📌Rasa Perduli.

591 30 0
                                    

Pagi hari masih di dalam ruangan rumah sakit, Domter sedang memeriksa kondisi Aldo. Setelah menge-check semuanya dokter berkata

"Gamau berobat aja?"

Aldo menatap ke dokter itu

"Kamu butuh itu,"
"Kondisi kamu bakal semakin buruk kalo kamu cuma diam saja."

"Belum tau dok,"

"Pikirin ini baik-baik, pikirkan orang yang sayang sama kamu." Aldo mengangguk

"Kalau begitu saya tinggal, jangan lupa minum obat dan makan, hasil lab nya sudah keluar dan kamu bisa ambil."

"Baik dok nanti akan saya ambil."

Dilain tempat Hanna sedang bersiap-siap untuk pergi, dia hanya akan pergi sendiri saat ini karena Maudy dan Rafa yang tidak bisa ikut karena ada acara lain. Hanna akan pergi untuk menjenguk Aldo, dia sudah siap sekarang dia menuruni tangga dan menemui kakak nya.

"Mau kemana lo pagi-pagi begini." Ucap Rakry

"Pagi apanya udah jam sepuluh."

"Masih pagi lah dongok."

"Terserah lu deh,"
"Gue izin ya mau pergi."

"Kemana lo?"

"Kepo banget sih."

"Biar nanti kalo mama tanya gue bisa jawab tai."

"Gausah nanti gue chat mama"

"Gak. Jawab dulu mau kemana."

"Ke rumah sakit, jenguk temen."

"Oke, pergi sono."

"Dih, yaudah bye. assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Setelah menjalankan mobil nya kini Hanna berhenti di sebuah toko buah untuk membeli parsel buah-buahan dan juga mampir ke toko roti.

Sesampai nya di rumah sakit Hanna langsung menuju ruang rawat inap Aldo setelah bertanya kepada resepsionis rumah sakit.

Sebelum itu, sebelum Hanna datang keributan kembali terjadi di ruangan Aldo, tidak lain karena perdebatan nya dengan Arkan.

Setelah mengambil hasil lab, Arkan memarah-marahi Aldo.

"Goblok."
"Lihat hasil lab lo. Kaya gini masih ngeyel gamau berobat?!"

"Gue masih mikir-mikir Ar."

"Masih mikir kata lo?! Kondisi lo udah parah Al, kalo lo kaya gini, bunda lo bakal kecewa. Inget bunda cuma punya lo sekarang, jangan bikin dia kecewa."

"Masih ada lo Ar"

"Gak."
"Gue bisa jagain bunda, tapi apa lo ga kasian liat bunda?! Bunda bakal hancur Al! Mikir. Jadi please kalo lo gamau lakuin ini buat diri lo sendiri, please lakuin ini untuk bunda."

"Gue takut." Ucapan Aldo kini tercekat.

"Takut soal apa?!"

REVIALDO [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang