"Duh..duh stoppp...aku sakit Perut jadinya ..loncat loncat" Rintih Arissa yang kemudian menjatuhkan dirinya pelan-pelan ke kasur, menggapai kaki There dan memukulna agar berhenti meloncat-loncat.
"Kaya anak kecil loe" Rintih Arissa tak menyadari wajahnya telah seputih kertas, bibir kering tak tertahan, ia telah melupakan sarapan dalam beberapa hari ini, karena teror hutang telah membuat dirinya kehilangan nafsu makan.
"Kenapa lo ca....?" There dengan punggung tangannya meraba kening Arissa. Tidak Demam. Tapi wajahnya tengah terlihat menderita.
"Sakit perut?" tanya There, namun Arissa enggan menjawab, semuanya terlihat berputar di matanya. Tangan Therr kemudian meraba perut yang mulai terlihat kencang di permukaan. Mengira-ngira kabar sang janin di sana. Sehat-sehat aja kan?
"Sakit Ca , perut ?" Tanya There mengguncang tubuh Arissa yang tengah memejamkan mata. Arissa hanya memberi anggukan kecil dan kemudian segala sesuatu terlihat gelap di depan matanya. Samar-samar suara There terdengar makin jauh dan kemudian hilang.
There naik memeriksa Arissa yang tengah kehilangan kesadarannya, bergerak sedikit menepuk wajah, namun ia hanya terlihat merintih sebentar kemudian jatuh kembali. Ia terlihat lelah.
Tidak menunggu lama...
There mencari Bastian, naik ke kamar lantai dua. Kamar yang satunya kosong. Bergerak ke kamar sebelah. Untung Pintu tidak terkunci, hanya saja wanita dalam kamar itu bangun kaget segera menutup wajahnya dengan belahan rambutnya yang panjang. Ia mengutuki karena lupa mengunci pintu kamar ketika menghapus make up nya.
"Loe siapa? Terus cewek yang satu mobil ama si bule itu mana? " Tanya There, pakaian yang dikenakan gadis dalam mobil itu masih sama persis dengan gadis yang kini berada di hadapannya. Hanya saja wajahnya terlihat berbeda. Jauh berbeda.
There memukul jidatnya sendiri, tidak seharusnya ia menanyakan siapa gadis ini? Bisa saja Pria bermata biru itu banyak menyimpan selir dalam rumahnya.
Melihat pantulan Ekspresi There yang terus memandanginya dari cermin , Dira pun menelan ludahnya sendiri, dan segera menjawab denga dialek berbeda dari yang biasa ia gunakan sebagai Dira.
"Oh, mbak Dira lagi di toilet kak" Jawabnya terdengar logat kampung halamannya.
"Loe siapa?" Tanya There yang masih penasaran, gadis itu mengangkat wajahnya, ia terlihat seperti gadis belasan tahun dengan wajah manis segarnya. Ia terlihat alami dan polos.
"Saya Kemuning kak, teman Ka Dira. Ada apa cari Ka Dira..?" Jawab Dira menghalau kecurigaan There padanya.
"Gue kira aja Bastian ada di sini, dan loe salah satu selir lainnya, makanya gue nanya loe siapa? Syukur aja loe bukan selirnya" Gumam There berbalik dengan melambaikan tangan, isyarat ia pergi meninggalkan kamar Dira.
Dira memegang jantungnya. Hampir saja. Ia segera menutup pintu, mengunci kamarnya , meraih teleponnya, dan menghubungi Leo.
"Dimana loe?"
Leo bangun mengangkat kerah bajunya kembali, dengan enggan iapun akhir menjawab.
"Di kantor lah...ada apa?" Tanya Leo kemudian, namun matanya masih tertuju pada sosok gadis di atas ranjang biru, salah satu tangannya meraih tangan gadis itu. Di punggung tangan gadis itu tertanam ujung jarum infus yang terus mengalir dengan lamban.
"Gue butuh loe, gue frustasi, gue ngggak ada tempat lagi... Gadis bodoh itu hamil, Tn.Basdier pasti buang gue, gue bisa gila ..loe tau aja kan uang Andra sudah gue sumbangin, gue balik miskin lagi, gue nggak mau" Pekik Dira terdengar frustasi dan pelan-pelan memejamkan matanya, bahkan ia ingin terus terpenjam. Jangan sampai impiannya dimiliki wanita lain, ia sangat takut membuka mata. Kemudian ia akan menjadi sosok miskin gelandangan seperti dulu lagi. Kakaknya, pria tempat ia bergantung bahkan tidak pernah datang kembali kepadanya.
"Datangin, klo loe butuh gue, dan gue nggak bakal bikin loe miskin" Senyum Leo menjadi licik dan sangat licik.
Panggilan berakhir begitu saja, ketika Leo memberikan alamat hotel dan nomor kamar hotel yang telah diberikannya pada Dira, gadis sombong itu perlu ia beri pelajaran.
Tangan Leo naik perlahan menyapu rambut hitam yang bergelombang, yang tengah terlihat seperti Putri tidur.
"Andien, belajar nurut ama gue. Okey!!! Gue nggak akan sia-siain loe, apalagi kita udah bersama sekali lagi... Sekali lagi kita bersama lagi Dien... " Bisik Leo yang kemudian memberi kecupan di bibir kering yang terasa hambar namun sangat mengundangnya. Banyak wanita yang mengundang hormonnya, namun hanya Andien yang pernah singgah di hatinya. Hanya Andien yang pernah ia puja.
Telinga Bastian menjadi lebih peka ketika samar-samar ia mendengar Teriakan There.
Dari ruang rahasia, Thom dan rekan lainnya tengah melacak siapa yang dengan berani memasang alat sadap di ponselnya.
Tn. Basdier
Rekaman layar monokrome tersebut menunjukan ayahnya sendiri yang terlihat memasang penyadap suara ketika ia pergi meninggalkan ponselnya, di saat acara makan bersama. Tepatnya sebulan lalu.
"Lalu siapa Kemuning?" Tanya Bastian.
" Itu saya tidak tau Tuan, bisa saja Tn.Basdier meminta nama orang lain membeli alat sadap tersebut" Jawab Thom sedikit tidak yakin. Mendengar jawaban itu, Bastian segera pergi meninggalkan ruang rahasianya dengan cepat menuju kamar Arissa, dan ia pun mengabaikan teriak-teriakan berisik There.
"Blu eis..Blue eis... Arissa pingsan...uii" Teriak There berkali-kali hingga tenggorokannya kering. Rasanya ia telah.mengelilingi semua isi rumah ini, namun ia tak menemukan Bastian sama sekali, ia pun pergi ke gardu satpam. Namun wajah satpam terlihat lebih menyedihkan. Sudut-sudut biru lebab menghias wajahnya.
"Rasanya Tuan Bastian tidak ada keluar "
"Loe yakin.."
"Yakin lah, kan keluar masuk gue buka gerbang lewat remote ini" Keluh sang Satpam menanggapi rasa curiga There.
"Ngomong-ngomong elo sama Ojol tadi menang sapa ?"tanya There prihatin pada mata sang Satpam.
"Menang saya non.."
"Klo loe menang, kok loe banyak cetakan biru merah gitu... " Ejek There tak percaya.
"Ah Neng, gue menang lawan dia..eh dia balik bawa emaknya, gue babak belur lah..." Lanjut Satpam menderita.
"Kasiann.... Loe di pukul emak-emak" Prihatin There kemudian tangannya pergi meraba setiap sudut biru merah dan mulai menghitung cetakan-cetakan yang di dapatkan sang satpam.
********
15/8/19
😅😅 semoga kalian tidak mengutuk Kemuning di part besok?
Ada yang kangen Tristan ?
KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Arisan (On Going)
HumorNo# 2 Romance 14 Mei 2019 Dilarang Copas Cerita akan di Private acak. Jadi follow dulu... Ini cuma Fiksi , maafkan jika ada kesamaan nama yah !!!! Cerita dewasa ???? Harap bijak membaca. ************ "Lu harus Cariiii duitttt buat n...
