[35] Destruction of Kingdom

8.5K 1.4K 224
                                        

Xie Lian merasakan perubahan Hua Cheng beberapa hari terakhir. Dia masih selembut biasanya, namun wajahnya menyembunyikan sesuatu: seperti perasaan gelisah, sedih dan takut. Dia berkali-kali bertanya, "Ada apa?" Namun suaminya itu hanya menggeleng tidak menjelaskan apapun.

Malam itu, dia ingat membawa beberapa arsip negara ke kamar tidurnya untuk dia kerjakan beberapa waktu lalu. Jadi Xie Lian datang untuk mengambilnya. Hua Cheng lagi-lagi tidak berada di sana. Dia tidak tahu apa yang dilakukan suaminya, karena pria tampan itu tampak enggan mengatakan apapun jadi Xie Lian tidak berani bertanya lebih jauh. Saat dia memeriksa isi lemari dan laci untuk menemukan arsipnya, dia menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Itu buku kas pajak Yong An.

Xie Lian membacanya dengan hati gemetar. Kakinya melembut membuatnya jatuh di lantai dengan mata kosong. Dia ingat pertengakarannya beberapa hari lalu, ayahnya secara tiba-tiba memintanya melakukan hal mustahil. Memutuskan pernikahan lalu membunuh Hua Cheng.

Bahkan orang tua itu tidak mengatakan alasan apapun sehingga Xie Lian pusing karena marah dan bingung. Tapi melihat buku ini, dia akhirnya mengerti beberapa hal. Buku ini pasti ditemukan Hua Cheng, dan Kaisar mengetahuinya. Buku kas yang berisi semua kejahatan Kaisar terhadap rakyatnya, apabila ini bocor ke publik. Kaisar akan diperlakukan lebih buruk dari anjing.

Bagi Xie Lian, ini seperti pukulan berat yang menghantam langsung ke jantungnya. Ayah yang selalu dia kagumi, dia kira mulia dan luhur ternyata tidak lain dari seorang korup yang mencuri uang pajak rakyat. Membawa penderitaan tiada henti bagi rakyat Yong An.

Xie Lian seperti kesurupan. Dia harus menemui Kaisar, menanyakan kebenarannya langsung di hadapan orang tua itu. Dia membawa buku kas seukuran telapak tangan dan berlari liar sepanjang lorong menuju Istana Kekaisaran.

Istana Kekaisaran berdiri megah seperti semestinya, namun entah kenapa begitu sepi sampai tidak ada suara apapun di sekitarnya. Istana Kekaisaran merupakan pusat dari Istana Kerajaan Xian Le, selalu banyak penjaga berlalu lalang di halaman dan di depan-depan pintu. Tapi hari ini, dia tidak menemukan satu orang pun. Seakan orang-orang lenyap di telan bumi.

Xie Lian tidak tahu darimana datangnya tapi dia merasa gelisah. Dia berjalan memasuki gerbang Istana dan langsung menuju aula Kerajaan. Ketika dia tiba, bau amis darah yang kental menusuk hidung, kepalanya menurun. Tepat di bawah kakinya, sepuluh orang mayat penjaga bersimbah darah dan ditumpuk seperti karung beras.

Dia menoleh dan mendapati tumpukan yang sama di sudut lain. Jantungnya berdetak kencang, tanpa sadar dia menyentuh pedang di pinggangnya dan berjalan lebih jauh hingga tiba di pintu aula utama.

Begitu pintu di dorong terbuka, napasnya sesak dan kedua pupilnya menyusut menjadi titik sempit. Tidak ada suara Ratu yang memanggil, "Anakku." Seperti biasa, atau ekspresi dingin Kaisar yang menatapnya. Hanya dua mayat tergeletak di lantai dan darah yang menganak sungai, tubuh keduanya menegang, putih kehabisan darah.

Mereka ayah dan ibunya.

Xie Lian tidak mempercayai penglihatannya, dia berharap sedang tertidur dan adegan di depannya hanya sesuatu yang ia temui dalam mimpi. Kakinya tanpa sadar mundur selangkah, terhuyung dan jatuh.

"Bagaimana..bisa?"

Dia memfokuskan pandangannya dan menyadari ada sosok lain diantara mayat orangtuanya. Tubuhnya tinggi, jubahnya yang merah melambai tenang tertiup angin dari pintu. Di tangan kirinya, pedang lengkung tampak berdarah-darah. Xie Lian gemetar ketika dia mengangkat kepalanya untuk melihat wajah pria itu.

Namun saat dia melihat wajah yang tidak asing. Xie Lian berteriak.

Dia tidak lain adalah Hua Cheng.

[BL] [END] A Guy With Cold Face (Heavenly Official Blessing FF Modern AU)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang