Elmi berubah.
Agam sadar merasakannya.
Raganya dekat. Namun, Agam merasa jiwanya menghilang.
Seminggu lamanya di rawat, mereka akhirnya sudah di perbolehkan pulang. Tapi, mereka tidak pulang ke apartemen seperti biasa, karena sejak insiden yang di alami istrinya, Elmi enggan pulang ke sana, ia merasa trauma mendalam. Lagi pula, di apartemen itu banyak sekali kenangannya saat ia mempunyai perut bundar. Elmi mengingatnya pasti akan merasa sakitnya bertambah, untuk itu keluarga Agam ngotot menyuruh mereka tinggal di rumah, bukan di rumah keluarganya sih karena kalau demikian pasti si sulung Permana akan menolak mentah-mentah. Jadi, mereka berinisiatif menempatkan mereka di rumah yang sudah di belikan Pak Surya untuk khusus di tinggali sendiri. Tempatnya cukup dekat juga dari rumah keluarganya, jadi jika ada apa-apa mereka semua akan gampang mengatasinya.
Agam faham. Keadaan ini sulit untuk di terima Elmi. Tapi, harus bagaimana? Tuhan lebih menyayangi buah hatinya. Agam juga sebagai suami tentu gagal, tak bisa menjaga mereka, dan untuk urusan kerja juga, Agam memutuskan untuk berhenti saja. Untuk apa susah bekerja, sementara alasan yang membuat Agam bertekad ingin kerja sudah tidak ada. Ia benci! Seharusnya memang dari awal tidak ada acara kerja-kerjaan. Jika saja ia tidak mempunyai gengsi tinggi terhadap keluarganya sudah pasti buah hatinya mungkin masih ada di sisinya.
"Gue disini yang salah," Gumam Agam dengan helaan napasnya yang lelah, "Ay.." Saat tangan itu hendak menggapai seseorang yang berada di sampingnya, Agam spontan membuka mata.
Kok kosong?
Samping tempat tidurnya tak di tempati istrinya terlelap, ini dini hari lho waktu juga menunjukan pukul 01:44 pagi.
Agam memejamkan mata, lalu menghembuskan napas perlahan disana, selalu seperti ini. Istrinya pasti terjaga dan memilih menghindar untuk bisa meraung sepuasnya. Malam-malam sebelumnya mungkin Agam akan membiarkan dia sok kuat, tapi untuk sekarang Agam tak akan sanggup untuk pura-pura diam lebih lama, karena apa? Agam juga sama terguncangnya, Agam pun merasakannya, merasakan sakit dan bersalah terlebih pada istrinya.
Menyambar cepat kaosnya yang tergeletak, Agam segera turun dari ranjang. Sebenarnya mereka baru saja melewatkan malam romantis satu jam lalu, tapi ternyata istrinya masih belum sepenuhnya melupakan rasa sendu. Agam lagi-lagi merasa tak berguna sebagai suami, ia bahkan tak mampu mengusir warna kelabu yang masih menyerang sang tulang rusuk.
Ck, Agam benar-benar pecundang busuk!
Saat sudah keluar dari kamar. Benar saja, Agam menangkap siluet istrinya berdiri membelakanginya di dapur, Elmi sedang menunduk dalam sambil membekap kuat mulutnya, netra Agam pun menangkap punggung istrinya bergetar disana. Agam yakin, istrinya pasti sedang menahan tangis yang sedang ia tahan mati-matian.
Kenapa ia harus bersembunyi? Agam ingin istrinya berbagi. Tapi? Ia malah ingin sendiri, Agam harus apa sebagai suami. Sumpah! Agam takkan melepaskan orang yang membuat Elmi seperti ini. Agam akan membuat mereka semua mati!
"Hei..," Agam mendekat lalu perlahan mendekap Elmi dari belakang, istrinya itu terdengar sesegukan. "Jangan kayak gini, kalo marah mending pukul gue aja," Elmi memang marah, Agam faham! Tapi marahnya dia ini pasti pada diri sendiri, Elmi selalu mencap semua yang terjadi atas kesalahannya tanpa pikir sebagian kesalahan tentu ada pada sang suami.
"Lo hukum diri sendiri gini, gue yang kena imbasnya lho," Agam tersenyum saat merasakan istrinya tiba-tiba menegang dalam dekapannya, "Semua ini bukan salah lo Ay, kalaupun ada yang harus di salahkan disini, tentu gue yang paling banyak pointnya." Mengurai dekapannya, Agam dengan hati-hati membalik posisi sang istri.
"Kalau aja gue gak ninggalin lo terus-terusan, pasti semua ini gak bakal terjadi! Maaf..,"
Elmi menelan saliva melihat Agam menunduk penuh sesal dihadapannya. "Jangan sembunyi lagi, kalo mau nangis! Nangis sekarang!" Ucap Agam seraya meremas pelan tangan Elmi. Ia mencoba meyakinkan bahwa istrinya tidaklah sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Touch Love (COMPLETE)
Romanzi rosa / ChickLit(DEMI KENYAMANAN MEMBACA, HARAP FOLLOW TERLEBIH DAHULU YAW) WARNING!! DALAM MASA REVISI! HANYA BENERAPA PART YANG SUDAH DIGANTI DENGAN PENYEBUTAN KATA AKU. THANK YOU:* --- Kamu dikirim Tuhan untuk menopangku atau menjatuhkanku? Hubungan ini.. Rumit...
