Helloooohhhh selamat malam para jomblowers sejati yang ounch ounch, gua datang menemani malam-malam sepi khaleaaaann wuakakakkakakkakak.
Bab baru nih, udah 90 part aja hahaha. Parah, kek apaan dah. Pengen cepet-cepet tamatin huuuuuu....
Langsung aja dah, vote sebelum baca. komen setelah baca, gaes!
***
"Tunangan kakak orang kaya beneran ya."
Citra mengerutkan dahi tidak mengerti dengan ucapan sepupunya. Dia dan Inez sedang memetik sayuran di belakang rumah untuk dimasak hari ini.
"Kaya apanya?"
Inez memutar bola mata, jiwa separuh kelaki-lakiannya langsung menguar dan ingin menjitak kakak sepupunya itu terus menerus "Kevin kaya, kak. Kaya hati sama kaya duit. Tajir melintir!"
Citra manggut-manggut lalu menggeleng cepat, "Nggak." Katanya mengelak. "Kevin..."
"Ck!" Potong Inez cepat. "Kakak tinggal di kota besar, tapi pemikiran kakak tetap polos. Yakin kalau tunangan kakak itu pengin polosin kakak pasti cepet banget."
Citra melotot, "Nggak sopan kamu."
"Kakak sih, lama banget nyambungnya selain mata pelajaran!" Cibirnya. Citra terdiam, lalu kembali fokus memetik sayuran. "Kakak melihat Bang Kevin dari mananya?" Selidik Inez tajam. "Gantengnya? Tajirnya? Baiknya? Atau apa?"
Citra menggeleng, "Aku nggak tau." Jawabnya polos.
Inez menggeram makin kesusahan berinteraksi dengan Citra. "Bang Kevin emang paket komplit. Jarang-jarang ada cowok begitu." Katanya. "Biasanya orang kaya nggak mau langsung seakrab ini dengan perkampungan. Bang Kevin beda, kayaknya udah terbiasa banget kakak akrab-in sama jiwa-jiwa kekurangan dan kemisquenan." Cibirnya.
Citra makin tidak mengerti, "Jiwa-jiwa macem apa itu?"
Inez memutar bola mata, "Kakak jangan besar kepala ya kalau aku jelasin." Katanya mewanti-wanti. "Selama Inez hidup, sudah banyak menemui beragam macam manusia." Citra mengangguk tidak paham. "Jenisnya ada beberapa macam, di antaranya ada manusia yang beneran melarat, kampungan dan udik. Sifatnya juga sama." Citra mengerutkan dahi. Berbicara dengan Inez harus menyiapkan mental yang kuat. Cewek itu berbicara tanpa saringa, Citra yakin akan mendengarkan pelajaran baru yang lebih berharga. "Itu udah biasa, kak." Lanjut Inez lagi. "Tapi kasus ini beda, kita pelajari dulu orang seperti bang Kevin."
Citra kembali mengangguk pasrah.
"Menurut pengalaman Inez sendiri, banyak orang kaya yang sok dan nggak mau bergaul dengan orang-orang berkekurangan seperti kita."
"Banyak." Kata Citra mengangguk setuju.
"Nah, itu dia. Awalnya Inez nggak yakin Bang Kevin beda dari yang lain. Tapi setelah Inez perhatikan, Bang Kevin beda. Dia bukan OKB. Orang kaya baru alias kayanya setengah-setengah!" Citra langsung tersadar, mengingat semua kenangannya bersama Kevin selama ini. "Sekarang Inez yakin bang Kevin nggak begitu."
"Kenapa kamu yakin banget?" Tanya Citra tidak mengerti.
Inez memutar bola mata. "Cowok mana yang mau mengikutin kakak dari Jakarta ke Solo naik kereta bermalam di jalan karena nggak ada bus ke kampung lagi? Sekarang bandara ada dimana-mana." Tegasnya. "Orang kaya sukanya cari jalan pintas. Kalau pun katanya cinta, jarang-jarang mau ngikutin keinginan seperti kakak."
Citra mulai mengerti arah pembicaraan ini.
"Asal kakak tahu aja, orang yang beneran kaya itu hatinya beda. Nggak ribet kayak baju rombeng. Mereka juga menganggap semua orang sama, bahkan senang banget kalau punya temen dari banyak kalangan." Inez melempar sayuran ke dalam keranjang yang dipegang oleh Citra. Katanya saja memetik sayuran, nyatanya sejak tadi Inez hanya merusaki tanaman. Besok kalau mamanya melihat kelakuannya, pasti di omelin. "Beda banget sama orang kaya setengah-setengah. Banyak maunya, langsung menghindari orang-orang kalangan bawah. Menganggap dirinya paling kaya dan benar."
KAMU SEDANG MEMBACA
EX [TERBIT]
Novela JuvenilSUPAYA NGGAK BINGUNG, BACA SESUAI URUTAN! 1. CRAZY POSSESSIVE (TERBIT) - SELF PUBLISH, PESAN DI GUA AJA - 2. EX (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 3. HIS GIRLFRIEND (TERBIT) - ADA DI GRAMEDIA - 4. QUEEN (PROSES TERBIT) SPIN OF YANG BERHUBUNGAN DENGAN HG D...
![EX [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/140735678-64-k896706.jpg)