"Hei, how are you? Sudah lama kita tak bertemu,"
Agam memaksakan untuk tersenyum disana, lalu tangannya ia bawa untuk membalas uluran tangan sang lawan bicara, "Gue baik, Cha. lo sendiri?" Agam bertanya balik sekedar hanya untuk basa-basi saja.
Tertawa ringan, Cheline menyilang rambut panjangnya ke belakang, "Lo bisa liat sendiri, Gam" Tuturnya masih dengan tersenyum ceria.
"And you," Cheline beralih pada Inggil yang berada di samping Agam, "Disini mau nganter atau kerja juga?"
Tersenyum memikat seperti biasanya, selangkah Inggil berjalan ke depan, "Gue gak bisa motret masalahnya, tapi kalo masalah manjain lo sih gue bisa dan gak keberatan kayaknya," Ucap Inggil tak lupa mengedipkan satu matanya genit disana.
Hidup!! Playboy cap kaki tiga!
Tertawa atas penuturan Inggil, dengan gemas perempuan bule itu memukul bahu sang playboy, "Hati-hati jangan gombalin gue, anak perawan itu rentan kalau urusan perasaan," Inggil sontak terbahak, sedangkan Agam hanya bisa tersenyum, itu juga terlihat malas. Ia merasa tak mau terlibat pembicaraan dua manusia itu yang menurutnya tidak penting juga.
"Eh," Menyadari mereka belum sepenuhnya masuk, Cheline dengan segera membuka lebar pintu, "Ayo masuk! Gak enak banget ngobrol di depan pintu," Lalu perempuan cantik itu kembali tertawa.
"Gue gak bisa nih! Gue titip Agam aja kalo gitu," Ucap Inggil seraya menepuk bahu sang sahabat, "Bahasa gue nitip, anak panti kali geh si Agam, hahaha..," Lanjutnya seraya terbahak tanpa dosa.
"Sialan!" Dengan kesal Agam menyikut perut Inggil yang masih saja tertawa bahagia disana.
"Gak usah baper lagi yaa, Cha. Doi udah ada yang punya soalnya," Inggil terus saja tertawa tak memperdulikan wajah Agam yang terlihat kesal.
"Hahaha.. Tenang aja, gue masih bisa profesional," Ucap Cheline seraya sedikit mencuri pandangan pada Agam.
Kira-kira siapa yaa yang berhasil mendapatkan cintanya si Agam?
"Syukurlah kalo gitu, gue jadi gak khawatir," Ucap Inggil seolah memberi tau Cheline bahwa keadaan Agam memang tak lagi sendiri.
Mendengus atas tindakan Inggil yang berlebihan, Agam menoleh dengan tampang datar ke arah sang sahabat, "Jijik Gil, lagak lo udah kaya bini yang takut di poligami," Inggil maupun Cheline terbahak atas penuturan absurd Agam. Jarang sekali memang Agam bisa berbicara ngawur seperti barusan.
"Sudahlah kakak, gue cabut duluan," Kembali Inggil menepuk bahu Agam, lalu tersenyum manis pada Cheline, "Don't miss me, okey," Cheline hanya mampu tersenyum geli sambil geleng-geleng kepala.
"Udah sono lah lo balik!" Usir Agam karena Inggil masih saja menggombal, "Jangan lupa jemput gue nanti!" Dan Inggil berhasil turun dari tangga pintu utama setelah tadi di dorong paksa oleh Agam.
"SADIS LO AH! GUE BERASA DI USIR IBU TIRI DAH! Agam hanya memutar bola mata jengah, dan kembali mengalihkan atensi nya pada Cheline yang berada di depannya.
"Jadi, siapa yang buat lo bela-belain mau kerja gini?" Ucap Cheline seraya mengangkat satu alisnya. Agam hanya tersenyum kecil menanggapi omongan Cheline.
"Btw, selamat atas pernikahan lo! Jahat amat gue gak di undang," Pura-pura manyun Cheline lalu tertawa walau sedikit kecewa.
"Gue belum ngadain resepsi juga, Cha!" Ucap Agam santai, "Gue kemaren cuma ngelangsungin akad, dan yang di undang hanya orang terdekat saja,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch Love (COMPLETE)
Chick-Lit(DEMI KENYAMANAN MEMBACA, HARAP FOLLOW TERLEBIH DAHULU YAW) WARNING!! DALAM MASA REVISI! HANYA BENERAPA PART YANG SUDAH DIGANTI DENGAN PENYEBUTAN KATA AKU. THANK YOU:* --- Kamu dikirim Tuhan untuk menopangku atau menjatuhkanku? Hubungan ini.. Rumit...
