Gue sebenarnya punya pembaca setia kagak sih?😅 kasih tanda dong say jajajaja😁
Happy Reading yaaa....
***
"Gue ke si Rafa dulu yah. Lo balik duluan aja" Ucap Elmi cepat belum sempat Riva menjawab Elmi sudah berlari ke arah Rafa.
Agam yang melihat Elmi berlari ke arah Rafa kenapa perasaannya tiba-tiba aneh! Kenapa dia tidak suka melihat laki-laki yang bernama Rafa tersebut laki-laki yang memakai jas putih ala Rumah sakit itu.
"Gue baru tau kalo si Ayudia ternyata play girl" Ucapnya pada Riva yang tak mengalihkan pandangannya pada Elmi dan Rafa di sana.
"Heh! Play girl" Jawab Riva bingung
"Iya baru aja dia makan sama cowok di kantin cium2 pipi lagi sok mesra" Kini Agam beralih memandang Riva. Cowok! Di kantin! Apa yang dimaksud Agam ini Si Azam? Si Agam ini lucu syekaleeeee
"Hahahaha!! Kalo yang di kantin itu mah sahabatnya" Ucap Riva yang masih tertawa. Bisa-bisanya Agam mikir kalo si Azam cowok si Elmi.
"Oh" Jawab Agam singkat.
"Lo cemburu?" Tanya Riva seraya menarik turunkan alisnya. Agam yang di tuduh cemburu pun bertingkah aneh menurut Riva.
"Gue jadi makin yakin kalo kalian ada apa-apa"
"Dia cuma babu gue" Ucap Agam berusaha santai. Dan Riva pun hanya memutar bola mata malas.
"Itu pacarnya?" Ucap Agam lagi seraya menunjuk ke arah Elmi dan Rafa dgn dagunya.
"Si Rafa? Mungkin! hubungan mereka tak jelas" Jelas Riva
"Eh kok lo kepo Gam?"
"Apaan sih! Udah sono lo pulang gue mau maen volly lagi" Usir Agam dan berlalu untuk bermain volly. Riva hanya mencabikan bibirnya kesal. Tadi si Inggil ninggalin dia yang telah melempar bola ke kepala nya, si Elmi juga pergi ninggalin dia, sekarang si Agam juga pergi ninggalin bahkan mengusirnya. Begini banget hidup jombelo batinnya.
***
Elmi POV
Dia.. Rafa...
Dia memanggilku.. Suara itu..
Gue berlari kecil untuk segera menghampiri Rafa. Lama rasanya tak menemui wajah ini. Rafa terlihat tampan dengan jas putih yang di pakainya aku selalu suka setiap dia memakai jas itu terlihat Gagah.
Dan sepertinya dia baru pulang dari salah satu Rumah Sakit tempatnya praktek untuk pembelajaran karena tadi gue mengirim pesan ke dia bahwa gue masuk kampus mungkin dia menyempatkan datang untuk menemui gue. Rasanya gue terharu!
Gue tersenyum setelah tepat berada di hadapannya. Rafa memandang ke arah Agam dan kini beralih memandang gue bergantian dia sepertinya meminta penjelasan tadi melihat gue sama Agam.
"Tar aku jelasin" Ucap gue mengerti.
"Kayaknya ada yang kangen nih kemaren aku nggak masuk2" Ucap gue menyindir Rafa dan tersenyum manis ke arahnya. Rafa tertawa dan memeluk singkat gue. Pelukan ini kok gue merasa biasa aja yahh..
"Yuk Jalan" Ucap Rafa tersenyum seraya memegang kepala gue.
"Yuk" Jawab gue singkat dan berjalan berdampingan dengan Rafa, Rafa menggenggam tangan gue. Gue tersentak dan menoleh ke arahnya Rafa hanya tersenyum memandang gue.
"Kamu pasti capek abis praktek langsung nemuin aku, harusnya istirahat aja Rafa" Ucap gue tak enak setelah kami berada di dalam mobil yang di kendarai Rafa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch Love (COMPLETE)
ChickLit(DEMI KENYAMANAN MEMBACA, HARAP FOLLOW TERLEBIH DAHULU YAW) WARNING!! DALAM MASA REVISI! HANYA BENERAPA PART YANG SUDAH DIGANTI DENGAN PENYEBUTAN KATA AKU. THANK YOU:* --- Kamu dikirim Tuhan untuk menopangku atau menjatuhkanku? Hubungan ini.. Rumit...
