sehingga ia mendadak berubah menjadi wanita yang sangat dermawan.
Ia menarik mundur Dira dan mendorongnya ke samping. Sehingga gadis itu jatuh ke lantai.
Leo turun ingin membantu Dira bangun, namun tangan Andien lebih dulu menyeretnya kembali dalam ruangan.
Blammm..
Menutup pintu dengan keras, dan menguncinya.
Dira bangun, menggedor namun tak di buka. Ia berusaha mengendap menempelkan telinganya ke daun pintu.
Namun ruangan itu kedap suara.
Satu katapun tak bisa ia dengar. Ia mengambil ponsel dan melakukan panggilan untuk Leo.
Namun panggilan itu hanya terus menggantung di udara. Tanpa di angkat.
Yang bisa ia lakukan hanya menunggu.
Satu jam menunggu. Andien tidak keluar juga.
Kesal.. Dira kembali melakukan panggilan. Kali ini panggilan tersambung.
Suara berat dan pendek terdengar dengan nafas putus-putus.
"Ben..tar la..gi..oke"
Belum saja Dira akan mengomel, sambungan telepon di antara mereka, cepat berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
