Part 40 Merit,ok ?

15.8K 518 44
                                        

Tristan  memejamkan matanya dengan posisi setengah duduk di sudut sofa di dalam ruang pribadi di salah satu bar. Suasana gelap dan remang, sekilas membuat dirinya tidak terlihat. Bukan hanya terlihat lelah, iapun terlihat kusut dan berantakan, berhari-hari bersama rekan kerjanya masih mencari jejak There maupun Arissa. Namun Nihil, yang ada ia malah mendapatkan Fakta yang lain dari kehidupan Andien.

Rahasia Andien dalam dua  malam ini. Foto-Foto Andien bersama seorang pria asing terlihat berkali-kali memasuk hotel ataupun apartemen  mewah, bahkan Tristan melakukan penyelidikan menyeluruh dan mendapatkan bukti  rekaman jejak beberapa bulan yang lalu, terlihat jejak rekaman Andien memiliki pasangan selain dirinya , Walaupun Foto dan video CCTV terlihat blur, namun untuk mengenal sosok Andien, Tristan bisa mengenalnya secara akurat bahwa wanita yang terlintas dalam video dan foto tersebut adalah sosok Andien, sosok mantan kekasihnya.

Pencariannya terhenti seketika ia mendapatkan chat Andien, yang mengaku telat dua bulan, dan Andien menuntut dirinya untuk segera bertanggung jawab.

Baby..

Tidak pernah terpikirkan oleh Tristan untuk segera memiliki anak ketika hubungan dirinya dengan Andien telah berakhir. Ia sudah memutuskan untuk melupakan sosok Andien, bahkan rasa cinta  seperti permen nano nano warna warni  sudah dikuburnya.

Krettt...

Pintu sedikit terbuka, cahaya lampu sedikit membuat silau pandangan Tristan. Sejenak ia terbangun melirik pintu. Sosok Andien melangkah masuk dan kemudian menutup kamar pribadi tersebut.

Tristan menarik punggungnya duduk tegak menghadap Andien.  Andien tengah  duduk mengeluarkan suara isakannya, awalnya Tristan ingin merangkul Andien, tapi tangannya menggantung di udara begitu saja, dan kembali ia urungkan, satu tangan lainnya masih meremas bukti foto-foto perselingkuhan Andien. Hubunganya kan sudah berakhir,dan belum tentu ayah bayi itu dirinya.

" Tristan.."

"Ya "

"Ini ..." Andien menunjuk perutnya yang masih rata, dan membawa telapak tangan Tristan untuk mengelus perutnya yang rata, dan satu tangan Andien jatuh tanpa sengaja mendarat di paha Tristan.

"Anak loe"

Tristan diam. Tak mengelak ataupun mengiyakan. Hanya saja kejutan tangan Andien yang tiba-tiba memeluknya, membuat perasaan intim yang biasa ia lakukan, terlintas kembali.

Gue kok sange eh ...tahan bro..tahan bro..

"Kita merit" seruk Andien, namun yang terdengar Tristan, hal ini merupakan ajakan kawin, secara harafiah pikiran lelakinya , mengartikan mengajak bercinta.

"Meritt, ok? "

Tristan terdiam. Tampak menahan.

"Merit, ok?" Kali ini Andien lebih agresif memeluk dengan erat, dan bahkan dengan sengaja mengendus-ngendus aroma tubuh Tristan.

"Merit ,ok?"

Tristan memejamkan matanya. Pertahanan prianya benar-benar menipis. Rasanya seperti Kucing melihat ikan. Siapa yang bisa menahan lebih lama, kala  Andien dengan sengaja menyentuh bibirnya sekilas.

"Merit,Ok ? "

"Ok" jawab Tristan tak tahan. Setelah putus, ia selalu puasa. Namun kebutuhan malam ini layaknya puncak akibat lama berpuasa, nafsunya seakan meledak melebihi batas normal yang bisa ia tahan.

"Tan...loe serius kan merit ma gue" ulang Andien serasa kepo, tak butuh penjelasan panjang lebar untuk mengajak Tristan mengambil tanggung jawab. Andien mengalungkan tangannya ke leher Tristan. Foto yang dari tadi di genggam oleh Tristan jatuh berserak ke lantai begitu saja, kala Andien memberikan ciuman di bibirnya, sekali lagi.

Gadis Arisan (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang