Xie Lian tidak sadarkan diri selama dua hari. Sebenarnya ia sudah membuka matanya kemarin, namun entah kenapa begitu melihat wajah tampan San Lang, Xie Lian kembali jatuh pingsan dan itu mau tidak mau membuat pemuda penyuka warna merah itu khawatir.
Ia mengerang pelan diatas tempat tidurnya sembari memegang kepalanya yang masih berdenyut. Tidur dua hari benar-benar membuatnya kehilangan kontrol tubuh, ia lemas sampai tidak mampu menggerakan kakinya sekedar untuk ke toilet.
Kejutan besar tentang identitas San Lang membuatnya nyaris kehilangan dirinya sendiri. Pemuda tampan yang menolongnya satu bulan lalu dan kini menetap satu atap dengannya adalah seorang pemilik perusahaan terbesar se-dataran China! Xie Lian merasa seperti seorang protagonist yang bertransmigrasi ke sebuah drama recehan tentang orang miskin yang tiba-tiba terjebak bersama pangeran tampan! Sungguh sulit dipercaya. San Lang darimanapun terlihat masih berusia belasan tahun. Bagaimana bisa dia menjadi seorang pimpinan perusahaan?!
Hanya orang bodoh yang tidak tahu tentang perusahaan Hualian corp. Perusahaan itu terkenal seantero Asia sebagai perusahaan dengan pendapatan total tertinggi. Bisnisnya menggurita dan bergerak di segala bidang. Mulai dari real estate, furniture, tekstil, properti, tambang emas dan berlian hingga minyak bumi.
Dan ia ingat San Lang menyebut itu bisnis kecil!
Xie Lian juga tahu dari berita yang beredar bahwa perusahaan itu penuh misteri. Dari dulu tidak pernah ada satu orang pun yang melihat bagaimana rupa dari direktur mereka. Menurut berita di surat kabar dan televisi. Setiap ada urusan dan kegiatan pertemuan antar pemegang saham. Hualian corp selalu mengirimkan orang kepercayaan sebagai perwakilan, tidak pernah sekalipun para pemegang saham atau partner bisnis melihat batang hidung direktur mereka. Hualian corp perusahaan yang aman dan bersih dari skandal. Itu membuat citra mereka cukup tinggi di kalangan masyarakat.
Xie Lian tidak menyangka kini direktur itu ada tepat di depan batang hidungnya. Seluruh orang akan memandangnya penuh iri bila tahu tentang hal ini. Apalagi andai mereka tahu bahwa direktur Hualian adalah seorang mahasiswa bisnis semester 4. Para pemegang saham dan pemilik perusahaan kecil pasti pingsan di tempat dengan mulut penuh busa.
San Lang masuk ke kamar dengan membawa nampak berisi congee panas. Ia tersenyum gembira melihat Xie Lian yang sudah sadar bahkan bangkit untuk duduk. "Syukurlah gege sudah sadar, San Lang sangat khawatir."
Congee: Sejenis bubur di China
Xie Lian menghela napas dan memaksakan senyum, "Maaf membuat San Lang khawatir."
San Lang duduk di tepi ranjang, "Ini salah San Lang yang membuat gege terkejut hingga tidak sadarkan diri. San Lang hanya tidak ingin berbohong pada gege."
Xie Lian memijit pelipis dan berkata dnegan lirih, "Aku hanya tidak menyangka."
San Lang mengerti, "Memang sulit dipercaya. Jika itu memberatkan untuk gege, lebih baik untuk tidak membicarakannya lebih lanjut." San Lang meletakan nampan berisi bubur congee itu di samping Xie Lian. "Gege lemas karena belum mengisi perut semalam dua hari, makanlah selagi hangat."
Xie Lian tidak menolak, San Lang tampak bahagia, ia awalnya berniat untuk menyuapi Xie Lian namun segera ditahan oleh yang bersangkutan. Xie Lian tersenyum, "Aku bisa sendiri."
San Lang mengangguk dan membiarkan Xie Lian memakan buburnya sendiri. "Apa enak?" San Lang bertanya penuh keraguan.
Xie Lian merajut alis, "San Lang membuatnya sendiri?"
San Lang, "Hanya mengikuti resep, aku belum pernah membuat congee sebelumnya jadi katakan saja bila rasanya aneh."
Xie Lian buru-buru menggeleng. "Ini enak, sungguh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] [END] A Guy With Cold Face (Heavenly Official Blessing FF Modern AU)
FanficPemuda itu sangat tampan dengan rahang tegas dan kulit seputih salju namun tidak pucat. Rambutnya hitam berkilauan dengan poni menjuntai menutupi mata kanannya. Auranya misterius namun disisi lain juga nampak lembut. Benar-benar semurni giok. Xie L...
![[BL] [END] A Guy With Cold Face (Heavenly Official Blessing FF Modern AU)](https://img.wattpad.com/cover/180057356-64-k771777.jpg)