[7] Day 1 In San Lang's House

15.5K 2.2K 354
                                        

Merasa kedua tangannya sakit, Xie Lian tidak bisa menahan diri dan berteriak keras

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Merasa kedua tangannya sakit, Xie Lian tidak bisa menahan diri dan berteriak keras. "Cukup hentikan!"

Dua orang itu terkejut dan segera melepaskan tangan Xie Lian. Begitu tangannya terbebas, Xie Lian segera memukul kesal kepala Feng Xin dan San Lang membuat kedua pemuda itu mengaduh.

"Aku tidak tahu masalah apa diantara kalian berdua! Tapi berhentilah berdebat karena masa lalu! Apa kalian anak-anak?"

Feng Xin dan San Lang tidak menjawab. Hanya mendengus. Xie Lian menghela napas dan mencoba mengontrol emosinya, dia mengalihkan pandangan pada San Lang yang masih mengusap rambutnya yang terkena pukulan Xie Lian. Xie Lian segera merasa bersalah dan mendekat kearah pemuda itu.

"San Lang maafkan aku, apa sakit?"

San Lang menggeleng, "Lumayan, tapi tidak masalah."

"Sungguh?" Tangan Xie Lian terulur dan mengusap bermaksud hendak menyentuh kepala San Lang, namun tangannya tertahan di udara begitu Feng Xin berteriak.

"JANGAN MENYENTUHNYA!"

Senyuman San Lang luntur, Xie Lian menghela napas. "Baiklah, cepat ceritakan padaku apa yang terjadi antara kalian berdua."

San Lang, "Kami pernah menjadi lawan dalam pertandingan basket antar Universitas. Dan timnya kalah melawan timku di final. Mungkin dia marah karena itu."

Tatapan Xie Lian bergulir pada Feng Xin, "Benarkah itu?"

Feng Xin memutar bola mata, "Kami memang kalah, tapi aku kesal karena dia mengejek kami dan mencibir kami lalu mengatakan kalau kami tim yang lemah."

"Aku hanya mengutarakan kenyataan, apa yang salah?" Sahut San Lang.

"KAU!!"

"CUKUP!" Xie Lian memotong. Ia mendengus lalu menatap Feng Xin, "Kau seharusnya tidak bersikap kekanak-kanakan seperti itu, menyimpan dendam dan marah hanya karena kalah di pertandingan. Apa kau sungguh berumur dua puluh tahun?!"

Feng Xin tidak menjawab, ia membuang muka. San Lang tersenyum puas.

Xie Lian memutar kepala dan menatap San Lang, "Kau juga tidak boleh mengejek orang lain, seberapa kuatnya dirimu. Kau tidak boleh mempermalukan orang lain dengan mengatakan sesuatu yang menyakitkan."

Senyum San Lang luntur, "San Lang menuruti."

Feng Xin tersenyum puas.

Xie Lian berjalan mengambil kembali barang-barangnya. San Lang segera menghampiri Xie Lian dan membantunya membawakan koper, Xie Lian tidak menolak dan membiarkan karena ia juga harus membawa beberapa kardus barang.

Feng Xin menatap Xie Lian dengan wajah tak terbaca. "Kau sungguh akan pergi?"

Xie Lian tersenyum dan menepuk pundak Feng Xin. "Cepat atau lambat aku harus pindah, kau tidak perlu khawatir. Aku akan datang berkunjung sesekali."

[BL] [END] A Guy With Cold Face (Heavenly Official Blessing FF Modern AU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang