Bab 96. Tanpa ... aku

137K 10K 2.1K
                                        

Urutan paling mengenaskan!

Kevin -

Romeo -

Barta -

Stef -

***


            Beberapa minggu kemudian

Stef sedang menyengir lebar dan bangga setelah menunjukkan undangan pernikahan pada teman-temannya. Seperti biasa, mereka selalu berkumpul di basecamp dan berbagi cerita di sana. Termasuk hal seperti undangan tersebut.

"Gue juga bilang apa sebelumnya?! Gue pasti menikahi Nina sebelum masuk kuliah." Cengirnya lebar.

"Nggak percaya!" Jawab Barta.

Stef memutar bola mata, "Ini di undangan udah jelas-jelas tertulis nama Stefan Quand dan Nina Aurellia sebagai mempelai wanitanya. Ah, wanita, Nina-nya gue bentar lagi jadi wanita gue." Stef semakin menjadi-jadi.

"Kalau lo nggak bikin malu, bokap Nina nggak mungkin ngasih anaknya dinikahin sama lo!" Romeo mencibir.

"Dari pada viral di sosmed, mending yang waras ngalah!" Tidak mau berada di pihak Stef, Kevin meringis melihat kelakuan ajaib temannya yang satu itu.

"Iri-iri bae. Nikah sono, nikah..., biar nggak gila!" Stef tergelak puas.

"Anjing!"

"Setan!"

"Bangsat!"

Makian mengalir deras untuk Stef. Sayangnya yang dimaki tetap sumringah memandang undangan pernikahannya. Sejak ditentukan tanggal pernikahannya, Stef semakin gila di depan teman-temannya. Seperti bocah alay yang najong-najong bangsat.

Namun perhatian mereka teralihkan pada keempat cewek berisik di pintu. Suara Phoebe dan Queensha paling melengking, tergelak senang dan menggerutu manja. Stef berbinar bagai mendapat harta karun melihat sang pujaan hati bak seorang ibu membawa ketiga anak mereka dari supermarket, dengan Citra anak pertama.

"Baby gue yang ounch-ounch, cintanya gue yang membara bagai bau nafas naga yang menyengat seperti bon cabe.... Dedek Setip sangat merindu."

"Alay!" Cibir Nina merasa dipermalukan di tempat umum.

"Hehe. Cintanya gue makin sekseh aja." Stef mengediokan mata. "Adem rasanya, bagai melihat masa depan dengan anak-anak kita ya, bubun." Keempat cewek itu mengambil masing-masing tempat dan Nina mengeluarkan hasil buruan mereka.

"Gue muak!" Kata Kevin memutar bola mata.

"Sama." Romeo mengangguki.

"Pizza-nya belum datang? Queen udah pengen makan Pizza, sama adek bayinya Bee juga pengen." Kata Queensha mencari kotak pizza yang sudah mereka pesan sebelumnya.

"Iya, Bee juga pengen makan sekarang. Bee laper pizza, nggak lapar yang lain." Phoebe menimpali.

"Belum lah!" Romeo geram melihat kedua cewek tersebut. Kalau sudah bertemu, melebihi bocahnya Zen.

Phoebe cemberut, "Bar, kenapa lama? Bee kepengen." Rengeknya menarik-narik lengan Barta.

"Tunggu bentar lagi." Barta berdecak.

"Masih lama?"

"Nggak."

"Berapa lama lagi?"

"Dua hari lagi!" Balas Stef cengengesan membuat Phoebe cemberut siap menangis. "Dua hari lagi gua sama Nina fitting baju pengantin, hehe."

EX [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang