Part 63 #Night Club

3.9K 369 292
                                        

Di dalam Club...

" Loe sini aja, jangan kemana -mana, gue cari pipi dulu...oke" Pamit There meninggalkan Arissa di kursi bulat tinggi di pojok meja bartender.

Arissa memberi anggukan, dan There pergi meninggalkannya begitu saja, tanpa menyadari sosok familiar yang tengah menatap dirinya dan Arrisa.

Dira dalam balutan wajah gadis manis, bernama Kemuning, mengangkat gelas anggur hitam miliknya. Membisiki seorang pria disebelahnya, dan pria berbadan tegap dan tinggi menunjukan sosok ketertarikan seketika melihat Arissa dari kejauhan.

Arissa, salah satu tipenya.

Menarik gelas dari tangan Kemuning, Dira menahan gelas seventar, dan mengambil satu pil biru di cangkir tersebut.

Klo nggak keguguran, anak loe bisa cacat gara-gara ini...

Umpat Kemuning, yang kemudian melepas cangkir. Pria itu mengedipkan matanya sebentar, seakan bertanya apa pil itu.

"It's a mixture to make the girl excited to accompany you" Kilah Kemuning meredakan kecurigaan pria itu. Ia tidak mungkin, mengatakan bahwa pil itu racun yang sudah ia siapkan.

"Ooh" Gumam Pria itu yang kemudian memberikan lumatan pada bibir Kemuning, perlahan Kemuning memejam matanya, seakan Bastian yang tengah melumati. Pria itu melepas ciumannya kemudian, dan turun dari tempat duduknya dan pergi mengikuti instruksi Kemuning. Mendekati dan berkenalan.

"Dave" Ulurnya.

Arissa mengantung rasa takjubnya, bak Bastian ke dua tengah berdiri di depannya. Mata berkilau biru yang indah. Hanya saja pria ini tidak sebeku Bastian, dingin dan terlihat jahat.

Dave sebaliknya, hangat dan bak malaikat.

"Arissa" Jawab Arissa menerima uluran tangan Dave. Dave menahan tangan halus itu sebentar dan memuji.

"A pretty name like the person.Did you come alone can I be your friend?"

Arissa menarik tangannya segera menjawab.

"Gue nggak ngerti bahasa inggris" Buang Arissa sambil mengulurkan tanganya memeluk dadanya. Sangat dingin. Ia sedikit menyesal tidak membawa jaket bersamanya.

"Apa kamu dingin ?" Tanya Dave yang tidak menunggu jawaban Arrisa, melepaskan jaketnya dan mengalungkannya di bahu Arissa.

Kemuning tersenyum mendapatkan titik pose yang tepat, ketika Dave mengalungkan jaketnya pada Arisa. Ia mengambil gambar momen tersebut, dan menekan kirim selanjutnya memilih nama Bastian Honey dalam daftar kontaknya.

" Mampus loe..." Umpat Kemuning tersenyum senang. Ia merasa Tuhan sedang memihak padanya sekali lagi. Andien telah ia singkirkan. Kini Arissa mendapatkan gilirannya.

"Kamu cantik" Puji Dave tidak melepas tangan dari bahu Arrisa. Arissa mulai panik melihat tatapan indah pria itu terlihat seperti serigala lapar, sangat berbeda dengan mata biru indah Bastian yang terlihat memujanya menjadi wanitanya.

"Supaya tidak dingin, minum ini" Sodor Dave, tentu saja melihat Arissa sedekat ini membuat hormon serigala bangun dan ingin segera membuka bilik dan merasakannya. Untung saja ada pil itu, pil dari gadis kencan beberapa hari lalu.

"Aku tidak suka minum" Tolak Arisa.

"Sedikit hanya sedikit, ini sangat dingin, alkohol membantu mengurangi rasa dingin" Rayu Dave dengan satu tangan memegang gelas menyodorkan pada Arissa, dan sekali lagi Kemuning mengambil gambar ketika bibir gelas terlihat menyentuh bibir Arrisa.

"Ha ha ha " Kemuning tidak bisa menahan tertawanya, tentu saja ia tengah membayangkan bagaimana reaksi Bastian melihat seorang wanita yang mengandung anaknya tengah meneguk minuman keras. Itu bagai bom yang seakan menunggu centang dua yang masih terlihat abu-abu menjadi centang dua biru.

Gadis Arisan (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang